Amora'S True Love Part 1

Amora'S True Love Part 1
Pagi hari bersama kak Riko



Aku melihat kak Riko tidur, aku bangun dan mengambil seragam, lalu masuk ke dalam kamar mandi. Aku mandi selama lima belas menit, setelah selesai mandi, aku mengeringkan ekor aku. Setelah kering, aku memakai seragam aku. Aku keluar kamar mandi dan aku melihat kak Riko masih tertidur, aku menggunakan make up tipis, kemudian membangunkan kak Riko "kak bangun, tadi menyuruh aku bangunin kakak kan"


Kak Riko terbangun dan mengatakan "aku cuci muka dahulu, kamu tungguin aku, jangan langsung pergi"


Aku menjawab "iya kak"


Kak Riko masuk ke kamar mandi, lima menit kemudian kak Riko keluar dari kamar mandi. Kak Riko berjalan mendekati aku dan mengatakan "bagaimana caranya kamu bertemu ayah kamu?"


Aku menjawab "lewat taman, pergi ke dunia duyung dan dunia peri itu sangat berbeda, tapi dunia duyung dan dunia peri juga memiliki persamaan"


Kak Riko bertanya "maksudnya berbeda dan memiliki persamaan?"


Aku menjawab "nanti saja aku beritahu, ini sudah jam enam pagi. Nanti aku ceritakan"


Kak Riko mengatakan "ya sudah, ayo kita ke taman"


Aku menjawab "ayo kak"


Kak Riko mengandeng tangan aku dan mengatakan "ayo sayang" (ucap kak Riko sambil tersenyum)


Kami berjalan menuju taman, saat sampai di taman, kak Riko mundur kebelakang secara perlahan. Aku menoleh ke arah kak Riko dan mengatakan "kakak siap melihat wujud asli aku?"


Kak Riko menjawab "bukannya aku sudah pernah melihat wujud asli kamu" (ucap kak Riko sambil tersenyum)


Aku tersenyum dan kemudian berbalik badan, aku mencoba fokus dan aku tiba-tiba berubah menjadi peri, aku berfikir "sepertinya kali ini jauh lebih mudah dibandingkan sebelumnya"


Aku berbalik melihat kak Riko, aku melihat wajah kak Riko yang terkejut. Aku mengatakan "inilah salah satu wujud asli aku"


Aku menjawab "terima kasih kak, aku pergi dahulu" (ucapku sambil tersenyum)


Aku terbang ke langit, aku memasuki perbatasan dunia peri. Aku menuju ke istana, saat sampai istana, aku memasuki istana. Aku bingung harus mencari ayah kemana, aku bertanya pada dayang "dayang, ayah ada di mana?"


Dayang menjawab "maksud tuan putri adalah tuan pangeran Rama atau pangeran Rafa?"


Aku mengatakan "ayah aku memang Rama Yoviene!" (Ucapku dengan nada yang cukup tinggi)


Dayang menjawab "maaf tuan putri, saya dayang baru, jadi tidak tahu siapa ayah tuan putri" (dia menunduk setelah mengucapkan)


Aku mengatakan "ya sudah aku maafkan, cepat beritahu aku dimana ayah"


Dayang menjawab "saya juga tidak tahu dimana tuan pangeran Rama berada, terakhir saya melihat tuan pangeran Rama sedang berjalan menuju aula depan"


Aku mengatakan "makasih bi, aku pergi dahulu" (ucapku sambil tersenyum)


Dayang menjawab "sama-sama tuan putri" (ucap dayang sambil tersenyum)


Aku pergi menuju aula depan, aku memasuki aula depan dan aku melihat ayah, kakek dan paman sedang berbicara serius. Aku mengatakan "ayah" (dengan suara pelan)


Ayah, kakek dan paman menoleh ke arah aku. Ayah berjalan mendekati aku, ayah mengatakan "katanya kamu datang malam hari sayang?"


Aku menjawab "aku datang pagi saja ya ayah, aku juga harus membagi waktu untuk bertemu ibunda dan Romo. Kalau aku tidak datang maka ibunda dan Romo akan khawatir" (ucapku sambil tersenyum)