Amora'S True Love Part 1

Amora'S True Love Part 1
Elvano yang menemani



"Iya El, aku tunggu" ucapku sambil tersenyum


Elvano masuk ke dalam kelasnya, aku melihat Elvano masukkan semua buku dan peralatan menulisnya ke dalam tas, setelah semua masuk ke dalam tas, Elvano keluar kelas.


"Ayo Rindu, aku antar kamu ke kelas" ucap Elvano sambil tersenyum


"Iya El" ucapku sambil tersenyum


Sepanjang perjalanan menuju ke kelas, kami hanya diem saja. Suasana hening ini membuat aku tidak nyaman, aku kenal El sudah sejak SMP, dan berarti sejak dulu El sudah mencintai aku. Aku harus membuat El mencintai Jesika, aku harus membuat El dan Jesika bersama.


Kami sampai di kelas aku, aku masuk ke dalam kelas.


"Aku tunggu disini saja ya" ucap El sambil tersenyum


"Ayo masuk El, kami tidak masalah jika ada kamu di dalam" ucapku sambil tersenyum


" Kamu yakin mereka tidak akan terganggu dengan keberadaan aku?" Ucap El khawatir


"Tidak El, mereka tidak akan terganggu dengan kamu masuk" ucapku sambil tersenyum


"Kamu yakin?" Ucap El khawatir


"Iya El, ayo masuk" ucapku sambil tersenyum


"Baiklah" ucap El sambil tersenyum


Aku dan El masuk ke dalam kelas, aku melihat Rani, Jesika, Siska dan Cindy sedang menghitung jumlah uang yang di dapat.


"Hai teman-teman" ucapku sambil tersenyum


"Hai Rin" jawab mereka berempat


"Ada El ternyata, kamu tidak pulang El?" Tanya Rani pada El


"Aku hanya ingin menemani Rindu saja" ucap El sambil tersenyum


Aku melihat wajah Jesika berubah setelah mendengar apa yang dikatakan El, dia bahagia saat melihat El masuk kelas, tapi sekarang kebahagiaan itu menghilang.


"Maaf ya aku lama mengobrol sama El, sampai kalian harus menghitung uang itu sendiri" ucapku merasa bersalah


"Aku bantu menghitung uang, kelas mana yang belum dihitung?" Tanyaku pada mereka


"Itu punya kakak kelas belum dihitung" ucap Jesika sambil menunjuk ke arah uang


"Baiklah, aku hitung yang bagian kakak kelas" ucapku pada mereka


"oh iya Rin, nanti tulis jumlahnya di kertas itu beserta kelas" ucap Rani mengingatkan


"Okay" ucapku sambil tersenyum


Rani tersenyum padaku, aku berjalan menuju uang yang belum dihitung. Aku mengambil uang milik kelas 12-A, aku duduk dan mulai menghitung.


"Rindu ada yang bisa aku bantu?" Tanya El padaku


"Kamu hitung uang kelas 12-A ini, aku akan mengambil uang yang lainnya" ucapku sambil tersenyum


"Okay Rindu" ucap El sambil tersenyum


Aku berdiri dan mengambil uang milik kelas 12-B, aku kembali ke meja dimana El duduk, aku duduk dan mulai menghitung.


"Rindu ini sudah aku hitung, ada tiga ratus lima puluh ribu" ucap El padaku


"Kamu tulis jumlah uangnya dikertas itu dan tulis kelas berapa" ucapku sambil tersenyum


"Okay Rindu" ucap El sambil tersenyum


El menulis jumlah uang di kertas, aku juga menulis jumlah uang di kertas. Aku berdiri dan mengambil uang kelas 12-C dan 12-D, kemudian aku duduk.


"Sini Rindu biar aku bantu kamu menghitung uangnya" ucap El sambil tersenyum


"Ini El, makasih sudah membantu aku" ucapku sambil tersenyum


"Iya tidak apa-apa, aku senang bisa membantu kamu" ucap El sambil tersenyum


Aku menghitung uang milik kelas 12-C dan El menghitung uang milik kelas 12-D, setelah selesai menghitung, kami menulis jumlah uang di kertas.