Amora'S True Love Part 1

Amora'S True Love Part 1
kasih sayang Ayah



Aku berjalan menuju pintu, tiba-tiba ayah mengatakan "ayah antar kamu sampai ke perbatasan".


Aku mengatakan "tidak perlu ayah, aku bisa pulang sendiri".


Ayah mengatakan "ayo jalan, ayah ingin memperkenalkan kamu kepada semua rakyat bangsa peri".


Sambil jalan aku menjawab "ayah serius?, apa ayah tidak malu memiliki putri yang bukan keturunan asli bangsa peri?".


Ayah mengatakan "kamu adalah putri ayah yang paling ayah sayangi, jika rakyat tidak menyukai kamu, kita bisa hidup di dunia manusia supaya kita bisa bersama-sama selamanya" (ucap ayah dengan tersenyum).


Aku menjawab "apa ayah tidak sedih tinggal di dunia manusia sebagai manusia biasa, sementara disini ayah bisa hidup nyaman sebagai pangeran?".


Ayah mengatakan "kebahagiaan ayah adalah bersama kamu, selama bertahun-tahun ayah mencari tahu bagaimana caranya ayah bisa bertemu dengan kamu, akhirnya ayah tahu caranya tapi itu membutuhkan kekuatan yang cukup banyak bahkan bisa menghilangkan nyawa ayah. Ayah tidak peduli dengan nyawa ayah, yang penting bagi ayah adalah bisa bersama kamu dan selalu melindungi kamu".


Aku menjawab "terima kasih ayah, aku sangat sayang sama ayah" (ucapku sambil memeluk ayah).


Ayah membalas pelukan aku dan mengatakan "ayah juga sangat sayang sama putri kecil ayah ini" (ucap ayah sambil tersenyum).


Kita sampai di pintu gerbang istana, ayah menoleh ke arah aku dan mengatakan "kamu sudah siap putri ku?".


Aku menjawab "iya ayah".


Para pengawal membuka pintu gerbang istana, ayah mengatakan "ayo putri ku" (ucap ayah sambil memegang tangan aku).


Aku menjawab "iya ayah".


Aku sedikit takut, ayah mengetahui bahwa aku takut dan ayah mengatakan "kamu tidak perlu takut, ayah akan selalu melindungi kamu" (ucap ayah sambil tersenyum).


Aku tersenyum pada ayah dan mengatakan "aku selalu percaya sama ayah".


Ayah menjawab "salam" (sambil tersenyum).


Mereka berkata "siapa perempuan yang ada disamping anda yang mulia pangeran?".


Ayah menjawab "dia adalah putri ku, namanya AMORA YOVIENE".


Aku mengatakan pada mereka "salam" (ucapku sambil tersenyum)


Mereka mengatakan "bagaimana mungkin yang mulia pangeran memiliki putri sementara yang mulia pangeran tidak pernah menikah?".


Ayah menjawab "saya sudah menikah dengan perempuan bernama Afra delapan belas tahun yang lalu, dia adalah ibu kandung Amora".


mereka mengatakan "yang mulia pangeran dan yang mulia tuan putri mau kemana?".


Ayah menjawab "kami ingin menuju ke perbatasan, putri ku ingin kembali ke keluarganya".


Mereka mengatakan "maksud yang mulia pangeran dengan kembali ke keluarga tuan putri Amora adalah kembali ke ibu kandungnya?".


Aku memegangi tangan ayah dan mengatakan "ayah jangan".


Ayah menoleh ke arah aku dan menjawab "kamu tenang saja, ayah akan menjaga kamu" (ucap ayah sambil tersenyum).


Aku berfikir "aku takut mengetahui bagaimana reaksi semua rakyat bangsa peri jika tahu bahwa aku bukan keturunan asli bangsa peri, terlebih bagaimana jika mereka semua tahu bahwa aku adalah seorang keturunan abadi?".


Ayah mengatakan "putri ku sejak lahir tinggal bersama bangsa manusia, putri ku dirawat oleh manusia yang berhati baik. Aku dan ibu Amora tidak bisa merawat Amora saat itu karena suatu alasan yaitu, saat itu ayah kami sama-sama sedang jatuh sakit. Tapi akhir-akhir ini dia bersama ibunya dan kami baru bertemu seminggu terakhir ini, tapi dia tetap ingin tinggal dengan keluarga yang merawatnya sejak kecil".