
"Auch" ucapku karena tiba-tiba aku merasakan rasa sakit di perut aku.
Kenan berlari menuju ke arah aku, Kenan mengatakan "kamu kenapa Amora? Apa perut kamu sakit?" (Tanya Kenan penuh kekhawatiran).
Aku menjawab "iya perut aku tiba-tiba sakit" (ucapku sambil tersenyum).
Kenan mengatakan "obatnya sudah jadi Amora, kamu tinggal meminum obatnya, aku juga sudah meletakkan obatnya didalam botol kecil, supaya saat di dunia manusia kamu tidak merasa sakit" (ucap Kenan sambil tersenyum).
Kenan menoleh ke arah dayang dan mengatakan "ambilkan obat yang ada di gelas".
Dayang menjawab "baik tabib Kenan".
Dayang mengambilkan obat dan memberikan kepada aku, Kenan mengatakan "minum obat ini Amora".
Aku menjawab "terima kasih Kenan" (ucapku sambil tersenyum).
Aku meminum obat itu dan kenan mengatakan "sama-sama Amora" (ucap Kenan sambil tersenyum).
Kenan menoleh ke arah pecahan gelas, dan mengatakan "bersihkan pecahan gelas itu, jangan sampai pecahan itu mengenai kaki Amora".
Dayang menjawab "baik tabib Kenan, akan kami bersihkan".
Kenan menoleh ke arah aku, Kenan mengatakan "kamu istirahat saja dahulu, nanti aku bangunkan kamu" (ucap Kenan sambil tersenyum).
Aku menjawab "terima kasih Kenan, di meja ada makanan, kamu makan makanan itu ya" (ucapku sambil menunjuk ke arah makanan).
Kenan mengatakan "terima kasih Amora, aku akan memakan makanan itu, kamu istirahatlah" (ucap Kenan sambil tersenyum).
"Baiklah Kenan" jawabku, kemudian aku tertidur.
Tiba-tiba aku berada di sebuah taman yang tidak terasa asing, dari jauh aku melihat ada dua orang, yang satu perempuan dan yang satu laki-laki. Aku tidak dapat melihat dengan jelas seperti apa wajah mereka, karena mereka sedang berlarian.
"Kak Ammar jangan lari terus, aku kan lelah" ucap sang perempuan dengan nafas yang terengah-engah.
"Ih kak Ammar menyebalkan sekali" ucap sang perempuan dengan marah.
"Dasar adik payah, mengejar aku saja tidak bisa" ucap sang pria sambil tertawa.
Aku merasa familiar dengan semua ini, aku merasa seperti pernah mengalami hal ini. Tapi dimana dan kapan aku mengalami semua ini?.
Saat aku melihat ke arah mereka, mereka menghilang. Kepala aku terasa sakit, hati aku terasa sakit. tidak tahu apa yang terjadi, aku merasa bingung.
"Amora bangun, sudah jam lima pagi" tiba-tiba ada yang mengatakan ini, aku membuka mata aku, dan ternyata itu Kenan.
"Jadi tadi, aku cuma mimpi?, Kalau memang cuma mimpi kenapa rasa sakit itu terasa nyata?, Kenapa mimpi itu seperti kenyataan?" Ucapku dalam hati.
"Amora" ucap Kenan membuyarkan lamunan aku.
"Ada apa Kenan?" Jawabku.
Kenan mengatakan "kamu kenapa Amora? Ada masalah?" (Tanya Kenan dengan khawatir).
Aku menjawab "Tidak ada apa-apa, aku cuma kepikiran sesuatu saja" (ucapku sambil tersenyum).
Kenan mengatakan "kepikiran tentang apa?".
Aku menjawab "aku juga bingung, aku merasa seperti pernah mengalami sesuatu tapi aku tidak ingat hal itu".
"Apa yang kamu ingat?" Tanya Kenan dengan penasaran.
Aku menjawab "ada seorang laki-laki dan seorang perempuan yang berlarian di sebuah taman, tapi aku tidak tahu siapa mereka, tapi sepertinya aku pernah tahu hal itu" (ucapku dengan perasaan bingung).
Kenan mengatakan "tidak perlu difikirkan, sekarang sudah jam lima pagi, bukankah kamu harus kembali ke dunia manusia?".