
Mereka berkata "kasian tuan putri, tapi sekarang tuan putri bisa bersama keluarga, pasti sekarang tuan putri sudah bahagia".
Ayah berkata "iya putri ku harus bahagia, aku akan lakukan apapun untuk membuatnya bahagia" (ucap ayah sambil menoleh ke arah aku dan tersenyum).
Ayah menoleh kepada rakyat dan mengatakan "kalau begitu kami permisi dulu, putri ku sedang terburu-buru".
Mereka menjawab "silahkan yang mulia pangeran dan tuan putri Amora".
Aku dan ayah pergi berjalan menuju pintu pembatas, setelah sampai di pintu pembatas, ayah mengatakan "berhati-hatilah putri ku, ayah akan selalu melindungi kamu. Kalung yang kamu pakai akan selalu melindungi kamu dan akan menunjukkan pintu pembatas selama kamu memakai kalung itu, jadi jangan sampai hilang dan jangan pernah dilepas".
Aku menjawab "baik ayah, aku tidak akan melepaskan kalung ini, aku akan selalu memakainya" (ucapku sambil tersenyum).
Ayah mengatakan "putri ayah memang pintar dan hebat".
Aku menjawab "aku harus pintar dan hebat, hebat seperti ayah, ibu, kakek dan nenek" (ucapku sambil tersenyum).
Ayah mengatakan "kamu ini ada-ada saja".
Aku menjawab "ya sudah ayah, aku pamit pulang, sampai jumpa ayah".
Ayah menjawab "sampai jumpa putri kecil ku".
Aku berjalan memasuki pintu pembatas dan aku berada di dunia manusia, aku terbang di atas langit. Aku menuju ke taman belakang, saat aku tidak melihat ada orang, aku langsung turun ke bawah. Aku langsung merubah diriku menjadi manusia biasa, sebelum ada yang melihat aku. Setelah berubah jadi manusia, aku pergi menuju kelas. Saat sampai dikelas ternyata pelajaran olahraga sudah berakhir, mereka semua sedang berganti pakaian seragam. Jesika, Siska, Rani, mereka menghampiri aku.
Aku menjawab "aku dari kamar mandi".
Jesika mengatakan "sudahlah Rindu, jangan berbohong lagi. Kami sudah mencari kamu dimana-mana tapi kami tidak bisa menemukan kamu, kami juga bertanya pak satpam dan kata pak satpam tidak ada yang keluar".
Aku bingung harus jawab apa, aku juga tidak bisa mengatakan yang sebenarnya. Aku takut jika mereka tahu yang sebenarnya, mereka justru membenci aku dan menjauhi aku. Dengan ragu aku mengatakan "iya, aku tadi memang tidak ada di sekolah, aku pergi keluar sekolah, itu sebabnya kalian mencari dimana-mana tapi tidak menemukan aku".
Rani mengatakan "tapi bagaimana cara kamu keluar dari sekolah tanpa ada seorang pun yang tahu?".
Aku terdiam, aku berfikir "aku tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya pada mereka, aku tidak mungkin mengakui diriku yang sebenarnya. Tapi bagaimana caranya aku keluar dari sekolah ini dengan akal manusia?".
Jesika mengatakan "kenapa kamu diam saja Rindu, kamu tidak mau memberi tahu kami? Apa kamu ingin merahasiakan dari kami?".
Aku menghembuskan nafas dan mengatakan "sebenarnya ini rahasia, aku tidak bisa mengatakan bagaimana bisa aku keluar dari sekolah tanpa ada yang mengetahui, maaf aku tidak bisa menceritakan apapun sekarang. Sekarang belum waktu yang tepat untuk aku menceritakan rahasia aku, aku harap kalian mau mengerti".
Siska mengatakan "baiklah Rindu, jika kamu berfikir sekarang bukan waktu yang tepat, kami tidak akan memaksa kamu bercerita. Suatu hari nanti, kamu pasti menceritakan semua rahasia kamu pada kami".
Rani mengatakan "kami percaya padamu, kami bertanya karena kami sayang sama kamu, kami tidak ingin kamu kenapa-kenapa".
Aku tersenyum dan mengatakan "iya, aku tahu kalian semua sayang sama aku, mungkin setelah kalian tahu rahasia aku, kalian tidak ingin berteman dengan aku lagi".