Amora'S True Love Part 1

Amora'S True Love Part 1
Tabib KENAN



Aku merasa malu dengan kata-kata ibunda, Romo mengatakan "jadi laki-laki bernama Riko yang akan jadi cucu menantu Romo?" (Ucap Romo dengan senyuman di wajahnya)


Aku menjawab "ibunda cuma sok tahu, Romo jangan percaya ucapan ibunda"


Ibunda mengatakan "oh jadi ibunda salah nih, padahal ibunda mau melamar laki-laki bernama Riko untuk menjadi menantu ibunda dan menjadi suami kamu" (ucap ibunda dengan tertawa kecil)


Aku menjawab "terserah ibunda dan Romo saja lah mau mikir bagaimana" (ucapku sambil menahan rasa malu)


Ibunda dan Romo tertawa, tiba-tiba tabib datang dan mengatakan "selamat malam yang mulia raja dan yang mulia tuan putri"


Aku menjawab "selamat malam tabib, maaf ya, gara-gara aku, tabib malam-malam jadi kesini"


Tabib menjawab "tidak apa-apa tuan putri, ini sudah menjadi tugas dan kewajiban saya sebagai tabib" (ucapnya sambil tersenyum)


Aku mengatakan "kamu sangat baik, pasti banyak yang menyukai kamu kan?"


Tabib menjawab "tidak ada yang menyukai saya, saya hanya seorang tabib biasa"


Aku mengatakan "memang kenapa sama pekerjaan tabib?, Kamu kan tabib yang pintar dan ahli, kamu juga tabib istana, kamu pasti digaji sama kerajaan ini kan. Lagian kamu sangat tampan, dan juga sangat baik. Semua yang ada pada diri kamu, pasti banyak yang akan mencintai kamu"


Tabib menjawab "terima kasih untuk pujian anda, boleh saya cek luka anda, tuan putri?"


Aku mengatakan "oh, silahkan, maaf, aku banyak bicara kepada kamu hingga mengganggu kamu" (ucapku sambil tertawa kecil)


Romo mengatakan "cucu ku, Romo mau ngobrol sama ibunda kamu dulu ya, nanti kami ke kamar kamu lagi"


Romo dan Ibunda pergi keluar kamar. Tabib memeriksa luka aku dan mengatakan "luka anda sudah semakin membaik, saya akan buatkan obat untuk anda"


Aku menjawab "terima kasih tabib"


Tabib menuju tempat ramuan obat, aku mendekati tabib dan mengatakan "oh ya tabib, nama kamu siapa? Dan berapa umur kamu?"


Tabib menjawab "nama saya KENAN MAHARDIKA, tuan putri bisa memanggil saya tabib Kenan, umur saya dua puluh tahun"


Aku mengatakan "hey Kenan, salam kenal, nama aku AMORA YOVIENE" (ucapku sambil mengulurkan tangan)


Kenan melihat tangan aku dan mengatakan "sebelumnya saya minta maaf tuan putri, saya tidak bisa menyebutkan nama anda secara langsung, dan saya juga tidak bisa berjabat tangan dengan anda tuan putri"


Aku mengatakan "ishh, aturan dari mana itu, kamu boleh memanggil aku dengan nama saja tanpa pakai tuan putri"


Kenan menjawab "itu terlalu lancang dan tidak sopan, tuan putri"


Romo dan Ibunda tiba-tiba masuk, aku mengatakan "Romo, aku boleh kan berteman sama Kenan. Aku boleh kan menyuruh Kenan memanggil dengan nama aku saja, dan aku memanggil Kenan dengan namanya saja kan?"


Romo mengatakan "kamu tahu nama tabib ini, baguslah kalau kalian saling mengenal. Cucu ku, sebenarnya apa yang kamu lakukan itu melanggar peraturan, di istana ini tidak boleh memanggil nama saja untuk para anggota kerajaan, mereka yang bukan anggota kerajaan harus menggunakan kata yang mulia atau tuan putri"


Aku mengatakan "tapi kan Romo, Kenan itu tabib di istana ini, jadi dia bagian dari keluarga kerajaan kan"


Romo mengatakan "tetap saja tidak bisa cucu Romo tersayang, kecuali tabib Kenan jadi suami kamu, baru kamu dan tabib bisa memanggil nama"