
" Makasih El" ucapku sambil tersenyum
"Boleh kita ngobrol sebentar di luar tidak Rin?" Tanya Elvano padaku
"Okay El" ucapku sambil tersenyum
"Ran, ini uangnya kamu yang pegang, aku ada urusan sama El" ucapku sambil tersenyum
Rani mengambil uang itu dan menjawab "Rin, kami pergi ke kelas dahulu ya, kami tunggu kamu di kelas, mengobrolnya jangan lama-lama" ucap Rani sambil tersenyum
"Okay Ran, aku akan ke kelas setelah mengobrol dengan El" ucapku sambil tersenyum
"Kami permisi dahulu, terima kasih untuk perhatiannya" ucap Rani dengan sopan
Aku, Rani, Jesika, El pergi keluar. Aku melihat Rani dan Jesika pergi menuju ke kelas. Jesika terlihat kecewa dan sedih, Jesika benar-benar mencintai El.
"Kita mengobrol di kantin yuk" ucap El sambil tersenyum
"Ayo" ucapku sambil tersenyum
Kami berjalan menuju kantin, kami duduk di kantin.
"Kamu mau minum apa Rindu?" Tanya El padaku
"Biasanya aja, ice coklat" ucapku sambil tersenyum
"Ya sudah, kamu tunggu disini, aku belikan minuman dahulu" ucap El padaku
Aku menunggu beberapa menit, tidak lama kemudian El datang membawa minuman coklat dan minuman kopi.
"Ini Rindu, ini minuman kamu" ucap El sambil tersenyum
"Iya sama-sama Rindu" ucap El sambil tersenyum
El duduk di depan aku, "apa yang mau kamu bicarakan?" Tanya El padaku
"Orang tua aku sedang mengurus perusahaan yang ada di luar negeri untuk beberapa hari, kata mama kalau aku mau pergi harus ditemani kak Riko. Aku pergi ke acara reuni sama kak Riko, kak Riko yang mengantarkan aku dan menemani aku datang ke acara reuni itu, maaf ya El" ucapku merasa bersalah
El terlihat kecewa, kekecewaan yang sama, kekecewaan yang aku lihat pada wajah Jesika beberapa hari ini karena Elvano. Jadi benar, bahwa perempuan yang dicintai Elvano adalah perempuan yang dipanggil nama lengkap dan perempuan itu adalah aku. Elvano sudah menjadi sahabat aku sejak SMP, sejak dahulu Elvano baik padaku. Tapi sekarang aku harus menyakiti hatinya dan membuat Elvano kecewa.
"Tidak apa-apa Rindu, kamu bisa pergi bersama kakak kamu, nanti aku share lokasi acaranya" ucap Elvano dengan tersenyum, senyum yang palsu
"Makasih El, kamu sangat baik, kamu memang sahabat aku" ucapku sambil tersenyum
"Sahabat?" ucap Elvano dengan nada kecewa dan sedih
"Iya dari dahulu kamu kan memang sahabat aku" ucapku sambil tersenyum
"Iya aku memang sahabat kamu, aku antar kamu ke kelas Rindu" ucap Elvano dengan senyum yang terpaksa
"Okay El, makasih sudah mau belikan aku minum dan mau mengantar aku kembali ke kelas" ucapku sambil tersenyum
"Tidak perlu berterima kasih, aku senang melakukannya" ucap Elvano sambil tersenyum
"Ya sudah ayo kita ke kelas, teman-teman aku pasti sudah menunggu" ucapku sambil tersenyum
"Ayo Rindu" ucap Elvano sambil tersenyum
Kita berdua berjalan menuju ke kelas, terkadang aku bertanya-tanya, 'kenapa semua laki-laki yang aku sayang sebagai sahabat dan saudara, justru mencintai aku dengan hati yang luar biasa. Mereka tidak sedikit pun membenci aku atau menjauhi aku, dan mereka tetap tersenyum padaku'.
Beberapa menit kemudian kami sampai di kelas Elvano, Elvano mengatakan "Rindu tunggu sebentar, aku ambil tas aku dulu ya" ucap Elvano sambil tersenyum.