
Ibunda menjawab "ya sudah, Kamu pergi sana sebelum terlambat"
Aku mencium pipi ibunda dan mengatakan "terima kasih ibunda"
Aku berlari, saat di pintu, aku menoleh dan mengatakan "besok saja ya Kenan obat dan pemeriksaannya, sampai jumpa semuanya" (ucapku sambil tersenyum)
Aku berlari menuju ke gerbang istana, tapi aku justru menabrak seseorang. Aku terjatuh dan saat aku melihat orang yang aku tabrak, ternyata itu Romo. Romo membantu aku berdiri, aku mengatakan "maaf Romo, tadi aku terburu-buru jadi menabrak Romo"
Romo mencubit pipi aku dan mengatakan "kamu hati-hati, jangan ceroboh"
Aku tersenyum dan menjawab "iya, Romo tersayang"
Romo mengatakan "kamu mau kemana sampai terburu-buru begitu?"
Aku menjawab "aku ada janji makan malam sama kak Riko jam setengah 7 dan sebentar lagi jam setengah 7, aku pergi dulu ya Romo, sampai jumpa Romo" (ucapku sambil mencium pipi Romo)
Aku berlari menuju perbatasan, aku masuk ke perbatasan dan saat aku berada di kamar mandi, tiba-tiba kak Riko ada di pintu kamar mandi. Aku terkejut melihat kak Riko, kak Riko juga terlihat terkejut melihat aku sekarang. Kak Riko mengatakan "kamu Rindu kan? Kamu putri duyung?"
Aku menunduk dan menjawab "iya kak, aku Rindu, adik kakak"
Kak Riko mengatakan "kamu bukan Rindu, kamu bukan Rindu" (ucap kak Riko tidak percaya dengan keras)
Aku keluar dari bath up, aku mengeringkan ekor aku. Saat kering ekor aku berubah menjadi kaki, aku berjalan mendekati kak Riko. Tapi kak Riko mengatakan "jangan mendekat, jangan mendekat" (ucap kak Riko dengan keras)
Aku menoleh ke arah kak Riko dan tersenyum padanya, kak Riko tersenyum padaku. Aku menjawab "aku akan jelaskan semuanya sama kakak"
Kak Riko melepaskan pelukannya dan mengatakan "kakak ingin dengar penjelasan kamu, kita mengobrol di tempat tidur saja"
Aku menjawab "iya kak"
Aku dan kak Riko berjalan menuju tempat tidur, kami duduk di tepi tempat tidur. Kak Riko mengatakan "sekarang jelaskan semuanya, tanpa ada rahasia"
Aku menjawab "aku akan ceritakan semua ke kakak, tapi kakak janji ya, jangan beritahu siapapun tentang rahasia aku"
Kak Riko mengatakan "iya princess, kakak janji tidak akan memberi tahu siapapun"
Aku mengatakan "sebenarnya aku bukan adik kakak, aku bukan putri kandung papa dan mama"
Kak Riko mengatakan "bagaimana mungkin kamu bukan putri kandung mama dan papa?"
Aku menjawab "sejak usia aku tujuh belas tahun, mimpi aku menjadi nyata. Pagi itu, aku mandi dan kaki aku berubah menjadi ekor seperti yang kakak lihat tadi. Saat itu, aku memejamkan mata aku karena takut kalian melihat ekor aku, aku berfikir untuk pergi ke tempat yang aman. saat aku aku membuka mata dan ternyata aku berada di dunia duyung, di dunia duyung itu aku bertemu ibu kandung aku dan kakek, ibu menceritakan semuanya. Ceritanya adalah setelah ibu melahirkan aku, ibu menyuruh bibi Laras ke rumah sakit. Saat di rumah sakit bibi Laras melihat ada bayi perempuan yang meninggal, bibi Laras menukar bayi itu dengan aku"
Kak Riko bertanya "jadi kamu bukan adik kandung aku?"
Aku menjawab "bukan, aku juga bukan bangsa manusia. Salah satu alasan kenapa aku bukan adik kak riko adalah kalung dan cincin yang aku pakai tidak bisa dilepas oleh siapapun sejak aku masih bayi, karena kalung ini dari ayah kandung aku dan cincin ini dari ibu kandung aku"