Amora'S True Love Part 1

Amora'S True Love Part 1
pertanyaan dari kak Riko



Kak Riko mengatakan "berarti, jika kita bersama, maka aku akan terlihat tua sedangkan kamu akan tetap muda seperti ini?".


Aku menjawab "iya mungkin, terus kenapa kak?".


Kak Riko mengatakan "kamu tidak malu jika aku terlihat tua sementara kamu tidak?".


Aku menjawab "tidak, yang paling penting, aku bisa bersama kak Riko" (ucapku sambil tersenyum).


Kak Riko mengatakan "dasar gombal" (ucap kak Riko sambil tersenyum).


Aku menjawab "biarin gombal, yang penting kakak sayang aku kan" (ucapku sambil tersenyum).


Kak Riko mengatakan "sudah jam tujuh, ayo kita berangkat" (ucap kak Riko sambil tersenyum).


Aku menjawab "ayo kak" (ucapku sambil tersenyum).


Kami berjalan menuju parkiran mobil, kami masuk ke dalam mobil. Kak Riko menghidupkan mobil, kami berangkat menuju sekolah.


Dalam perjalanan kak Riko mengatakan "di dalam tas kamu ada makanan jika kamu lapar" (ucap kak Riko sambil tersenyum).


Aku menjawab "makasih kak, tapi tadi aku sudah makan sama ayah" (ucapku sambil tersenyum).


Kak Riko mengatakan "makan apa? Apa makanan seperti manusia?".


Aku menjawab "ya makan buah-buahan, dan makanan olahan, tapi makanan olahan sepertinya beda dengan makanan manusia".


Kak Riko mengatakan "beda gimana?".


Aku menjawab "rasanya enak, tapi aku belum pernah melihat makanan itu di dunia manusia".


Kak Riko mengatakan "oh ya yang kamu maksud tadi dengan pergi ke dunia peri dan pergi ke dunia duyung itu berbeda tapi mereka punya kesamaan apa?".


Aku menjawab "jadi perbedaannya, kalau dunia duyung, perbatasan itu ada di air. Sementara perbatasan dunia peri itu adalah langit. Dan persamaannya adalah perbatasan berada di dunia manusia" (ucapku sambil tersenyum).


Kak Riko mengatakan "oh jadi begitu, kapan kamu bertemu ibu kamu?".


Kak Riko mengatakan "cuma ingin tahu saja, apa ibu kamu bisa ke dunia manusia seperti yang ayah kamu lakukan tadi?".


Aku menjawab "aku tidak tahu tentang itu, Romo pasti tidak akan mengizinkan ibunda untuk datang ke dunia manusia".


Kak Riko mengatakan "siapa Romo?".


Aku menjawab "Romo itu adalah kakek aku, Romo itu adalah ayah dari ibunda".


Kak Riko mengatakan "oh begitu".


Aku menjawab "tadi aku sudah bilang ke ayah, kalau aku akan mempertemukan ayah dan ibunda, tapi aku bingung bagaimana caranya".


Kak Riko mengatakan "maaf sayang, aku tidak bisa menolong, aku juga tidak tahu caranya bagaimana" (ucap kak Riko dengan wajah bersalah).


Aku menjawab " tidak apa-apa kak, aku pasti bisa menemukan caranya" (ucapku sambil tersenyum).


Kak Riko mengatakan "maaf ya sayang".


Aku menjawab "iya kak, kakak tidak perlu minta maaf, ini bukan kesalahan kakak".


Kak Riko mengatakan "kita sudah sampai sekolah kamu, nanti aku jemput kamu, kalau kamu pulang lebih awal, kamu telepon aku" (ucap kak Riko sambil tersenyum).


Aku menjawab "iya kakak aku yang bawel" (ucapku sambil tersenyum).


Kak Riko mengatakan "dasar kamu ini" (ucap kak Riko sambil mengelus kepala aku).


Aku menjawab "ya sudah aku masuk ke kelas dahulu ya kak, dah" (ucapku sambil tersenyum).


Aku membuka pintu mobil kak Riko, saat aku ingin keluar, tiba-tiba kak Riko memegang tangan aku. Aku menoleh ke arah kak Riko, kak Riko mengatakan "kamu hati-hati di sekolah, jangan terlalu dekat dengan laki-laki lain".


Aku tertawa, aku menjawab "cie kakak cemburu nih, aku tidak akan dekat-dekat dengan cowok lain kak" (ucapku sambil tersenyum).