Amora'S True Love Part 1

Amora'S True Love Part 1
bercerita tentang Kenan ke Ayah



Aku menjawab "aku ada janji bertemu sama ayah pagi ini, aku pergi sekarang ya Kenan, dah" (ucapku sambil bergegas pergi).


Kenan mengatakan "dah Amora".


Aku bertanya "obat untuk aku mana?".


Kenan mengatakan "bentar aku ambilkan obat kamu".


Kenan pergi mengambil obat yang berada di atas meja, dia mengatakan "ini obatnya Amora, bawa obat ini kemanapun kamu pergi".


Aku menjawab "okay Kenan, dah".


Kenan mengatakan "hati-hati Amora, jangan sampai kamu terluka lagi" (ucap Kenan penuh perhatian).


Aku menjawab "iya Kenan yang super bawel" (ucapku sambil tersenyum dan melambaikan tangan pada Kenan).


Aku berjalan keluar istana, Romo dan ibunda pasti masih tertidur karena acara kemarin. Aku pergi keluar istana, aku berjalan menuju pagar pembatas. Saat memasuki pagar pembatas, aku berada di kamar mandi. Aku mandi dan setelah mandi, aku mengeringkan ekor aku. Aku keluar kamar mandi menggunakan jubah mandi. Aku mengambil pakaian dari lemari, aku pergi ke kamar mandi lagi dan mengenakan seragam sekolah.


"Kak bangun, sudah pagi, aku harus bertemu dengan ayah pagi ini" ucapku sambil membangunkan kak Riko.


Kak Riko menjawab "memang sudah pagi ya, aku masih mengantuk" (ucap kak Riko dengan mata terpejam).


Aku mengatakan "ya sudah, kakak tidur saja, aku mau pergi".


Kak Riko menjawab "aku ikut".


Aku mengatakan "katanya kakak mengantuk".


Kak Riko menjawab "sudah tidak mengantuk, aku ikut kamu ke taman" (ucap kak Riko sambil tersenyum).


Aku mengatakan "ya sudah, ayo" (ucapku sambil tersenyum).


Kak Riko menjawab "ayo".


Kami berjalan menuju taman belakang, sampai taman belakang aku merubah diriku menjadi peri.


Aku menoleh dan mengatakan "aku pergi dahulu, dah kak" (ucapku sambil tersenyum).


Kak Riko menjawab "dah sayang".


Aku menuju ke langit, aku memasuki pintu pembatas. Aku berjalan menuju ke istana, aku memasuki istana.


Aku menjawab "ayah sudah dari tadi disini?".


Ayah menjawab "ya lumayan, ayah akan selalu menunggu kamu" (ucap ayah sambil tersenyum).


Aku menjawab "ayah tidak perlu menunggu aku disini, ayah bisa menunggu aku di dalam istana" (ucapku sambil tersenyum).


Ayah menjawab "iya putri ayah yang bawel, ayah akan mendengarkan kamu, ayo kita masuk ke dalam" (ucap ayah sambil tersenyum).


Kami masuk ke dalam istana aku mengatakan "iya ayah, ayah memang yang terbaik" (ucapku sambil tersenyum).


Ayah mengatakan "kamu kemarin terluka?".


Aku menjawab "bagaimana ayah tahu?".


Ayah mengatakan "aku ini ayah kamu, aku tahu kapan putri ayah bahagia, kapan putri ayah sakit dan sedih. Bagaimana luka kamu?" (Tanya ayah khawatir).


Aku menjawab "aku tidak apa-apa, luka aku sudah diobati sama Kenan. Aku juga selalu membawa obat kemana-mana, jadi kalau kesakitan tidak bingung" (ucapku sambil tersenyum).


"Sehebat itu Kenan?" Tanya ayah.


"Kenan memang hebat, baik dan tampan, tapi Kenan tidak setampan ayah" ucapku kepada ayah.


"Kamu menyukai Kenan?" Tanya ayah penasaran.


"Aku tidak bisa menyukai Kenan, aku sudah memilih kak Riko" ucapku kepada ayah.


"Jika kamu tidak memilih Riko, apa kamu akan menyukai Kenan?" Tanya ayah padaku.


"Mungkin tidak" jawabku.


"Kenapa?" Tanya ayah kepada aku.


"Karena di dalam hati aku sudah ada kak Riko, mungkin aku akan mencintai Kenan sebagai sahabat dan saudara untuk selamanya" ucapku sambil tersenyum.


"Baiklah, sekarang ayah sudah mengerti. Ikut ayah ke kamar, ada yang ingin ayah bicarakan" ucap ayah kepadaku.


"Baik ayah" jawabku kepada ayah.