
Kenan terlihat shock dan dia menjawab "baik, saya tidak akan pergi"
Aku tersenyum mendengar kata-kata itu dan aku mengatakan "terima kasih Kenan"
Kenan menjawab "tuan putri tidak perlu berterima kasih"
Aku mengatakan "ayo ibunda, Kenan, kita pergi ke kamar aku dan kita mengobrol bersama"
Ibunda dan Kenan menjawab "iya"
Kami berjalan ke kamar aku, saat aku ingin masuk kamar, aku menoleh ke arah dayang dan aku menyuruh semua dayang menunggu diluar kamar. Di kamar hanya ada aku, ibunda dan Kenan. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu dan berkata "maaf tuan putri, kami diluar membawa makanan untuk tuan putri"
Aku menjawab "bawa masuk makanan itu"
Dayang mengatakan "baik tuan putri"
Semua dayang masuk ke kamar membawa makanan, mereka meletakkan makanan di meja dan kemudian mengatakan "kami permisi tuan putri"
Dayang pergi keluar kamar kemudian menutup pintu kamar aku, aku mengatakan "sebenarnya kemarin aku sudah mengobrol dengan Kenan jika siang ini aku akan mencari ayah dan bertemu dengannya"
Ibunda menjawab "kamu bercerita pada Kenan tetapi tidak menceritakan pada ibunda?"
Aku mengatakan "aku minta maaf ibunda, aku hanya ingin memberitahu ibunda tentang ayah setelah aku bertemu dengan ayah"
Ibunda menjawab "sejak kapan kamu tahu tentang ayah kamu?"
Ibunda menjawab "kamu benar bertemu ayah kamu? Apa dia masih ingat pada ibunda?" (Ucap ibunda dengan wajah sedih)
Aku mengatakan "iya ayah sangat mencintai ibunda, dan ayah sangat merindukan ibunda. Tapi kakek tahu bahwa ibunda berbeda dengan mereka, dan sepertinya kakek tidak menyukai ibunda, paman juga terlihat sangat membenci ayah dan aku"
Ibunda bertanya "paman siapa?"
Aku menjawab "paman Rafa, dia adik dari ayah. Tapi sejak bertemu pertama kali dengannya, aku merasa bahwa dia membenci aku dan ayah"
Ibunda mengatakan "mungkin itu hanya perasaan kamu saja, tapi jika menurut kamu dia membenci kamu dan ayah kamu, maka kamu harus berhati-hati dan jaga ayah kamu supaya tidak terjadi sesuatu padanya"
Aku menjawab "tanpa ibunda suruh, aku juga akan menjaga ayah. Ayah selalu menjaga aku dan sudah kewajiban aku untuk menjaga dan membuat bahagia ayah dan ibunda" (ucapku sambil tersenyum)
Ibunda memeluk aku dan mengatakan "kamu benar-benar putri kecil yang sangat manis"
Aku membalas pelukan Ibunda dan menjawab "iya dong, aku kan satu-satunya putri ayah dan ibunda"
Ibunda melepaskan pelukannya dan mengatakan "ya sudah, kamu makan makanan kamu, katanya kamu lapar"
Aku memakan makanan yang sudah disediakan dayang, aku menoleh ke arah ibunda dan Kenan kemudian mengatakan "ibunda sama Kenan bantuin aku makan, aku tidak mungkin menghabiskan makanan ini sendiri kan"
Ibunda menjawab "iya putri ku yang bawel"
Ibunda dan Kenan memakan makanan bersama aku, aku tersadar akan janji ku dengan kak Riko, aku melihat jam tangan dan ternyata sudah jam 18.10, aku menoleh ke arah ibunda dan Kenan kemudian mengatakan "ibunda dan Kenan habiskan makanan ini, aku ada janji makan malam bersama kak Riko jam setengah 7 dan sekarang hampir jam setengah 7"