
Ayah menjawab "ayo sayang" (ucap ayah sambil tersenyum)
Kami terbang menuju taman belakang rumah, aku melihat kak Riko duduk di ayunan sambil membaca buku pelajaran. Kak Riko sudah mengenakan pakaian rapi untuk berangkat ke kampus, dan kak Riko sudah terlihat tampan seperti biasa. Aku dan ayah menghampiri kak Riko, kak Riko tahu aku datang, sehingga dia menoleh ke arah aku dan berdiri. Kak Riko terlihat terkejut melihat aku, mungkin kak Riko terkejut melihat ayah. Aku dan ayah menghampiri kak Riko, saat kaki kami berada di tanah, aku mengatakan "ayah, kita berubah jadi manusia, nanti ada yang melihat wujud asli kita, nanti kita dalam bahaya"
Ayah menjawab "baiklah putri kecil"
Dalam sekejap kami berubah menjadi manusia biasa, ayah menoleh ke arah aku dan mengatakan "kamu cepat menyerap kekuatan yang ada pada dirimu" (ucap ayah sambil tersenyum)
Aku menjawab "tentu aku hebat, karena aku punya ayah dan ibunda yang sangat hebat sebagai orang tua aku. Ayo kita menemui kak Riko" (ucapku sambil tersenyum)
Kami berjalan mendekati kak Riko, aku melihat wajah kak Riko yang penuh tanda tanya. Aku tersenyum pada kak Riko, saat berada di depan kak Riko, aku mengatakan " hai kak, kakak sudah lama menunggu aku ya?"
Kak Riko menjawab "iya, lumayan"
Aku mengatakan "oh ya kak, perkenalkan, ini ayah kandung aku, namanya Rama Yoviene"
Ayah mengulurkan tangannya dan kak Riko juga mengulurkan tangannya, mereka berjabat tangan. Ayah mengatakan "jadi kamu, laki-laki yang dicintai Amora?"
Kak Riko terlihat bingung dan menjawab "maaf siapa Amora?"
Ayah tertawa mendengar ucapan kak Riko, ayah melepaskan tangannya dan merangkul aku, ayah mengatakan "putri kesayangan aku terlahir dengan nama Amora Yoviene"
Kak Riko menjawab "maaf, saya lupa jika Rindu terlahir dengan nama Amora Yoviene"
Ayah mengatakan "tidak apa-apa, asal putri kecil bahagia, saya juga akan bahagia" (ucap ayah melihat ke arahku sambil tersenyum)
Aku membalas senyuman ayah, aku menjawab "aku juga sangat sayang sama ayah, ayah adalah ayah terbaik"
Kak Riko menjawab "saya akan menjaga putri anda dengan baik"
Ayah mengatakan "jangan panggil aku dengan sebutan anda, panggil saja aku ayah"
Kak Riko tersenyum dan dia menjawab "baik ayah"
Ayah mengatakan "ayah pamit pulang dulu, kamu hati-hati, jaga diri kamumu baik-baik sayang" (ucap ayah sambil tersenyum)
Aku menjawab "iya ayah, ayah juga jaga diri ayah" (ucapku sambil tersenyum)
Ayah mengatakan "besok pagi jangan lupa datang untuk membuat buku silsilah keluarga ya sayang"
Aku menjawab "iya ayah tersayang"
Ayah mengatakan "dah sayang"
Aku menjawab "dah ayah"
Ayah berubah menjadi peri, ayah terbang ke langit dan menghilang. Aku menoleh ke arah kak Riko, kak Riko bertanya "tadi benar ayah kandung kamu?"
Aku menjawab "iya, dia ayah kandung aku, memang kenapa?"
Kak Riko mengatakan "ayah kamu sangat tampan dan tidak ada sedikit saja kerutan di wajah ayah kamu"
Aku menjawab "ayah, ibunda dan kakek aku juga tidak terlihat setua usianya, mereka awet muda dan memiliki hidup lama karena kami bukan bangsa manusia, kami termasuk makhluk Immortal dengan banyak kekuatan dalam diri kami" (ucapku sambil tersenyum)