
Kak Riko mengatakan "lalu bagaimana dengan ayah kandung kamu? Dimana ayah kandung kamu?"
Aku menjawab "awalnya aku tidak tahu siapa ayah kandung aku, tapi saat aku terluka dan mengalami koma beberapa hari yang lalu, disaat koma itu aku bertemu dengan ayah. Ayah memberi tahu aku bagaimana caranya aku bisa bertemu dengannya, tadi siang aku bertemu dengan ayah"
Kak Riko bertanya "apa ayah kandung kamu adalah orang yang memiliki sayap?"
Aku terkejut mendengar pertanyaan kak Riko, aku menjawab "jadi kakak melihat kejadian tadi siang di taman belakang sekolah aku? Tapi kenapa tadi waktu aku tanya, kakak justru berbohong?"
Kak Riko mengatakan "karena aku ingin kamu berkata jujur, aku ingin kamu sendiri yang mengatakan kebenarannya" (kata kak Riko dengan keras)
Aku terkejut dan menjawab "maaf kak, aku benar-benar takut jika kakak, papa dan mama tahu yang sebenarnya. Aku hanya ingin tinggal di sini, aku ingin hidup sebagai manusia"
Kak Riko mengatakan "siapa Kenan?"
Aku bertanya "kakak, bagaimana bisa tahu tentang Kenan? Kakak membaca buku diary aku?"
Kak Riko menjawab "tadi siang, setelah kakak tahu bahwa kamu bukan manusia. Kakak mencari tahu lewat buku diary kamu dan dari laptop kamu, dalam buku diary tertulis nama Kenan, jadi siapa Kenan?"
Aku mengatakan "Kenan adalah tabib di dunia duyung, Kenan yang sudah mengobati aku, dia adalah sahabat aku"
Kak Riko bertanya "apa kamu menyukai Kenan?"
Aku menjawab "aku tidak mencintai Kenan seperti laki-laki dan perempuan, tapi aku mencintai Kenan seperti sahabat dan saudara"
Kak Riko menarik nafas panjang dan kemudian menghembuskan nafas, kak Riko bertanya "aku bukan kakak kandung kamu, apa kamu mencintai aku?"
Aku mengatakan "maksud kakak?"
Aku mengatakan "aku... Aku juga jatuh cinta sama kakak"
Kak Riko memeluk aku dan bertanya "kapan kamu mencintai aku?"
Aku menjawab "saat di salon, saat kita akan pergi ke acara kampus kakak"
Kak Riko tiba-tiba mencium aku, ciuman yang sangat lembut dan penuh kasih sayang. Kak Riko melepaskan ciumannya dan mengatakan "terima kasih karena sudah mencintai aku" (ucapnya sambil tersenyum)
Aku membalas senyumannya dan menjawab "iya kak"
Kak Riko bertanya "jadi kita sekarang jadi sepasang kekasih?"
Aku menjawab "terserah kakak"
Kak Riko mengatakan "sekarang kita sepasang kekasih, ayo kita ngedate" (ucap kak Riko tersenyum)
Aku tersenyum dan menjawab "ayo, tapi aku ganti baju dahulu, kakak tunggu diluar saja"
Kak Riko mengatakan "tidak mau, aku tunggu disini, aku kan kekasih kamu" (ucapnya sambil tersenyum)
Aku menarik tangan kak Riko dan memaksa kak Riko pergi dari kamar, tiba-tiba dia mencium kening aku dan mengatakan "iya princess jelek, aku tunggu diluar" (ucapnya sambil tersenyum)
Kemudian kak Riko lari dan turun ke bawah, aku masuk lagi ke kamar. Aku menutup pintu kamar dan mengatakan "dasar kak Riko, jahil banget" (ucapku sambil tersenyum)
Aku berjalan menuju lemari pakaian, aku memilih baju yang terlihat santai tapi elegan. Aku memilih celana jeans berwarna hitam, baju berwarna putih dan memakai kalung berwarna coklat. Setelah mengganti pakaian, aku menyisir rambut aku, aku membiarkan rambut aku terurai. Aku memakai bando berwarna hitam, kemudian aku memakai tas berwarna putih sama seperti warna bajuku. Aku memakai riasan yang sangat sederhana, dan memakai lipstik warna bibir.