Amora'S True Love Part 1

Amora'S True Love Part 1
mengambil uang sumbangan



"Kalau semua sudah aman, kita bisa bubar sekarang. Yang bagian mengambil uang sumbangan kelas tetap disini" ucap Rani sebagai ketua penanggung jawab


Yang lain pergi keluar, kami berempat dan Cindy tetap di ruangan.


"Bagaimana kalau waktu istirahat ini kita ambil ke kakak kelas dan adek kelas, sementara temen kita, kita ambil saat pulang sekolah?" Ucapku memberikan saran


"Boleh, aku setuju, bagaimana dengan yang lain?" Jawab siska


"Ya sudah sekarang kita ambil ke kakak kelas dan adik kelas" ucap Jesika sambil tersenyum


"Kamu bagaimana Cin?" Tanyaku pada Cindy


"Aku setuju, tapi aku jangan suruh ambil di kelas Elvano ya" ucap Cindy terlihat tidak senang


"Kelas Elvano nanti yang ambil aku sama Jesika" ucapku sambil tersenyum


"Syukurlah" ucap Cindy terlihat bahagia


"Jadi berita kamu putus sama Affandi benar?" Tanya Siska


"Iya seminggu yang lalu Affandi mutusin aku karena sudah jadian dengan Michelle" ucap Cindy terlihat sedih


"Sabar ya Cin, kamu pasti akan mendapatkan pengganti yang jauh lebih baik dari Affandi" ucapku sambil tersenyum


"Lupakan Affandi, laki-laki brengsek seperti dia, tidak pantas mendapatkan air mata kamu" ucap Jesika sambil tersenyum


"Semangat Cin, kamu pasti bisa move on" ucap Rani sambil tersenyum


"Makasih sudah menyemangati aku" ucap Cindy sambil tersenyum


"Ayo" jawab jesika, siska dan cindy


Kami keluar ruangan, aku dan Jesika pergi ke arah kanan, sementara Siska dan Cindy pergi ke arah kiri. Aku dan Jesika memasuki kelas kakak kelas dan adik kelas yang ada di sebelah kanan. Bel masuk berbunyi, aku dan Jesika bergegas menuju ke kelas. Saat sampai didepan kelas, kami bertemu dengan Cindy dan siska. Kami masuk kelas bersama, kami memberikan hasil uang sumbangan kepada Rani. Guru datang dan pelajaran dimulai.


Jam setengah dua belas, Rani maju ke pak Alex untuk meminta izin dengan memberikan surat izin dari kepala sekolah. Pak Alex mengizinkan kami berlima untuk keluar mengambil uang sumbangan, Rani memilih ikut bersama aku dan Jesika mengambil uang sumbangan. Kami bertiga pergi mengambil uang dari kelas yang paling jauh dari kelas kita, satu persatu kami bertiga mengambil uang sumbangan dari teman-teman kami.


Sekarang tinggal satu kelas, yaitu kelas Elvano. Kami bertiga memasuki kelas Elvano, kami bertiga meminta izin kepada guru yang mengajar untuk memberikan sedikit waktu ke kita bertiga untuk meminta sumbangan dana.


"Kalian bertiga tunggu di luar sebentar" ucap Bu Betty


"Baik Bu, kalau begitu kami permisi dahulu" ucapku sambil tersenyum


Kami bertiga menunggu di luar, lima menit kemudian Bu Betty keluar kelas.


"Silahkan masuk, ibu sudah selesai mengajar" ucap Bu Betty sambil tersenyum


"Baik Bu, kami permisi masuk ke dalam" ucap Rani sambil tersenyum.


Bu Betty pergi meninggalkan kelas El. Aku, Rani dan Jesika masuk ke dalam kelas El. Aku melihat El mencari sesuatu di dalam tas, tidak tahu kenapa suasana jadi aneh.


"Permisi, kami kesini untuk meminta uang sumbangan dari kelas kalian. Semoga di acara amal ini, kalian bisa berpartisipasi dan ikut memeriahkan acara amal ini" ucap Rani dengan sopan


El maju ke depan dan memberikan uangnya padaku.


"Ini Rindu uang dari kelas kita" ucap El sambil tersenyum