Amora'S True Love Part 1

Amora'S True Love Part 1
Rose yang menyebalkan



Rindu part


Aku melihat kekhawatiran di wajah kak Riko saat aku bilang mau pergi ke toilet sendiri, tapi aku tidak ingin menganggu kak riko dan sahabatnya mengobrol. Aku pergi sesuai kata kak Riko saat menjelaskan dimana toilet itu berada, setelah sampai pintu aku belok kiri. Pintu ke empat bertuliskan toilet, aku masuk dan pergi ke toilet perempuan. Setelah buang air kecil, aku merasa ada bahaya yang akan datang, aku melihat ke atas dan ternyata benar, ada seseorang yang ingin menyiram aku menggunakan air, tapi aku mencoba fokus untuk menghentikan air tersebut agar tidak mengenai aku. Air itu jatuh di hadapan aku, aku bergumam “untung tidak mengenai aku, kalau tidak aku akan berubah menjadi duyung” (ucapku lirih).


Aku keluar dari toilet dan melihat riasan aku, aku membersihkan keringat di wajah aku dengan tisu yang aku bawa di dalam tas. Setelah membersihkan wajah ku, tiba-tiba ada yang menarik rambut aku. Aku menoleh dan aku melihat Rose sedang menarik rambut aku. Dia mengatakan “cewek sialan, kamu tidak basah karena air yang aku siramkan pada kamu, kamu sangat beruntung rupanya”.


Dengan marah aku menjawab “jadi kamu yang menyiram aku menggunakan air dari atas toilet tadi”.


Dia mengatakan “iya, aku yang menyiram kamu menggunakan air tadi. Aku peringatkan ke kamu, jauhi Riko atau aku akan membuat kamu menderita selamanya”.


Aku tertawa, kemudian menarik rambut Rose dengan keras sehingga membuatnya melepaskan rambut aku dan aku mengatakan “kamu mengancam orang yang salah Rose, sampai kapanpun aku tidak akan pernah menjauhi kak Riko. Justru kamu lah yang harus menjauhinya, karena kak Riko tidak menyukai kamu. Apa perlu aku ingatkan kalau setiap kamu mengodanya dan kak Riko selalu menolak kamu”.


Aku mendorongnya keluar kamar mandi dan dia pergi dengan wajah marah, aku memperbaiki rambut aku agar kak Riko tidak khawatir melihat aku datang dengan rambut acak-acakan karena kelakuan si Rose itu. Cukup lama untuk merapikan rambut aku, setelah selesai aku kembali menemui kak Riko dan yang lainnya. Aku melihat kekhawatiran di wajahnya sehingga aku tersenyum agar kak Riko tidak khawatir lagi. Jam sembilan malam dan kak Riko mengajak aku untuk pulang “princess kita pulang yuk, sudah malam ini. Nanti mama papa khawatir karena kita pulang larut malam”(ucap kak Riko sambil tersenyum).


Kak Riko berpamitan pada kak Andi, kak Bimo, kak Dimas dan kak Farel “bro, kami pulang dulu. Kasian Rindu kalau pulang kemalaman, besok dia harus berangkat sekolah pagi”.


Kak Farel mengatakan “ya sudah kalian pulang saja, kasian Rindu pasti juga capek dan mengantuk".


Kak Riko mengatakan "bye semua".


Kak Dimas, kak Andi, kak Bimo dan kak Farel menjawab "bye".


Aku dan kak Riko menuju parkiran mobil dan kami langsung masuk mobil, kak Riko menjalankan mobilnya. Diperjalanan aku kelelahan dan akhirnya tertidur, saat aku bangun tiba-tiba aku ada di dalam kamar aku. Aku berfikir "siapa yang menggendong aku?, apa mungkin kak Riko?".


Saat aku melihat jam ternyata aku sudah terlambat, aku mandi dan menuju ke bawah untuk sarapan bersama Papa, Mama dan kak Riko seperti biasa. Mama tiba-tiba ngomong "kasian temen mama, dia ditinggal anaknya, anaknya pergi dari rumah sudah tiga hari".