
Aku menjawab "bukan kamu yang tidak pantas untuk bersama aku, aku sudah mencintai laki-laki lain. Aku harap kamu bisa mencintai perempuan lain dan bahagia bersama perempuan lain" (ucapku dengan perasaan bersalah).
Kenan mengatakan "aku tidak masalah jika kamu tidak mencintai aku, tapi izinkan aku untuk tetap mencintai kamu. Aku bahagia dengan perasaan ini, walaupun aku tahu, aku tidak bisa memiliki kamu" (ucap Kenan sambil tersenyum).
Aku menjawab "tapi kamu harus membuka hati kamu untuk mencintai perempuan lain, jangan mencintai aku seumur hidup kamu. Kamu pantas untuk bahagia, kamu harus bahagia bersama perempuan lain" (ucapku sambil tersenyum).
Kenan mengatakan "baik, suatu hari nanti aku akan berusaha mencintai perempuan lain. Sekarang kamu tidak perlu memikirkan tentang aku, ataupun cinta aku ke kamu. Anggap saja kita adalah sahabat, kamu tidak perlu berfikir tentang perasaan aku ke kamu" (ucap Kenan sambil tersenyum).
Aku menjawab "tapi Kenan....".
Kenan mengatakan "tidak ada tapi, sekarang kamu harus istirahat. Aku harus membuatkan kamu obat, supaya kamu cepat sembuh" (ucap Kenan sambil tersenyum).
Aku menjawab "terima kasih Kenan" (ucapku sambil tersenyum).
Kenan mengatakan "ayo kita pergi ke kamar kamu, supaya kamu bisa beristirahat" (ucap Kenan sambil tersenyum).
Aku menjawab "kita pamit dahulu sama ibunda dan Romo, nanti Romo dan ibunda bingung mencari kita" (ucapku sambil tersenyum).
Kenan mengatakan "baik Amora, kita temui yang mulia raja dan yang mulia putri Afra" (ucap Kenan sambil tersenyum).
Aku menjawab "ayo Kenan, kita kembali ke aula utama" (ucapku sambil tersenyum).
Kenan mengatakan "ayo Amora" (ucap Kenan sambil tersenyum).
Kami berjalan menuju aula utama, aku melihat Romo dan ibunda sedang mengobrol dengan para menteri.
Romo menjawab "pergilah Amora, kamu harus banyak istirahat" (ucap Romo sambil tersenyum).
Aku menjawab "terima kasih Romo. Ibunda, Amora pergi dahulu" (ucapku sambil tersenyum).
"Iya Amora" ucap Romo.
"Iya sayang, istirahatlah" ucap ibunda.
Aku dan Kenan pergi keluar dari aula utama, aku dan Kenan berjalan menuju kamar aku.
Kami masuk ke dalam kamar, Kenan mengatakan "kamu tidurlah Amora, aku akan mengambil obat-obatan untuk kamu dan aku harus memanggil beberapa dayang untuk membantu meracik obat" (ucap Kenan sambil tersenyum).
Aku menjawab "okay Kenan" (ucapku sambil tersenyum).
Kenan mengatakan "kalau begitu, aku pergi dahulu" (ucap Kenan sambil tersenyum).
Aku tersenyum pada Kenan, Kenan pergi meninggalkan aku. Aku melihat Kenan menutup pintu dan kemudian dia tidak terlihat. Kenan sangat baik sama aku, walaupun Kenan tahu bahwa aku tidak mencintai dia. Tapi Kenan tetap baik padaku, dia tetap peduli padaku. Seandainya aku tidak mengenal kak Riko, mungkin aku akan menerima cinta Kenan. Tapi semua hanya seandainya, maafkan aku Kenan. Semoga, suatu hari nanti kamu akan menemukan seseorang yang sangat mencintai kamu dan akan membuat kamu bahagia. Terima kasih sudah mencintai aku Kenan, ribuan maaf dari aku tidak akan bisa menghilangkan rasa sakit dihati kamu. Aku mencoba untuk tertidur, aku merasa ngantuk dan aku tertidur.
PYARRRR.....
Aku mendengar suara pecahan, aku terbangun dari tidur aku.