
Kami bercerita tentang hal-hal lucu yang terjadi, aku merasa lega, karena setidaknya aku bisa mengatakan bahwa aku memiliki rahasia yang tidak bisa aku katakan sekarang. Aku berharap kebahagiaan bersama mereka akan selamanya terjadi, semoga ke depannya tidak terjadi masalah yang membuat aku berpisah dari mereka. Setelah selesai makan, papa pergi ke kantor. Kak Riko mengatakan "princess, ayo kita berangkat".
Aku menjawab "iya kak".
Kami berpamitan pada papa dan mama, kami berjalan menuju mobil. Kami berangkat menuju sekolah aku, dalam perjalanan, kak Riko bertanya "kamu sembunyikan rahasia apa?".
Aku menjawab "maaf kak, aku tidak bisa memberi tahu kakak sekarang. Jika waktunya tepat, aku akan memberitahu kakak semua rahasia aku".
Kak Riko mengatakan "kamu janji, saat waktunya tepat, kamu akan beritahu aku semua rahasia kamu" (sambil memberikan jari kelingkingnya).
Aku menautkan jari kelingking aku ke jari kelingking kak Riko, dan aku mengatakan "aku janji" (ucapku sambil tersenyum).
Aku melepaskan jari aku dan keluar dari mobil, aku melambaikan tangan ku dan aku melihat mobil kak Riko pergi. Aku menghampiri teman-teman ku, kami berjalan bersama menuju kelas.
Bel pertanda masuk berbunyi, pelajaran pertama adalah olahraga. Semua berganti pakaian di toilet, semua memakai pakaian olahraga. Semua berjalan menuju ke lapangan, aku juga berjalan menuju lapangan bersama teman-teman ku sambil mengobrol. Saat sampai lapangan, aku menuju ke arah guru olahraga dan aku mengatakan "maaf pak, saya hari ini sedang sakit, jadi tidak bisa mengikuti pelajaran olahraga".
Pak Alex (guru olahraga) bertanya "kamu sakit apa? tapi kamu terlihat baik-baik saja".
Aku menjawab "beberapa hari yang lalu waktu saya tidak masuk sekolah, saya menolong seseorang dan akhirnya saya yang tertusuk, karena tusukan itu parah hingga membuat saya koma beberapa hari. Sekarang luka itu belum sembuh sepenuhnya, saya takut, jika saya ikut olahraga maka akan membuka jahitan lukanya"
Pak Alex mengatakan "ya sudah, kamu istirahat di kelas saja".
Aku melambaikan tangan pada teman-teman ku, aku berjalan meninggalkan lapangan. Aku berjalan menuju taman belakang, taman belakang selalu sepi jika pelajaran dimulai. Aku melihat sekeliling untuk memastikan tidak ada orang yang akan melihat wujud asli aku, saat aku yakin tidak ada orang yang melihat aku dan aku fokus pada kalung ku dan tiba-tiba muncul sayap berwarna pink dan pakaian ku berubah berwarna pink.
Aku memegang kapala aku dan ternyata ada mahkota, aku mencoba melepaskannya tapi tidak bisa terlepas dan aku berfikir "ya sudahlah, biarkan saja. Sekarang aku harus menemukan pagar pembatas dan memasuki dunia peri, kemudian aku harus mencari ayah. Lebih baik aku pergi sekarang, daripada ada orang yang datang dan melihat wujud asli aku ini. Aku pergi menuju langit, aku terbang semakin tinggi hingga aku menemukan pagar pembatas itu.
.
.
.
RIKO PART
Setelah Rindu keluar dari mobil, aku pergi ke kampus. Saat ingin mengambil handphone yang berbunyi, aku melihat handphone Rindu. Aku memutar arah dan kembali ke sekolah Rindu secepat mungkin, saat sampai pagar sekolah sudah ditutup. Aku memanggil satpam sekolah dan satpam mengatakan "ada apa mas?".
Aku menjawab "barang adik saya ketinggalan, saya mau memberikan barangnya".
Satpam mengatakan "berikan saja pada saya, nanti saya berikan. Nama adik mas siapa dan kelasnya apa?".
Aku menjawab "nama adik saya Rindu, tapi saya tidak tahu dia di kelas apa".