Amora'S True Love Part 1

Amora'S True Love Part 1
makan malam yang sederhana



Aku membuka mata aku, aku melihat wajah kak Riko. Kak Riko mengatakan "ayo bangun, kita makan, atau kamu mau istirahat dahulu?"


Aku menjawab "makan saja, setelah makan, aku pergi ke dunia duyung untuk pengobatan" (ucapku sambil mengucek mata)


Kak Riko mengatakan "ayo kita makan" (ucap kak Riko sambil tersenyum)


Aku mejawab "kakak yang membawa semua makanan ini sendirian?"


Kak Riko mengatakan "tidak, tadi aku minta bantuan bibi untuk membawanya ke sini" (ucap kak Riko sambil tersenyum)


Aku menjawab "ya sudah, ayo kita makan kak" (ucapku sambil tersenyum)


Kak Riko membantu aku bangkit dari tempat tidur, kami makan di meja belajar. Kak Riko mengambil kursi yang ada di meja rias, dan duduk disamping aku.


Kami makan bersama, aku mengatakan "kakak dari tadi belum makan? memang kakak tidak lapar?"


Kak Riko menjawab "lapar sih, tapi aku ingin makan sama kamu. Lagi pula aku juga tidak napsu makan kalau tidak ada kamu" (ucap kak Riko sambil tersenyum)


Aku mengatakan "oh begitu"


Kak Riko menjawab "kita habiskan makanan ini dahulu, setelah itu baru kita mengobrol. Kamu baru saja terluka, jadi sekarang harus makan yang banyak" (ucap kak Riko sambil tersenyum)


Aku menjawab "okay kak" (ucapku sambil tersenyum)


Kami memakan makanan, kak Riko menyuruh aku makan buah dan meminum susu setelah makan.


Beberapa menit kemudian kami berdua selesai makan, kak Riko mengatakan "ayo kita mengobrol di tempat tidur, biar kamu bisa istirahat" (ucap kak Riko dengan penuh perhatian)


Aku menjawab "okay kak"


Kak Riko membantu aku menuju ke tempat tidur, kak Riko membantu aku duduk di tempat tidur. Setelah duduk, kak Riko mengatakan "luka kamu tidak apa-apa kan?"


Kak Riko mengatakan "kamu baik banget sama Kenan, aku jadi cemburu" (ucap kak Riko dengan bibir cemberut)


Aku memeluk kak Riko dan mengatakan "kenapa kakak cemburu, aku kan cuma cinta sama kak Riko" (ucapku sambil tersenyum)


Kak Riko mengatakan "boleh aku mencium kamu sayang?"


Aku menjawab "kalau cium kening boleh" (ucapku sambil tertawa)


Aku melihat kak Riko dengan wajah sedih, kak Riko mengatakan "ya sudahlah, aku tidak jadi mencium kamu"


Aku mencium bibir kak Riko, kak Riko membalas ciuman aku dengan sangat lembut. Semakin lama, ciuman kak Riko semakin panas. Kak Riko memainkan lidah aku, dia juga meremas payudara aku. Entah kenapa aku sangat menikmati ciuman ini, ciuman kak Riko sangat nikmat. Beberapa menit kemudian, kak Riko melepaskan ciumannya, nafas kami terengah-engah.


Kak Riko mengatakan "maaf sayang, ciuman aku tadi menyakiti kamu ya?"


Aku menjawab "tidak kok kak, aku tidak merasa sakit" (ucapku sambil tersenyum)


Kak Riko mengatakan "jadi kamu suka ciuman tadi?"


Aku menjawab "aku tidak mau menjawab pertanyaan kakak, terlalu vulgar" (ucapku sambil menjulurkan lidah)


Kak Riko tertawa, kak Riko mengatakan "kamu tidak mau menjawab juga tidak apa-apa, aku sudah tahu jawabannya saat tadi kita berciuman"


Aku menjawab "memang apa yang kakak tahu?"


Kak Riko mengatakan "tidak ada yang pernah mencium kamu, tadi kamu menikmati ciuman kita kan" (ucap kak Riko sambil tersenyum)


Aku menjawab "ih sok tahu banget sih kak"


Kak Riko mengatakan "sudahlah sayang, kamu tidak perlu berbohong dan menutupi perasaan kamu, aku sudah tahu semuanya" (ucap kak Riko sambil tersenyum)