Amora'S True Love Part 1

Amora'S True Love Part 1
amarah jesika



Ini Rindu" ucap El dengan memberikan uang kepadaku


"Kamu tunggu disini dulu, aku mau memberikan uang ini ke Rani" ucapku sambil tersenyum


"Iya Rindu" ucap El sambil tersenyum


Aku berjalan menuju Rani dan yang lainnya, aku memberikan uang milik kakak kelas kepada Rani


"Ini Ran uang milik kakak kelas" ucapku sambil tersenyum.


"Makasih Rindu, oh ya kita kan sudah selesai menghitung, kita pulang yuk" ucap Rani sambil tersenyum


"Ayo" ucap kami secara bersamaan


Aku kembali menuju ke arah El, aku menghampiri El


"Ayo kita pulang El" ucapku sambil tersenyum


"Ayo Rindu" ucap El sambil tersenyum


"Bentar El, aku telepon kak Riko dulu untuk menjemput aku" ucapku sambil tersenyum


Aku menelepon kak Riko untuk segera menjemput aku, kak Riko mengangkat telepon dan mengatakan akan segera menjemput aku


Aku, Elvano, Rani Jesika, Siska dan Cindy keluar dari kelas, kami berjalan menuju perkiraan.


"Aku pulang dahulu ya, supir aku sudah jemput" ucap Cindy


"Okay Cin" ucap kami semua


Cindy masuk ke dalam mobil dan pergi pulang. Kami berlima duduk di kursi, kami menunggu orang yang menjemput aku dan Jesika.


"El mau menunggu juga?, Bukannya El naik mobil sendiri?" Tanya Siska pada El


"Aku cuma mau menemani Rindu sampai Rindu dijemput" ucap El sambil tersenyum


"So sweet banget sih El" jawab Rani secara spontan


Ekspresi wajah Jesika berubah menjadi sedih, aku bingung harus bagaimana. Aku memiliki ide untuk mengajak berbicara Jesika, supaya Jesika tidak sedih lagi


"Jes, kamu lapar tidak?" Tanyaku sambil tersenyum


"Aku tidak lapar" jawab Jesika dengan ketus


"KAMU MeNGERTI TIDAK SIH RINDU, AKU TIDAK LAPAR, AKU TIDAK INGIN MINUM ATAU MAKAN APAPUN!!!" Ucap Jesika dengan nada tinggi


Aku dan yang lainnya terkejut mendengar ucapan Jesika yang sangat keras dan menyakitkan seperti itu, pertama kalinya kami mendengar Jesika berbicara seperti itu. Jesika yang aku kenal adalah orang yang baik, ramah, selalu tersenyum. Tapi Jesika yang sekarang seperti bukan Jesika yang aku kenal.


"Mmm, baiklah jika kamu tidak mau makan ataupun minum, maaf sudah menganggu kamu" ucapku sedih, aku dan yang lain diam saja


"Kamu jahat banget jadi cewek, maksud Rindu kan baik. Dia perhatian sama kamu, tidak seharusnya Rindu punya sahabat seperti kamu" ucap El dengan nada memaki kepada Jesika


"Kamu tidak apa-apa kan Rindu?" Ucap El menenangkan aku


"Aku tidak apa-apa kok El, kamu tenang saja" ucapku sambil tersenyum


"Jes kamu kenapa?" Tanya Rani pada Jesika


"Kenapa kamu membentak Rin seperti tadi, Rin udah baik sama kamu, dia perhatian sama kamu" ucap Siska dengan nada yang sedikit marah


Jesika terdiam, Jesika tidak mengatakan apapun. Aku tidak berharap Jesika meminta maaf padaku, bagaimanapun Jesika adalah sahabat aku, aku tahu Jesika seperti tadi, karena Jesika cemburu melihat aku dan El bersama.


"Sudah, kalian semua jangan menyalakan Jesika, ini semua salahku" ucapku sambil tersenyum


"Liat Rindu masih membela kamu walaupun kamu sudah membentak dan kasar sama Rindu" ucap El dengan marah


"El jangan marahin Jesika, mungkin dia lagi badmood Karena itu dia marah" ucapku sambil tersenyum


.


.


.


.


.


.


.


.


*mohon maaf untuk lamanya waktu update, selamat membaca dan selamat menjalankan ibadah puasa teman-teman*