
Kak Riko mengatakan "ya sudah, aku bantu kamu jalan ke kamar mandi, kali ini tidak ada penolakan".
Dengan pasrah aku menjawab "baiklah kak".
Kak Riko membantu aku berjalan ke kamar mandi, setelah sampai kamar mandi, kak Riko keluar dan menutup pintu kamar mandi. Aku membuka baju dan kemudian menyalakan air, aku berendam di dalam bathtub dan mengatakan "untung kak Riko tidak membantu aku mandi, kalau tidak, dia pasti sudah tahu kalau aku memiliki ekor ini. Aku belum siap kalau kak Riko tahu bahwa aku bukan manusia, aku belum siap tahu bagaimana reaksinya saat tahu aku memiliki ekor".
Setelah puas berendam di dalam bathtub, aku keluar dari bathub. Aku mengeringkan ekor ku, saat ekor ku berubah jadi kaki, aku memakai jubah handuk dan keluar. Aku tidak melihat kak Riko di kamar, aku memakai baju dan kemudian turun ke bawah. Aku menuju ke ruang keluarga, tapi aku tidak melihat papa, mama dan kak riko. Aku berfikir "kemana papa, mama dan kak Riko? tidak seperti biasanya mereka tidak ada?".
Tiba-tiba ada yang mengagetkan aku dengan menepuk bahu aku dan mengatakan "hayo".
Aku menoleh dan aku melihat kak Riko, aku memasang wajah kesal dan kak Riko malah tertawa. Kak Riko menyuruh aku untuk duduk di sofa, aku menoleh ke arahnya dan mengatakan "kemana papa dan mama?".
Kak Riko menjawab "tadi papa sama mama bilang ada acara nikahan anak temen mama, berhubung kamu sudah pulang jadi mereka datang ke pesta. Katanya nanti pulangnya agak malam".
Aku mengatakan "oh begitu, kakak kenapa tidak ikut papa sama mama?".
Kak Riko menjawab "kenapa juga aku harus ikut papa sama mama?".
Aku mengatakan "ya siapa tahu kalau kakak mau ikut kakak bisa dijodoh kan sama anak temen mama papa gitu" (ucapku sambil tertawa).
Kemudian kak Riko pergi menaiki anak tangga, dia menuju ke kamarnya. Aku berfikir "tadi kak Riko mencium aku?, Ciuman pertama ku, apa mungkin itu juga ciuman pertama kak Riko?, Apa ciuman tadi maksudnya kak Riko mencintai aku?".
Aku duduk di kursi ruang keluarga, aku menutupi wajah ku dengan bantal. Tiba-tiba ada yang menepuk bahu aku dan mengatakan "non".
Aku menoleh, ternyata itu bibi. Aku menjawab "iya bi, ada apa?".
Bibi mengatakan "nona, baik-baik saja?, apa nona mau makan sesuatu?".
Aku menjawab "iya, aku baik-baik saja bi. Bibi boleh pergi, bibi tidak perlu khawatir dan aku tidak ingin makan".
Bibi mengatakan "baiklah kalau nona tidak kenapa-kenapa, bibi permisi dulu ya".
Bibi pergi ke dapur, aku berfikir "apa tadi bibi liat aku dan kak Riko berciuman?, Ya sudahlah daripada dipikirkan mending aku nonton televisi saja".
Aku menyalakan televisi, semakin lama aku semakin merasa mengantuk dan akhirnya aku tertidur, saat bangun tiba-tiba aku sudah ada di tempat tidur. Aku berfikir "tapi sepertinya aku kemarin bermimpi kalau yang menggendong aku itu adalah kak Riko, dan kak Riko mencium ku sebelum pergi, itu beneran atau cuma mimpi?".