
Jam setengah tujuh pagi aku pergi ke taman lagi, entah kenapa hati ku mengatakan bahwa kamu akan ada di taman ini. Aku tidak pernah berfikir bahwa kamu akan menghilang atau pergi seperti ini, aku menunggu dan terus menunggu hingga malam datang.
Saat malam, aku pulang ke rumah dan saat sampai rumah aku melihat polisi. Aku malas mendengar apa yang mereka katakan, aku naik ke kamar dan aku mandi. Setelah mandi aku duduk di tepi tempat tidur, selama berhari-hari aku tidak bisa tidur dan tidak selera makan. Saat aku melihat jam ternyata sudah jam sepuluh pagi, aku mandi kemudian turun ke bawah. Aku melihat papa, mama dan aku mengatakan "pa, ma aku pergi mencari Rindu ya".
Papa menjawab "Riko tunggu, tadi ada polisi yang menelpon, dia bilang ada kabar tentang Rindu. Sebentar lagi polisi datang untuk memberi tahu".
Aku mengatakan "papa serius polisi sudah ada kabar tentang Rindu?".
Papa menjawab "iya tadi polisi telpon, jadi kamu di rumah dulu saja dan mari kita dengarkan apa kata polisi".
Aku duduk bersama papa dan mama, tiga puluh menit kemudian polisi datang dan mengatakan "selamat siang bapak ibu".
Papa menjawab "selamat siang, ada kabar apa tentang putri saya?".
Polisi mengatakan "sebelumnya kami minta maaf karena harus mengatakan sesuatu yang buruk".
Aku marah karena mereka terlalu berbelit-belit, aku mengatakan "cepat katakan ada kabar apa tentang Rindu dan dimana dia sekarang?".
Hati ku rasanya hancur dan sangat sakit mendengar kabar itu, tapi aku tidak percaya bahwa Rindu sudah meninggal. Aku mengatakan "kalian pasti salah, Rindu belum meninggal, dia belum meninggal, dia masih hidup".
Polisi menjawab "saya tahu ini pasti berat untuk kalian semua tapi inilah kenyataannya, nona Rindu sudah meninggal dan dia ada di rumah sakit xx. Dia mengenakan seragam sekolah yang sama, dia juga memakai kalung dan cincin seperti yang kalian katakan. Jika kalian tidak percaya, kalian bisa pergi ke rumah sakit xx untuk memastikannya. Kalau begitu kami permisi dulu, selamat siang".
Polisi itu pergi dan aku mengatakan "polisi itu pasti bohong, rindu belum meninggal, pa, ma".
Mama menangis dan menjawab "cukup Riko, polisi sudah menemukan Rindu dalam keadaan meninggal. Polisi tidak mungkin salah orang, dan mengatakan bahwa jasad itu adalah jasadnya Rindu, mungkin itu memang benar jasadnya Rindu".
Aku duduk dan menangis kemudian mengatakan "aku tetap tidak percaya, Rindu masih hidup dan belum meninggal".
Aku melihat ke arah papa dan mama, papa memeluk mama dan mencoba menenangkan mama tapi aku melihat air mata membasahi pipi papa. Beberapa menit kemudian ada yang mengatakan "ma, pa, kak Riko kenapa kalian berkumpul dengan wajah sedih begitu?".
Aku menoleh ke sumber suara tersebut dan aku melihat ke arah suara tersebut, aku berlari dan memeluk Rindu sangat erat. Aku pikir ini hanya mimpi dan halusinasi aku. Tapi ini nyata, Rindu telah kembali, rasanya hati ku jadi tenang dan bahagia. Tapi melihat raut wajah Rindu, sepertinya dia sedang menahan rasa sakit. Aku sangat mengenal rindu seperti apa, dia akan selalu tersenyum walaupun dia lagi sakit dan terluka. Dia tidak pernah ingin membuat orang khawatir, aku harus cari tahu apa yang terjadi sebenarnya.