
Kak Riko mengatakan “princess aku mau mengambil minuman dan makanan untuk kamu, kamu tunggu disini saja bersama mereka berempat dan ingat jangan pergi kemana-mana”.
Aku menjawab “baik kak” (kemudian kak Riko mengelus rambut ku sambil tersenyum).
Kak Riko kemudian menatap ke empat temannya dan mengatakan “kalian berempat jaga Rindu baik-baik, awas sampai Rindu tersakiti”.
Mereka berempat kompak menjawab “iya Riko bawel”.
Kak Riko pergi mengambil makanan dan mimunan, kak Dimas bertanya “siapa yang suruh kamu merias cantik begini?”.
Kak Bimo menjawab “pasti Riko yang menyuruh, iya kan Rindu?”.
Aku mengatakan “iya, tadi pulang sekolah kak Riko tiba-tiba menyuruh aku ke butik dan menyuruh rias buat menemani ke acara kampus”.
Kak Farel menjawab “modus banget Riko itu” (tiba-tiba mereka tertawa).
Aku berfikir “apa yang nereka tertawakan?”.
tiba-tiba datang cewek yang mengenakan gaun seksi berwarna hitam yang menunjukan bentuk tubuhnya dan dia mengatakan “hi semua, dimana Riko?”.
Kak Bimo menjawab “itu disana, lagi mengambil minuman dan makanan” (sambil menujuk ke arah tempat makanan dan minuman).
Setelah tahu dimana kak Riko berada, dia langsung pergi begitu saja. Aku berfikir “sepertinya cewek tadi bukan cewek biasa dan dia terlihat punya niat jahat”.
Tiba-tiba kak Andi membuyarkan lamunan ku dengan mengatakan “Rindu, kamu harus berhati-hati dengan perempuan itu, dia bernama Rose”.
Aku bertanya “kenapa aku harus berhati-hati dengan perempuan itu?”.
Aku bertanya “apa hubungan dia dengan mahasiswi tersebut hingga mengurung perempuan lain di dalam toilet dengan kak Riko?”.
Kak Dimas menjawab “mahasiswi yang Rose kunci dalam toilet karena Rose cemburu melihat mahasiswi tersebut memeluk Riko, padahal mahasiswi tersebut tidak sengaja terpeleset di depan Riko dan Riko menolongnya. Lihat dia sedang merayu Riko tapi Riko menolaknya seperti biasa” (mereka berempat tertawa bersama).
Aku mengatakan “bagaimana kalau dia melihat aku dipeluk kak Riko ya?, apa dia bakal marah tidak jelas di acara ini?”.
Kak Bimo menjawab “coba saja, pasti seru. Kamu tenang saja kita semua akan melindungi kamu, terlebih Riko, dia pasti menjaga kamu. Kita bisa liat pertunjukan orang gila marah di acara ini” (kemudian kami berlima tertawa bersama).
Kak Riko tiba-tiba memeluk aku dari samping dengan salah satu tangan di pinggang ku dan membuat ku kaget, dia memberikan minuman dan makanan padaku sambil tersenyum dan mengatakan “ini untuk kamu princess”.
Aku menjawab “makasih kak” (kemudian memakan kue dan meminum minuman).
Kak Bimo mengatakan “makanan dan minuman untuk kami mana?”.
Kak Riko menjawab “ambil sendiri sana”.
Kak Andi mengakatan “jahat banget si Riko”.
Kak Dimas menjawab “Riko cuma baik sama Rindu saja, sama sahabatnya sendiri jahat banget”.
Kak Farel mengatakan “bagi Riko kan Rindu nomer satu dan yang terpenting” (kemudian kak Farel, kak Andi, kak Dimas dan kak Bimo tertawa bersama).
Kak Riko tiba-tiba memeluk aku dari belakang dengan kedua tangannya, dia meletakan kepalanya di bahu aku. Kak Riko mengatakan “Rindu memang yang terpenting dalam hidup aku, dan hanya dia yang nomer satu dalam hidup aku”.