
"Aku benar-benar berterima kasih sama kamu, oh ya kenalin, dia amora, putri kesayangan aku satu-satunya" ucap ayah sambil memeluk aku
"Jadi Putri cantik ini ternyata putri kamu, pantas saja semua orang mengatakan kalau putri Amora sangat cantik" ucap teman ayah sambil tersenyum
"Terima kasih untuk pujiannya paman" ucapku sambil tersenyum
"Amora kenalkan, dia paman Joni. Dia menteri yang mengurus masalah yang ada di desa, dan keluarga paman Joni ini adalah pembuat buku silsilah keluarga kerajaan sejak dahulu, kemarin yang datang adalah anak paman Joni, karena anak paman Joni ada urusan jadi yang datang hari ini adalah paman Joni. Paman Joni ini satu-satunya sahabat ayah" ucap ayah sambil tersenyum
"oh begitu, maaf merepotkan paman" ucapku sambil tersenyum
"Tidak apa-apa putri Amora, aku adalah sahabat ayah kamu sejak kecil. Aku tidak merasa direpotkan, mari kita mulai buat buku silsilah keluarga" ucap paman Joni sambil tersenyum
"Ayo mulai, gambar putri aku harus sangat cantik" ucap ayah sambil memeluk aku
"Ternyata kebiasaan bawel kamu belum hilang ya" ucap paman Joni sambil tertawa
"Aku tidak bawel, sembarangan sekali kamu kalau berbicara" ucap ayah kepada paman Joni
"Tidk mau mengaku Ram" ucap paman Joni sambil tertawa
"Mengaku apa coba, aku ke kamar mandi sebentar, aku titip Amora" ucap ayah sambil memegang pundak aku
"Kalian bertiga jaga putri aku, jangan sampai Rafa mendekati putri aku. Sampai putri aku kenapa-kenapa, kalian harus bertanggung jawab" ucap ayah dengan tegas kepada prajurit
"Baik yang mulia pangeran" jawab prajurit
"Kamu jangan kemana-mana, tunggu ayah" ucap ayah sambil tersenyum padaku
"Iya ayah" ucapku pada ayah
"Maksud paman apa?" tanyaku pada paman Joni
"Ayah kamu itu tipe orang yang tidak mudah dekat dengan orang, bahkan dia tidak dekat dengan Rafa adiknya sendiri. Ayah kamu bilang, Rafa tidak menyukainya karena itu ayah kamu menjauhi Rafa. Tapi sekarang paman bahagia bisa melihat kebahagiaan di wajah ayah kamu, sejak tujuh belas tahun yang lalu, ayah kamu jarang sekali tersenyum bahagia" ucap paman Joni
"Paman Joni kenal sama paman Rafa?" Tanyaku pada paman Joni
"Kenal tapi tidak akrab, Rafa lebih dingin daripada ayah kamu" ucap paman Joni
"Oh begitu" ucapku dengan nada lirih
"Siapa nama istri Rama dan tinggal dimana istri Rama?. Aku mendengar berita bahwa ibu kamu bukan berasal dari dunia peri, apa itu benar?" Tanya paman Joni padaku
"Ibunda bernama Afra, dia tinggal di dunia dimana ibunda dilahirkan. Ibunda memang bukan bangsa peri, tapi ibunda adalah ibu terbaik yang telah melahirkan aku" ucapku sambil tersenyum
"Pantas ayah kamu sangat mencintai ibu kamu, aku percaya bahwa hanya perempuan hebat yang mampu meluluhkan hati ayah kamu" ucap paman Joni sambil menggambar
"Paman tidak membenci ibunda?" Tanyaku pada paman
"Paman tidak pernah membenci ibu kamu, ibu kamu pasti perempuan yang sangat baik, itu sebabnya ayah kamu sangat mencintainya" ucap paman sambil tersenyum
"Terima kasih karena tidak membenci ibunda" ucapku sambil tersenyum
"Tidak perlu berterima kasih nak, paman sudah menganggap kamu seperti anak paman sendiri, ayah kamu juga menyayangi putra-putra paman seperti putranya sendiri" ucap paman Joni sambil tersenyum
"Mau paman ceritakan tentang ayah kamu?" Ucap paman sambil tersenyum
"Boleh paman" ucapku sambil tersenyum