
Aku pergi ke kamar mandi dan kemudian mandi, setelah mandi aku keluar dan memakai pakaian. Semenjak Rindu pergi rasanya hidup aku menjadi sunyi, aku tidak ingin melakukan apapun. Mama dan papa membuka pintu kamar aku, dan mama mengatakan "kamu dari kemarin belum makan kan, ini mama bawa makanan untuk kamu. Kamu harus makan, kalau tidak nanti kamu sakit".
Aku menjawab "tapi pa, ma, aku tidak ingin makan, aku tidak selera makan".
Papa mengatakan "kalau kamu tidak mau makan dan kemudian kamu sakit, terus siapa yang akan mencari Rindu?".
Aku menjawab "baiklah aku akan makan".
Aku memakan sedikit makanan, aku melihat wajah mama dan papa terlihat lega setelah aku memakan makanan itu. Setelah aku merasa kenyang, aku mengatakan "pa, ma aku pergi keluar".
Mama bertanya "kamu mau pergi kemana?".
Aku menjawab "aku ingin mencari Rindu, aku sudah bosan menunggu kabar dari orang-orang sialan itu. Mereka sampai sekarang tidak bisa menemukan keberadaan Rindu dan aku tidak bisa diam saja seperti ini".
Aku memakai jaket dan mencium pipi papa, mama dan mengatakan "bye pa, ma".
Mereka menjawab "hati-hati di jalan".
Aku menunggu berjam-jam, aku melihat jam tangan ternyata sudah jam satu malam. Aku coba melihat handphone dan tidak ada kabar bahwa Rindu kembali dari papa dan mama, di handphone ada banyak telepon dan SMS dari mereka yang mengatakan untuk segera pulang karena sudah malam. tidak tahu kenapa aku tidak ingin pulang, aku hanya ingin di taman ini, aku pulang juga percuma karena Rindu belum kembali.
Tanpa sadar, matahari terbit yang menandakan sudah pagi. Papa telpon lagi dan aku menjawab "iya pa, ada apa?".
Papa mengatakan "kamu cepat pulang, dari sore kamu tidak pulang".
Aku menjawab "tapi pa...".
Papa langsung mengatakan "tidak ada tapi, sekarang cepat pulang".
Dengan malas aku pulang ke rumah dan saat sampai di rumah aku melihat papa, mama dengan orang-orang suruhan papa untuk mencari Rindu. Orang-orang itu mengatakan "maaf pak, kami tidak bisa menemukan nona Rindu. Kami juga sudah cek di semua penerbangan dan stasiun tapi kami tetap tidak bisa menemukan putri bapak. Seandainya putri bapak diculik maka seharusnya orang yang menculik sudah telpon dan meminta tebusan, tapi sampai sekarang tidak ada yang menelpon dan meminta tebusan. Saya pikir putri bapak tidak diculik, mungkin dia kabur atau meninggal tenggelam di suatu tempat, karena itu sampai sekarang kita mencari tetap tidak menemukannya".
Aku tidak terima dengan apa yang mereka katakan, aku mengatakan dengan suara keras "Rindu belum meninggal, dia masih hidup. Awas sampai kalian mengatakan Rindu sudah meninggal lagi".
Aku pergi meninggalkan mereka dan menuju ke kamar, orang-orang sialan itu bilang kalau Rindu mungkin saja sudah meninggal tapi menurut ku, kamu pasti masih hidup. Kamu tidak mungkin meninggal, mereka saja yang tidak benar mencari kamu hingga mengatakan kamu meninggal. Sebelum aku melihat mayat Kamu, maka selama itu juga aku berfikir kamu masih hidup, aku akan terus mencari Rindu dan akan tetap percaya bahwa Rindu masih hidup.