Amora'S True Love Part 1

Amora'S True Love Part 1
Bertanya apa kak Riko mencintai seseorang



Mereka membantu aku memakaikan sepatu wedges tersebut di kaki ku dan setelah selesai memakai sepatu wedges, tiba-tiba ada yang membuka pintu dan saat aku menoleh ternyata kak riko yang datang. Aku mengakui kak riko memakai baju apapun, dia terlihat tampan dan aku sudah terbiasa melihat ketampanannya. Mereka semua menyuruh aku berdiri dan menghampiri kak riko, aku berjalan mendekati kak riko dan aku melihat kak riko tersenyum padaku. Kak riko membayar semua ke kasir dan kami berjalan keluar butik, kami masuk mobil dan kami dalam perjalan menuju kampus kak riko.


Dalam perjalan aku ingin tau apa kak riko mencintai aku atau tidak, aku mencoba memberanikan diri bertanya “kak boleh tanya sesuatu tidak?”.


Kak riko menoleh dan menjawab “ iya tanya saja”.


Aku sedikit ragu untuk bertanya “kak Riko sudah punya pacar?”.


Kak Riko tertawa dan menjawab “tidak”.


Aku bertanya lagi “apa kak Riko mencintai seseorang?”.


Kak Riko menjawab dengan serius “iya, aku mencintai seseorang sejak lama, tapi cinta ini salah dan dia juga tidak mungkin mencintai aku”.


Aku menjawab “itu tidak mungkin, kak Riko tampan, baik dan pintar. Mana mungkin perempuan itu tidak tertarik pada kak Riko, ngomong-ngomong siapa sih perempuan yang kak Riko cinta?”.


Kak Riko terlihat binggung dan dia mengatakan “sudahlah kamu tidak perlu tahu siapa dia sebenarnya, yang perlu kamu tahu adalah dia perempuan yang sangat spesial”.


Aku menjawab “ya sudahlah kalau kak Riko tidak mau memberitahu aku, aku tidak akan bertanya lagi”.


Aku binggung, tidak mungkin aku katakan yang sebanarnya. Aku menjawab “aku hanya ingin tahu saja, lagian kak Riko ke acara kampus mengajak aku, kakak bisa mengajak pacar kakak, ternyata kakak belum punya pacar” (ucapku sambil tertawa kecil).


Tidak lama kami sampai ke kampus kak Riko dan disana sudah ada banyak orang, ada yang muda seusia kak Riko dan ada yang sudah berumur. Aku sedikit canggung dengan mereka semua, hanya empat sahabat kak Riko saja yang aku kenal, mereka adalah kak Andi, kak Bimo, kak Farel dan kak Dimas. Aku dan kak Riko pergi menghampiri kak Andi dan kak Farel, aku bertanya ke kak Riko “kak Bimo dan kak Dimas tidak ada, apa mereka tidak ikut acara ini?”.


Kak Riko menjawab “mereka berdua memang hobi telat, sebentar lagi mereka juga akan datang”.


Ketika sampai dihadapan kak Farel dan kak Andi. Mereka melihat kami dan kak Farel mengatakan “wow, kamu cantik banget Rindu”.


Lalu aku menjawab “makasih kak Farel”.


Kak Andi mengatakan “aku mau dong jadi pacar kamu, kita jadian yuk” (sambil tertawa).


Tiba-tiba kak Riko memeluk aku dari samping dan aku melihat ke wajahnya, ada senyuman manis di wajah kak Riko saat menatap aku. Kak Riko mengalihkan pandangannya ke kak Andi dan kak Farel kemudian mengatakan “Rindu tidak boleh pacaran, nanti sekolahnya terganggu”.


Kak Farel dan kak Andi tertawa bersama-sama, kak Andi mengatakan “tidak boleh pacaran karena nanti sekolahnya terganggu, atau karena kamu takut kehilangan Rindu”.


Kak Riko menjitak kepala kak Andi dan kak Farel karena mereka terus tertawa, tak lama setelah itu. Kak Dimas dan kak Bimo datang, kak Dimas menyapa “hay, maaf kami terlambat datang” (sambil tersenyum).