Amora'S True Love Part 1

Amora'S True Love Part 1
Bertemu Kakek



Pengawal menjawab "tapi pangeran?".


Ayah mengatakan "dia putri kandung aku, lepaskan dia sekarang!"(ucap ayah dengan nada memerintah).


Mereka melepaskan aku, aku berlari ke pelukan ayah. Ayah memeluk aku dan menyuruh aku masuk. Di depan pintu tiba-tiba ada orang yang menghalangi, aku menoleh dan melihat ada sosok kakek dan laki-laki seumur ayah yang mengenakan pakaian yang sama seperti pakaian ayah dan beberapa prajurit di belakangnya. Ayah memeluk aku semakin erat dan mengatakan "salam ayah, salam kakak".


Si kakek bertanya "siapa dia" (sambil menunjuk ke arah aku).


Ayah menjawab "perkenalkan dia putri saya, namanya AMORA YOVIENE".


Aku berfikir bahwa mereka adalah kakek dan pamanku jadi aku mengatakan "salam kakek, salam paman" (ucapku sambil tersenyum).


Si kakek berkata "semua masuk, kita berbicara ke aula depan".


Ayah dan paman kompak mengatakan "baik ayah".


Ayah menoleh ke arah aku dan mengatakan "ayo kita ikuti kakek kamu".


Kami berjalan mengikuti kakek menuju aula depan, saat sampai di aula depan, kakek mengatakan "semua dayang dan prajurit tunggu di luar".


Semua dayang dan prajurit pergi keluar, kakek mengatakan "dia bukan keturunan asli bangsa peri kan?" (Sambil menunjuk ke arah aku).


Ayah menjawab "iya ayah, dia bukan keturunan asli bangsa peri. Delapan belas tahun yang lalu, aku menikah dengan seorang perempuan yang bernama Afra. Tujuh belas tahun yang lalu dia melahirkan seorang putri, kami memberinya nama AMORA YOVIENE. Beberapa hari yang lalu dia mengalami koma, aku menggunakan kekuatan aku untuk bertemu dengan putri aku"


Kakek mengatakan "jadi beberapa hari yang lalu kamu sakit demi bertemu dia" (sambil menunjuk ke arah aku).


Ayah menjawab " iya ayah, aku sangat merindukan dia, aku menggunakan kekuatan aku. Bahkan aku rela menukar hidup aku demi putri ku".


Kakek mengatakan "kamu sudah gila, dia bukan anak biasa. Kamu tahu kan tentang kisah seorang keturunan abadi".


Ayah menjawab "maksud ayah putri ku itu seorang keturunan abadi?".


Ayah menjawab "tidak mungkin ayah, dia cuma separuh peri dan separuh manusia, bagaimana bisa dia jadi seorang keturunan abadi?".


Kakek mengatakan "kamu bodoh, kamu selalu bisa membedakan yang baik dan yang buruk. Tapi kamu tidak bisa mengenali putri kandung kamu sendiri, kamu tanyakan pada putri kamu tentang siapa ibu kandungnya".


Ayah menoleh ke arah aku dan mengatakan "ibu kamu manusia kan?".


Aku bingung harus jawab apa, dan aku juga penasaran tentang kisah seorang keturunan abadi itu. Ayah terus menatap aku, aku menganggukkan kepala aku. Ayah tiba-tiba mengatakan "jawab, iya atau tidak".


Aku ketakutan dengan semua ini, aku menjawab "iya ayah, ibunda memang bukan manusia".


Ayah mengatakan "dia bangsa apa? Cepat jawab!".


Aku menjawab "Ibunda memang bukan dari bangsa manusia, ibunda berasal dari bangsa duyung. Aku memiliki kekuatan bangsa duyung sejak umur tujuh belas tahun".


Ayah mengatakan "jadi kamu benar-benar seorang keturunan abadi, ini semua salah aku. Tidak seharusnya aku jatuh cinta pada ibu kamu".


Aku bertanya "maksud ayah apa? Dan bagaimana kisah tentang seorang keturunan abadi itu?".


Kakek mengatakan "kamu bawa dia pergi, ceritakan padanya tentang kisah seorang keturunan abadi. Ceritakan juga tentang silsilah keluarga kita, bagaimana pun dia keluarga kita".


Ayah menjawab "baik ayah, saya permisi".


Ayah menoleh ke arah aku dan mengatakan "ikut ayah".


Aku mengatakan "saya permisi kakek, paman".


Aku mengikuti ayah, ayah membawa aku menuju kamarnya. Saat sampai kamar, ayah mengatakan "ini kamar ayah, ayo masuk, ayah akan menceritakan semuanya".