
Kak Riko menjawab "sekarang mereka khawatir karena kamu, karena perubahan sikap kamu akhir-akhir ini"
Mendengar kata-kata kak Riko aku terdiam, mereka memang khawatir pada aku akhir-akhir ini. Tapi aku belum siap menceritakan rahasia aku pada mereka, aku takut mereka menjauhi aku.
Kak Farel mengatakan "kalian bahas apa sih?"
Kak Riko menjawab "kepo amat kamu rel"
Kak Farel mengatakan "pelit banget si Riko, kan aku penasaran"
Kak Riko menjawab "ini tentang Rindu yang bukan anak kandung, dia bingung mau bagaimana cerita ke temennya"
Kak Andi mengatakan "ya tinggal cerita saja, lagian kalian berteman sudah lama. Mereka pasti tidak masalah dengan identitas kamu, kamu juga akan tetap jadi sahabat mereka"
Kak Bimo menjawab "benar itu kata Andi, kamu kan perempuan yang baik. Mereka pasti tidak masalah tentang siapa keluarga kandung kamu yang sebenarnya, mereka pasti mau berteman dengan kamu"
Kak Riko mengatakan "mereka pasti akan berteman dengan kamu, apapun yang terjadi" (ucap kak Riko sambil tersenyum)
Aku menjawab "makasih semua untuk supportnya, tapi aku akan mengatakan disaat yang tepat. Kak Bimo kalau mau dikenalin ke sahabat aku, Minggu depan ada acara amal dan dibuka untuk umum, kak Bimo bisa datang ke acara amal tersebut"
Kak Riko menjawab "acara amal? Kenapa kamu tidak memberitahu aku?".
Aku mengatakan "aku lupa bilang ke kak Riko" (ucapku sambil tersenyum)
Kak Bimo menjawab "boleh, kita semua minggu depan datang ke acara amal itu yuk"
Kak Andi mengatakan "jadi sudah menyerah nih sama Isabella?"
Kak Bimo menjawab "males aku sama itu cewek, sombong banget"
Kak Riko "ya sudah, Minggu depan kita pergi ke sekolah Rindu bareng-bareng"
Ucap kak Andi, kak Bimo dan kak Farel secara bersamaan "okay"
Kak Riko melihat jam tangan, dan mengatakan "sudah malem, sudah jam sepuluh. Aku sama Rindu pulang duluan, kasian Rindu besok harus sekolah"
Kak Andi menjawab "ya sudah buruan pulang"
Kak Farel mengatakan "kita pulang juga deh, Bim tugas kamu kan belum selesai"
Kak Bimo menjawab "astaga aku lupa, besok dikumpulin lagi"
Kak Riko mengatakan "****** kamu Bim, ini tugas kan dari pak Achmad" (ucap kak Riko sambil tertawa)
Kak Andi menjawab "santai Bim, seperti biasa. Kalau pak Achmad, tugas belum selesai kan suruh lari lapangan lima kali" (ucap kak Andi sambil tertawa)
Kak Bimo mengatakan "jahat kalian semua"
Kak Andi menjawab "mending kita sekarang pulang, terus kamu kerjakan itu tugas dari pak Achmad"
Kak Riko mengatakan "kita pulang duluan ya, kasian nih Rindu"
Kak Farel menjawab "bareng saja kita ke parkiran"
Kami berjalan bersama menuju parkiran, aku dan kak Riko masuk ke dalam mobil. Kak Farel masuk ke mobilnya, kak Andi dan kak Bimo masuk ke mobil kak Bimo. Kita pulang ke rumah masing-masing, diperjalanan kak Riko bertanya "kenapa kamu tidak cerita ke aku soal acara amal? Biasanya dua minggu sebelum acara amal, kamu selalu cerita ke aku?"
Aku menjawab "kan tadi aku sudah bilang ke kakak kalau aku lupa, proposal untuk acara amal ini sebenarnya sudah sebulan yang lalu. Karena aku sibuk mencari tahu tentang keluarga kandung aku, jadi tim aku tidak membuat proposal. Proposal dibuat oleh tim Rani, Jesika dan yang lain. Aku baru diberitahu Rani dua hari yang lalu, tapi aku lupa" (ucapku sambil tersenyum)