Amora'S True Love Part 1

Amora'S True Love Part 1
Perang antar desa



Prajurit mengatakan "tapi tuan putri..."


KRIET.....


pintu terbuka, Romo keluar dari ruangan. Romo mengatakan "ada apa ini, kenapa berisik sekali?"


Prajurit menjawab "maafkan kami yang mulia raja, karena kami telah membuat keributan. Tuan putri Amora bersikeras ingin bertemu dengan anda yang mulia raja"


Romo mengatakan "Amora, kenapa kamu sangat keras kepala?"


Aku menjawab "aku minta maaf kalau aku sudah menggangu Romo, tapi kenapa Romo mengadakan pertemuan sangat lama. Aku dengar ibunda, Kenan dan yang lain pergi ke Desa Binks. Apa Romo tidak khawatir dengan ibunda?"


Romo mengatakan "Romo khawatir dengan ibumu, tapi Romo juga bingung harus bagaimana, ibumu memaksa untuk pergi ke Desa Binks bersama Kenan dan yang lainnya"


Aku menjawab "ayo kita pergi ke Desa Binks, Romo"


Romo mengatakan "apa kamu sudah gila, ibumu berpesan pada Romo agar kamu tidak ke sana. Ibumu tidak ingin kamu terluka" (ucap Romo dengan nada tinggi)


Aku menjawab "aku juga tidak ingin ibunda terluka karena perang ini, kalau Romo tidak mau pergi bersama aku, aku akan pergi sendiri" (ucapku dengan nada tinggi)


Romo mengatakan "baik, kita pergi ke Desa Binks. Menteri dan semua jendral bersiap-siaplah untuk pergi ke Desa Binks. Beritahu dayang untuk menyiapkan makanan dan perlengkapan untuk putri Amora, suruh beberapa prajurit untuk bersiap-siap ikut kita ke Desa Binks" (ucap Romo dengan nada pasrah)


Para menteri, jenderal dan bibi Shinta mengatakan "baik yang mulia"


Para menteri, jenderal dan bibi Shinta pergi meninggalkan aku dan Romo, Romo mengatakan "ikut Romo masuk ke dalam ruangan" (ucap Romo dengan wajah serius)


Aku menjawab "baik Romo" (ucapku sambil tersenyum)


Aku mengikuti Romo, masuk ke ruang pertemuan. Romo mengatakan "kamu duduk, ada yang ingin Romo bicarakan" (ucap Romo dengan wajah serius)


Aku menjawab "iya Romo"


Aku duduk di kursi, Romo duduk menghadap ke arah aku. Romo mengatakan "kamu disana, jaga diri kamu, jangan sampai kamu terluka lagi" (ucap Romo dengan wajah serius)


Aku menjawab "baik Romo, aku akan menjaga diriku sendiri, ibunda dan Romo" (ucapku sambil tersenyum)


Aku menjawab "terima kasih Romo" (ucapku sambil tersenyum)


TOK... TOK... TOK...


Romo mengatakan "siapa?"


Jenderal menjawab "ini saya jenderal dan yang lainnya, kami sudah siap untuk pergi ke perbatasan"


Romo mengatakan "baik tunggu sebentar"


Romo menoleh ke arah aku dan mengatakan "ayo Amora" (ucap Romo sambil tersenyum)


Aku menjawab "ayo Romo" (ucapku sambil tersenyum)


Aku dan Romo keluar dari ruangan, Romo mengatakan "beritahu prajurit untuk menjaga istana dengan baik"


Jenderal menjawab "baik yang mulia raja"


Romo mengatakan "kami tunggu di pintu gerbang"


Jenderal menjawab "baik yang mulia raja, saya permisi"


Jenderal pergi meninggalkan kami, Romo mengatakan "kita pergi ke pintu gerbang"


Kami pergi menuju pintu gerbang, kami menunggu jenderal. Beberapa menit kemudian, jenderal keluar.


Romo mengatakan "ayo kita berangkat"


Menteri, jenderal, dan prajurit menjawab "baik yang mulia raja"


Kami berjalan menuju perbatasan, hanya butuh waktu tiga puluh menit untuk sampai ke perbatasan kedua desa yang sedang berperang. Saat sampai, aku melihat ada banyak mayat yang terbunuh. Aku semakin khawatir dengan kondisi ibunda, apa ibunda baik-baik saja?


Aku mengatakan "Romo, ayo kita cari ibunda"