The Guard

The Guard
(TG2) Cemburu Roy



Terlepas dari masalah yang di hadapan keluarga Arthur, kini di kediaman Jerik Rajendra, dokter tampan itu tengah memanjakan isteri tercinta nya yang saat ini tengah berjauhan dari janin hasil dari buah cinta mereka, ya seperti Gresta dan Bella, kini Baby JERYU RAJENDRA sedang berada di taman gelembung.


"Sayang?" Teriak Ayu dari dalam kamar nya, melesat begitu cepat Jerik kini sudah berada di hadapan Ayu.


"Iya sayang, ada apa?" Bak suami siaga kini Jerik sudah ada di samping istri cantik nya itu.


"Kapan kita jenguk baby kita Yank?" Dengan tampang melas Ayu bertanya, ya... memang susah berjauhan dengan makhluk mungil yang sangat menggemaskan itu.


"Maaf sayang, rumah sakit masih belum bisa di tinggal terlalu lama," Jelas Jerik dengan meraih tubuh istri nya dan ditarik nya kedalam pelukan hangat nya.


Dengan bibir yang mengerucut Ayu mengusakkan kepala nya di belahan dada bidang suami tercinta.


Sungguh aroma maskulin yang sangat di sukai nya itu membuat Ayu sedikit merasakan ketenangan di dalam jiwa nya.


...🍒🍒🍒🍒...


Di sisi lain...


Sepasang remaja yang tengah dimabuk cinta tengah menikmati purnama yang bersinar dengan terang nya, sesekali sang bayu berhembus hingga menciptakan rasa sejuk pada indera peraba yang dapat merasa.


"Kau kedinginan, masuk dan tidurlah," Ucap Gresta dengan mengelus pipi Syaqila yang terasa dingin.


"Emh... Aku masih ingin bersama mu," Sahut gadis cantik itu dengan menyandarkan kepala nya di dada bidang tunangan nya.


"Sayang, aku tidak mau kalau sampai kau nanti sakit," Membingkai wajah cantik Syaqila, Gresta menggunakan kedua telapak tangan nya.


"Aku merasa hangat jika ada di sisi mu," ucap Syaqila dengan mengalihkan tangan yang menghangatkan pipi nya, kemudian gadis itu beralih menatap sang pujaan hati kemudian mengalungkan kedua lengan nya di leher kekar tunangan nya.


Mempertemukan kedua netra yang mana kedua nya di hiasi dengan rasa cinta yang begitu mendalam.


Bukan Gresta melainkan Syaqila yang memulai duluan, gadis itu menarik tengkuk lelaki tampan itu kemudian menyatukan kedua benda kenyal nan manis itu.


Tak dapat menolak, Gresta hanya memejamkan mata nya dengan tangan yang memeluk pinggang sintal Syaqila.


Mulai berani Syaqila memulai percumbuan panas itu dengan membelit juga memberi dan menerima.


Namun Gresta masih dalam mode sadar, pria tampan berjambang tipis itu melepas kan tautan kedua nya, "STOP beib!" Bisik Gresta.


Di tatap nya wajah Syaqila yang terlihat mengerutkan kening nya, seolah kecewa tergambar di sana.


"Why?" Akhirnya kata itu muncul dari bibir yang masih terlihat lembab akibat pertukaran saliva yang baru saja mereka lakukan.


"Aku tidak mau kau sakit seperti beberpa minggu yang lalu, kau masih ingat?" Gresta benar-benar mengkhawatirkan kekasih hati nya itu, terdiam Syaqila menundukkan kepala nya.


"Kenapa? Hey..." Gresta mengangkat dagu Syaqila, agar kembali gadis itu menatap nya.


"Aku masih merindukan mu," Bisik Syaqila dengan memeluk kembali kekasih hati nya itu.


SSSHHHLLLLAAAPPP!!


Tanpa persetujuan Syaqila, Gresta membawa gadis cantik itu berteleportasi dari balkon menuju kamar hangat yang nyaman itu.


"Baby tidur besok kita jalan-jalan, ok!" Gresta merebahkan tubuh Syaqila di atas ranjang empuk yang nyaman itu.


"Temani aku," Pinta gadis itu yang pasti nya akan dituruti oleh Gresta.


...🍒🍒🍒🍒...


"Woi!! Bengong bae, ke sambet baru tau rasa lo!" ucap Tomy dengan menepuk pundak Roy.


"Apaan sih lo! Berisik tau nggak!" Ketus Roy menyahuti nya.


"Eh iya gue lupa kalau lo kan emang pawang nya para dedemit itu ya, maka nya aman-aman aja," Tomy masih dengan santai nya berucap.


"Tunggu-tunggu, lo nggak lagi jatuh cinta kan Roy? Kok tampang lo kek yang lagi LDR an aja sih?" Curiga tergambar jelas di raut wajah Tomy.


"Gue? Jatuh cinta? Cih... Cewek mana yang bisa bikin gue jatuh cinta?" Cibir Roy dengan percaya diri nya, dan saat itu sepasang mata legam Roy, melihat seorang gadis dengan pakaian kantoran nya tengah berjalan memasuki gerbang kampus.


"Bella?" Lirih nya, tanpa mengingat cibiran nya soal jatuh cinta barusan.


Ingin rasanya ia mendekati gadis yang berjalan dengan elegan itu, namun lagi-lagi gengsi nya mulai muncul dan menguasai diri nya lagi.


"Cari siapa kak?" Tanya seorang laki-laki yang saat itu melihat Bella kebingungan.


"Cari Syaqila Aldina, saya ditugaskan untuk menjemput nya," Terlihat dari kejauhan Bella mengembangkan senyum sopan namun masih tetap terlihat dingin.


"Apaan sih, pakai senyum-senyum segala! Nggak lihat apa kalau gue di sini lagi kesel!" Gerutu Roy dengan berjalan mendekati Bella.


"Ngapain lo godain cewek gue!" Gertak Roy dengan menempeleng kepala pemuda yang baru saja menanyai Bella.


"Lo apa-apa an sih Roy?! Orang dia cuma tanya kok! Lagian siapa juga yang cewek lo!" Bella mencengkram lengan Roy ketika laki-laki itu hendak menghajar pemuda yang tak bersalah itu.


Roy menatap lekat wajah Bella yang masih menatap diri nya dengan ekspresi dingin seperti biasanya.


Di tengah-tengah adegan Pandang-pandangan sengit itu pemuda tak bersalah tadi sudah berlari entah kemana.


"Roy! sadar Roy! Lagian lo yang salah juga kok, mereka cuma ngobrol, lo kenapa sih?" Tanya Tomy dengan menepuk bahu Roy.


Tersadar laki-laki itu segera berjalan meninggalkan Bella yang saat itu Syaqila juga sudah sampai di sana.


...🍒🍒🍒🍒...


Di dalam mobil...


Senyum Bella yang gadis itu suguhkan untuk pemuda lain itu masih terngiang di dalam rongga-rongga otak Roy.


"Aaaarrrggghhh!!!" Berteriak dengan memukul kemudi Roy lakukan hingga terlihat laki-laki itu seperti setres.


"Apaan coba?! Kenapa harus senyum segala!" Terdiam sejenak laki-laki itu kembali memukul-mukul kemudi yang ada di hadapan nya.


"Lo kenapa coba? Kek orang yang lagi putus cinta aja," Cibir Tomy yang melihat teman nya seolah frustasi itu.


"Entahlah, gue sendiripun juga bingung, ini perasaan hati gue dongkol mulu sedari kita keluar dari gerbang kampus," Jelas Roy dengan mata yang kembali fokus pada jalanan di depan nya.


"Oh iya cewek tadi, putri dari pemilik hotel Gracindo kan?" Tanya Tomy dengan mengingat-ingat.


Roy hanya menganggukkan kepala nya tanda ia mengiyakan pertanyaan ya g terdengar seperti tebakan itu.


"Lo suka sama dia? Lo cemburu? Atau, jangan-jangan cinta lo di tolak sama dia?" Pertanyaan bagai berondong yang meletup-letup itu membuat Gresta melirik tajam ke arah Tomy.


"Lo bisa diem nggak?! Atau lo mau gue turunin di sini?!...