The Guard

The Guard
Malam ke 1 di Vila



"Ini bukan mainan Gracelina Janitra, darimana kau dapatkan benda ini?!" Ucap Jerik dengan berusaha mengeluarkan permata itu dari dalam jari Gracelina.


"Auwwhh Sakit Je!!" Grace mengaduh ketika Jerik masih dengan paksa ingin mengambil permata itu.


BUGH!! Satu tinju melayang pada wajah tampan Jerik hingga laki-laki itu tersungkur di lantai.


"Kau?!" Pekik Jerik namun saat itu Grace sudah hilang dari hadapan nya.


"Kemana gadis itu pergi? Dan batu permata itu, itu bukan batu sembarangan, seperti nya aku pernah melihat nya tapi dimana?" Gumam Jerik.


Dari arah dapur para gadis yang asik menyiapkan masakan berlari ke ruangan dimana Jerik terjatuh.


"Ada apa Je? Kau baik-baik saja?!" Khawatir Ayu berhasil mengurangi rasa sakit Jerik, reflek pemuda itu tersenyum.


"Tidak apa-apa, aku terjatuh tadi" Ucap nya bohong, Jerik pikir tidak mungkin jika ia harus mengatakan hal yang sebenar nya, bahkan hilang nya Grace yang secara tiba-tiba tepat di hadapan mata nya akan ia cari tau sendiri, ia tak mau membahayakan teman-teman nya, apalagi ada Ayu yang berhasil menempati relung kosong di dalam hati nya.


"Ayo bangun, ya ampun sampai memar begitu" Ucap Ayu dengan memapah Jerik untuk di ajak nya duduk di sofa ruang tengah itu.


"Guys bisa kah kalian ambilkan kotak P3K, ayolah teman kita terluka jangan hanya diam saja!" Geram Ayu, ia puj meneriaki teman-teman nya.


Di sisi lain tepat nya di kamar vila, Grace berdiri dan di hadapan nya kini hadir makhluk tampan yang memasang wajah garang nya.


"Untuk apa kau ke sini?! Bukankah beberapa jam yang lalu kau meninggalkan ku? kenapa sekarang muncul?" Dengan menekuk wajah nya Grace berucap.


"Jika kau dalam bahaya bukan kah aku selalu datang?" Arthur menekan pipi kanan kiri Grave menggunakan tangan kanan nya hingga bibir sensual itu menyerupai mulut ikan yang kekurangan air.


"Tapi bisakah kau tidak melukai teman ku!" Geram Grace masih berbicara walau pun bibir nya tidak leluasa.


"Kau membela nya? Bahkan dengan niat buruk nya yang memaksa mengeluarkan permata mu?" Arthur menggeleng tak percaya dengan apa yang barusan Grace ucapkan.


"Tapi tetap saja, dia itu manusia biasa! Dia teman ku!" Grace berontak.


Dengan wajah yang mendongak Grace berusaha melepaskan diri nya dari Arthur, ia berontak namun Arthur dengan paksa mendorong tubuh Grace sampai punggung nya membentur dinding.


"Lep... pas Arthur!" Tangan Grace mencoba menarik tangan Arthur yang semakin mencengkeram pipi nya.


Bukan nya melepaskan Arthur malah menghimpit tubuh sexy itu dengan menyatukan kedua bibir nya dengan bibir merah ranum yang sudah di incar nya sejak tadi.


"Hemp!!!" Terdiam Grace mendapatkan ciuman dari suami nya, Arthur bermain kasar kali ini, ia menyesap dengan kuat bibir istri nya bahkan indra perasa nya pun tak segan-segan menerobos masuk dan mengabsen seluruh isi mulut Grace.


Grace berusaha mendorong Arthur yang semakin mengganas itu.


Mendapatkan penolakan dari istri sexy nya Arthur melerai ciuman itu dengan nafas yang memburu tak beraturan Arthur membelai bibir yang sedikit membengkak itu


Di pandangi nya netra indah yang basah akibat air mata yang tak tau malu itu keluar dengan deras nya, sedikit isakan mengisi keheningan ruangan itu.


"Begitu marah nya kau pada ku? Sampai-sampai ku sentuh saja kau keluarkan air mata berharga mu ini?" Ucap Arthur dengan mengusap pipi-pipi basah itu.


Tak ada jawaban, hanya isak tangis yang ada, Arthur menarik kepala Grace dan membenamkan nya di belahan dada nya, hangat dan nyaman membuat Grace tak menolak perlakuan manis itu.


"Maaf jika aku sudah membuat mu marah" Dengan lembut Arthur membelai surai yang di ikat jadi satu di atas itu.


Kali ini hati Grace tergerak dengan kelembutan suami nya, apa lagi dengan kata-kata yang di ucapkan Srikantil siang tadi, Grace semakin yakin dengan kesetiaan Arthur.


"Maaf" Lirih Grace di sela-sela isak tangis nya. Arthur yang mendengar ucapan lirih itu, mencoba menelisik ke dalam pikiran Grace, apa sebenar yang masih mengganggu pikiran nya.


"Sayang" Ucap Arthur dengan melerai pelukan nya, perlahan Grace mendongak dan memandang wajah tampan suami nya.


"Kau meragukan ku?" Tanya Arthur dengan nada yang sangat lembut.


"Maaf" Hanya kata itu yang dapat Grace ucap, sejenak Arthur menghela nafas nya.


"Kau masih memikirkan laki-laki tadi?" Tanya Arthur dengan menuntun tubuh istri nya agar duduk di tepi ranjang.


Grace hanya menganggukkan kepala nya, sedangkan Arthur meraih tangan kanan Grace kemudian di kecup nya punggung tangan itu.


"Arthur" Lirih Grace memanggil nama suami nya ketika cukup lama Arthur menempelkan bibir nya di punggung tangan Grace.


Grace terkejut mata nya membulat tak percaya, "Tapi selama ini... "


"Ya dia berhasil mengelabuhi kalian semua, dia lari dari perjodohan" Jelas Arthur.


"Bukan kah makhluk seperti mu jodoh nya sudah di tentukan? lalu bagaimana jika memilih yang lain benarkah jodoh nya akan hancur dan mati?" Tanya Grace tak mengerti.


"Itu kan kau yang sudah di pilih oleh permata blue black" Sahut Arthur dengan mencubit hidung bangir istri nya.


"Lalu, apakah Jerik berbeda?" Tanya Grace semakin penasaran.


"Kau mengorek informasi laki-laki lain di depan suami mu?" Arthur memicing kan mata nya.


"Bukan begitu sayang, ya ampun cemburuan banget sih, untung ganteng" Gerutu Grace.


"Justru karena aku tampan, aku takut jika kau tak kuat dengan ketampanan ku dan berpaling ke yang biasa-biasa saja, kalau seperti itukan, aku juga yang repot, harus mengurus antrian gadis-gadis yang mau melamar ku" Dengan ke PD an tingkat dewa nya Arthur berucap.


"Dih PD sekali anda! Jadi selama ini banyak yang ngantri ya?" Tanya Grace dengan melipat tangan nya di depan dada.


"Nggak juga sih, takut sama pawang nya, soal nya pawang nya galak" Sahut Arthur dengan mengulum senyum.


Grace sengaja mengalihkan pandangan nya dengan menghela nafas nya, seperti melepas kekesalan nya.


"Masih penasaran dengan teman mu?" Tanya Arthur dengan mencubit dagu Grace.


"Kamu mau jelasin?" Tanya Grace.


"Nggak, biar kamu tau seiring berjalan nya waktu aja, cuma satu pesan ku, hati-hati dengan nya jangan kau berikan permata blue black ini pada nya" Awal nya Grace mencebikkan bibir nya, namun detik berikut nya ia penasaran.


"Bukan kah batu ini tidak bisa di lepas?" Tanya Grace.


"Jika kau mengijinkan nya maka dia akan terlepas, maka dari itu, jangan pernah kau lepaskan batu ini, karena ini adalah ikatan cinta kita, yang nanti nya akan berpindah dengan sendiri nya kepada putra putri kita" Jelas Arthur dengan mengelus perut rata Gracelina.


Sedikit merasa risi Grace memegang tangan Arthur yang bertengger di perut rata nya.


"Putra putri? Memang nya... "


"Harus nya sudah mulai tumbuh" Sela Arthur dengan tatapan penuh harap.


"Tapi aku belum lulus Arthur" Ucap Grace.


"Tak apa, nanti biar di urus para Angel yang ada di kerajaan saja" Ucap Arthur.


"Maksud mu?" Grace masih tak mengerti dengan apa yang di maksud Arthur.


"Ya nanti biar mereka tumbuh di dalam gelembung... "


"Maksud mu aku tidak perlu mengandung nya?" Tanya Grace yang tak terima.


"Iya sayang, bukan kah hamil itu sulit ya? Kau akan sakit saat melahirkan di usia 9 bulan nya" Ucap Arthur yang mendapat penolakan secara terang-terang an oleh Gracelina.


"Nggak! Pokok nya aku mau hamil layak nya ibu-ibu hamil yang lain!" Teriak Grace dengan suara lantang nya sampai-sampai terdengar dari luar ruangan.


Tok Tok Tok!!


"Grace! Lo nggak papa say?! Buka dong pintu nya!" Terdengar teriakan dari luar, Mata Grace terbelalak.


"Oh Astaga! Aku lupa kalau ruangan ini tidak kedap suara, kau cepat lah pergi dari sini Yank aku nggak mau mereka tau siapa kamu sebenernya" Ucap Grace dengan menggoncangkan lengan Arthur.


"Kiss dulu dong" Ucap Arthur dengan mengetuk pipi nya dengan telunjuk nya.


Grace tak mau ambil pusing ia segera mendaratkan ciuman di pipi Arthur namun belum sempai bibir nya mendarat di pipi, Arthur sengaja menolehkan kepala nya hingga CUP!


BRAK!!...


Jangan lupa berikan kata-kata indah kalian untuk berkomentar, juga sisakan tenaga jempol kalian untuk memberikan dukungan like👍, nantikan episode berikut nya, see you...