
Karena merasa malu, Gresta dengan segera menghabiskan ice cream nya tanpa menoleh sedikit pun ke arah gadis cilik yang ada di samping nya itu.
...🍒🍒🍒🍒...
Malam hari Di meja resepsionis...
Terlihat Ayu dangan langkah yang terburu-buru mendekat ke arah meja tempatnya orang bertanya seputar alamat kamar pasien itu.
"Permisi, Nyonya Gracelina Janitra di rawat di kamar mana ya sus?" Dengan sopan namun terkesan khawatir Ayu bertanya.
Seseorang masih lengkap dengan jubah dokter nya berdiri di samping Ayu dan menoleh ke arah gadis dewasa itu.
"Ayu?" Lirih nya, suara itu membuat Ayu sedikit tersentak.
"Je? Ka... kau di sini?" Tanya nya, sudah sekian lama ia menunggu dan ingin sekali bertemu dengan sang kekasih hati, kini mereka di pertemukan di saat Grace terluka
Namun Ayu bukanlah gadis yang masih lugu dan bodoh seperti dulu lagi.
"Oh bekerja di sini dok?" Basa-basi itu seolah tercipta benteng pembatas di antara kedua nya.
"Kamar Aster no. 304" Tiba-tiba suara petugas resepsionis itu berhasil mengalihkan fokus kedua nya.
"Makasih ya? Saya permisi" Ucap Ayu dengan melangkahkan kaki nya hendak meninggal kan Jerik, namun dengan cepat dokter tampan itu menarik nya.
Sontak Ayu berhenti dan menoleh ke arah lengan nya yang di cengkeram oleh tangan-tangan kekar Jerik.
"Lepas" Ucap Ayu dengan nada datar nya.
"Ikut aku!" Ucap Jerik dengan nada lebih datar lagi, pasrah karena tangan nya di tarik Jerik, gadis itu terpaksa mengikuti kemana pun kaki Jerik melangkah.
Tiba di depan ruangan pribadinya, Jerik membuka pintu dengan sebelah tangan nya.
Dan mengajak Ayu masuk kemudian pintu ditutup nya dengan kasar setelah keduanya berada di dalam ruangan yang sama.
BRAK!!
Tersentak Ayu sampai memejamkan mata nya, detak jantung pastinya berdetak lebih kencang.
Perlahan ia buka netra indah nya, dan memandang penuh protes kepada kekasih yang telah lama tak ada kabar itu, jangan kan kabar, Jerik bekerja di rumah sakit ini pun Ayu baru mengetahui nya.
"Apa mau mu? Tidak suka melihat ku di sini? Ingat ya dok, sahabat saya sedang sakit, jadi saya kesini untuk menjenguknya! Jangan kau pikir saya di sini untuk menemui anda!" Ucap Ayu dengan penuh ketegasan.
Kemudian tubuh sintal itu membalikkan tubuh nya dan berjalan menuju pintu keluar, dan berusaha membuka nya namun tak bisa.
Kembali Ayu menoleh ke arah Jerik, "Buka pintu nya atau aku akan... "
"Akan apa? Kau akan apa? hem?" Tanya Jerik dengan berjalan mendekat mengikis jarak di antara kedua nya.
"Kau marah?" Suara itu terdengar lembut dengan jemari yang membelai pipi Ayu.
Kemana Ayu yang cerewet dan penuh amarah barusan? Entahlah hilang sudah rasa marah yang ada hanya nafas nya yang seperti habis lari maraton.
Dada berisi penuh yang tertutup thank top di padu dengan blazer membuat belahan itu semakin menyembul.
Nafas nya naik turun dengan tatapan tajam penuh kewaspadaan.
Namum Jerik yang sudah biasa menangani berbagai macam bentuk bulat itu malah tertarik untuk melihat apalagi menyentuh nya.
Ia pepet tubuh sintal kekasih yang telah lama ia tinggalkan itu, hingga kedua nya tak berjarak sampai naik turun nya dada Ayu dapat di rasakan oleh Jerik.
Sebelah tangan Jerik meraih pinggang bak gitar Spanyol itu untuk di tarik nya agar lebih mendekat, sebelah tangan nya Jerik gunakan untuk membelai surai indah yang tergerai, wajah cantik dengan pipi ranum hidung bak perosotan anak TK kemudian berpindah ke tengkuk.
Perlahan pula Jerik mengikis jarak di antara bibir manis nya dengan bibir Ayu yang menggoda.
DHUG!!
Ayu dengan keras menghantam kening Jerik menggunakan kening nya lalu gadis itu mendorong kuat tubuh kekar itu sampai mundur dua langkah.
"Kau pikir setelah lama kau mengabaikan ku lalu sekarang seenaknya kau menyentuh ku?" Ucap Ayu, gadis itu menggeleng pelan kepala nya, "Kau pikir aku mainan yang bisa kau ambil dan kau abaikan setelah bosan? Lalu kau pungut lagi setelah lama kau meninggalkan nya? Hem?"
"Maaf aku baru saja ingin menemui mu karena putra kak Arthur sudah ketemu" Jelas Jerik.
"Apa?" Ayu mengerutkan kening nya.
"Ya, Gresta sudah ketemu, dan aku bukan nya menghindari mu tapi aku tidak akan fokus untuk mencari jika melihat mu... "
"Oh jadi aku pengganggu begitu?" Sela Ayu.
"Bukan begitu sayang, dengarkan aku!" Ucap Jerik yang kini sudah berhasil meriah tubuh kekasih nya itu.
"Aku jika sudah melihat mu, susah untuk ku tidak memikirkan mu, jadi semua masalah seolah hilang padahal ada mereka yang sangat menanti-nanti kabar dari ku, maaf" Ucap Jerik dengan meraup wajah Ayu.
Terdiam kedua nya, dan detik berikut nya Jerik kembali mengikis jarak antara wajah nya, hingga nafas harum Ayu menerpa indra penciuman nya.
Tanpa ragu lagi Jerik menyatukan kedua benda kenyal nan manis itu, Ayu pun tak kuasa menolak nya jujur di dalam hati nya ia sangat menginginkan penyatuan manis itu untuk melepas rindu yang telah lama menjalari hari nya.
Jerik semakin memperdalam ciuman nya, sebelah tangan nya tak mau membuat dua gundukan kenyal itu menganggur, di remas nya dengan perlahan, hingga membuat si empu nya mengeluarkan suara sexy nya.
"Emmmhhh... " Lenguh Ayu yang membuat Jerik semakin gemas, lengan-lengan kekar itu mengangkat tubuh sintal gadis nya sontak Ayu mengaitkan kedua kaki nya yang melingkar di pinggang Jerik.
Masih dengan saling menyesap, Jerik melangkahkan kaki nya menuju sofa yang teronggok di dalam ruangan pribadinya itu.
Jerik melepaskan pagutannya sejenak, "I miss you baby" Bisik nya di telinga Ayu dengan tangan yang kembali mer-emas pinggang sintal dengan bibir yang mengecup juga menyesap leher jenjang Ayu yang tersuguh di depan nya itu. "Ahhh... hemmm"
Ayu menengadah dengan menahan suara sensual nya, ia menggigit sedikit bibir bawah nya.
Tubuh sintal berisi itu menggeliat dan membangunkan sesuatu yang sangat mengganjal di sana.
"Ahh... bey Stoph... " Ucap Ayu terengah-engah, namun suara itu mungkin hanya menjadi nada yang semakin menggairahkan di telinga Jerik karena pada dasar nya dokter tampan itu malah semakin merebahkan tubuh Ayu dengan di topang kedua tangan kekar dan juga pahanya.
Jerik menikmati, mengecup juga mengendus aroma tubuh Ayu hingga gadis itu menengadah kan kepala nya sampai rambut ikal nya menjuntai sampai ke lantai.
Tangan Ayu meremas rambut lembut yang ada di atas tengkuk Jerik.
"Jeeeehhhh... Please... Ssssstop it... Uuuhhh... " Indra perasa Jerik menari-nari indah di sekitar pusar yang terekspos ketika tubuh Ayu menggeliat.
Kembali Jerik menegakkan tubuh Ayu dengan perlahan dan masih dengan mengecup setiap lekuk tubuh yang di lewati indra perasa nya.
Sampai gadis itu duduk dengan benar, Ayu menundukkan wajah nya di atas pundak Jerik dengan nafas yang memburu.
"Stop Je! Atau aku akan menuntut mu!" Bisik Ayu dengan nafas yang masih berusaha ia stabil kan.
Jerik hanya tersenyum kemudian menengadah kan kepala nya, ia sandarkan di sandaran sofa yang halus.
"Maaf, karena telah mengabaikan mu" Ucap Jerik dengan mata yang terpejam.
"Jangan kau ulangi lagi, atau aku akan bersama laki-laki lain nanti!" Ancam Ayu yang membuat Jerik dengan cepat meraup pipi Ayu dan menyesap bibir yang baru saja berhenti bicara itu.
"Aw Je! Sakit!" Keluh Ayu setelah Jerik melepaskannya.
"Jangan kau ulangi lagi kata-kata mu barusan! Membayangkan nya saja sudah membuat hati ku sesak!" Gerutu Jerik dengan menatap kedalam manik coklat yang ada di hadapan nya.
"Kau ingin menemui Grace?" Tanya Jerik setelah kedua nya terdiam cukup lama.
"He'em, bagaimana keadaan nya?" Ayu hendak berpindah duduk di samping Jerik, namun tangan kekar itu masih enggan untuk melepaskan nya.
"Dia sudah membaik, mau kemana?" Tanya Jerik ketika merasakan pergerakkan dari Ayu.
"Jangan seperti ini, nanti ada yang bangun, kita sudah sama-sama dewasa Je!" Ucap Ayu yang membuat Jerik menarik ujung bibir nya dengan menaikkan salah satu alis nya.
"Bagaimana kalau kita... "
"No!! Kita belum menikah ya! Aku nggak mau kalau sampai karier ku rusak hanya karena kesenangan sesaat!" Ketus Ayu.
"Hah? Apa sih?" Terlihat Jerik mengulas senyum, "Orang aku mau bilang bagaimana kalau kita ke kamar inap Grace sekarang", Mendengar itu wajah Ayu memerah.
"Hayoooo... Mikir nya kemana hayooo???...