The Guard

The Guard
Canggung



Ayu masih dengan pikiran nya yang sangat berbelit-belit, antara nyata dan mimpi, bayangan semalam diri nya yang mengenakan gaun mewah berwarna putih bersanding dengan sang kekasih hati yang saling bertukar cincin untuk menandai hubungan yang resmi.


Gadis itu melangkahkan kaki nya gontai memasuki area kampus, satu kampus dengan Jerik yang baru beberapa hari menjadi kekasih nya dan semalam mimpi indah namun seolah nyata mereka bertukar cincin.



Saat berjalan tak sengaja Ayu bertemu dengan Jerik yang tengah berkumpul dengan teman-teman nya.


Ingin rasa nya ia menyapa sang kekasih hati namun entah mengapa rasa malu-malu tiba-tiba saja muncul, akhir nya Ayu mengurungkan niat nya ia terus saja berjalan melewati segerombolan mahasiswa jurusan kedokteran yang tengah berkumpul itu.



Jerik menghirup aroma damai yang selalu membuat diri nya terlena setiap kali mencium aroma ini, ia menoleh ke arah sumber aroma yang baru saja melewati indra penciuman nya.


"Berani nya dia tidak sedikit pun memandang ku!" Batin Jerik dengan melirik Ayu yang sudah berlalu begitu saja tanpa menyapa diri nya.


Karena kelas akan segera di mulai segerombolan anak muda itu bergegas menuju kelas masing-masing untuk mengikuti pembelajaran mata kuliah nya.


...🍒🍒🍒🍒...


Di dalam ruangan Arthur, terlihat dosen tampan itu tengah bosan dengan hari nya, karena hari ini Grace tidak ada kelas, dia harus berangkat ke kampus sendiri pagi tadi.


Dosen tampan itu mencoba untuk menggunakan alat canggih untuk memantau istri nya yang sedang berada di rumah.


"Mari kita coba alat buatan manusia ini, secanggih apa sih? Kenapa semua manusia membawa nya, bahkan Grace sering melupakan ku jika sudah bermain dengan benda canggih ini" Gumam nya dengan mengotak atik alat tipis itu.



Terlihat sedikit bingung Arthur menggunakan alat yang sangat asing bagi nya, dan tiba-tiba pintu ruangan nya di ketuk oleh seseorang.


TOK TOK TOK...


"Masuk!!" Teriak nya dengan melihat ke arah pintu yang kini terlihat terbuka dan muncullah Jerik dari balik daun pintu itu.


"Kak" Ucap nya dengan melangkahkan kaki nya mendekati sang kakak.


"Ada apa?" Dengan gaya cool nya Arthur melihat adik kandung nya yang seperti nya mempunyai masalah.


"Ayu" Lirih Jerik.


"Ada apa dengan tunangan mu?" Tanya Artur.


"Dia pagi ini terlihat berbeda, padahal malam tadi seolah dia dekat dan sangat mencintai ku, bahkan ibunda saja sudah akrab dengan nya, lalu pagi tadi dia sama sekali tidak menyapa ku, apa ini kak? Seolah aku tidak terlihat di depan mata nya" Cerocos Jerik mencurahkan uneg-uneg nya di hadapan Arthur, kini ia tak lagi menggunakan kata Lo Gue jika bersama orang-orang yang sangat di sayangi nya, namun itu tak berlaku jika Jerik masih bertemu dengan Grace entah kenapa kedua nya sama-sama keras dan tak mau mengalah.


"Coba nanti ke rumah, kita bicarakan semua nya di rumah, tidak baik jika kita berbicara di sini banyak manusia awam yang akan salah paham jika mendengar nya" Jelas Arthur.


"Baiklah" Sahut Jerik dengan melangkahkan kaki nya menuju pintu keluar.


"Tunggu!" Arthur menghentikan langkah kaki Jerik, pemuda calon dokter itu menolehkan kepala nya.


"Ada apa?" Tanya Jerik dengan menaikkan salah satu alis nya.


"Ah itu, kau sudah lama kan hidup dengan wujud manusia?" Tanya Jerik.


"Benar, lalu?" Dengan melangkah mendekati Arthur, Jerik bertanya balik.


"Ya pasti nya kau tidak asing dengan benda ini" Ucap Arthur dengan menunjukan benda canggih berukuran pipih selebar buku tulis itu.


"Maksud mu iPad?" Tanya Jerik dengan melongokkan kepala nya ke arah benda pipih yang ada di meja kakak nya.


"Entahlah apa nama nya, tapi sepengetahuan ku, banyak sekali orang-orang yang menggunakan nya, juga si penjual berkata kalau alat ini dapat memantau orang dari jauh" Ucap Arthur yang masih dalam mode kagum nya, pikir nya ternyata ada alat secanggih kemampuan bangsa nya.


"Hemp..." Terlihat Jerik menutup mulut nya, ia berusaha menahan tawanya agar tidak membuat kakak nya marah.


Benar saja tawa yang ia tahan kini mendapat lirikan tajam dari abang tersayang nya, "Kau mentertawakan ku?"


"Ti... Tidak, memang nya siapa yang tertawa?" Jerik mengelak, tapi masih saja tatapan elang mengikuti setiap gerak gerik nya.


Sampai untuk menelan saliva nya saja ia merasa tercekat, "Coba sini, Jerik kasih paham"


Arthur memberikan benda pipih itu kepada adik semata wayang nya, "Awas hati-hati"


"Kakak tenang aja, ini mau di sambungin ke cctv di rumah?" Tanya Jerik dengan mengotak-atik layar benda pipih itu.


"He'em" Arthur hanya sedikit menganggukkan kepala nya.


Jerik masih sibuk dengan benda pipih yang ada di tangan nya sedangkan Arthur terus saja memantau di samping nya.


"Apa itu?" Tanya Arthur.


"Ini nama nya LOADING kak, signal nya kurang bagus mungkin" Ucap Jerik.


"Lalu setelah ini?" Kembali Arthur bertanya dengan segudang rasa penasaran nya.


"Setelah ini layar iPad ini akan menampilkan gambaran cctv yang ada di rumah udah gitu doang" Jelas Jerik, dan saat itu juga Arthur melihat ada tanda-tanda layar iPad nya menunjukkan gambar suasana kamar istri nya.


Dengan secepat kilat Arthur merebut benda pipih itu dari tangan adik nya, melongo bingung sudah pasti, pasal nya Arthur baru pertama kali memegang benda canggih itu dan kenapa ia merebut seolah ia sudah lebih pintar dari Jerik.


"Kakak sudah bisa memakai nya?" Tanya Jerik.


"Em... Belum" Tergagap Arthur menjawab nya.


"Sini biar aku jelaskan dulu" Jerik berusaha meraih benda pipih itu tapi Arthur masih mendekap nya.


"Kak sebentar lagi aku harus masuk lab loh, cepetan ah!" Dengan paksa Jerik merebut nya.


Arthur memasang raut wajah tak suka sedangkan Jerik melongo melihat isi layar iPad yang kini ada di tangan nya.


"e... emm... ekhem... ini nanti malam saja kita belajar lagi" Dengan ekspresi kikuk nya Jerik mengembalikan benda pipih itu kepada kakak nya, kemudian ia keluar dari dalam ruangan Arthur.


...🍒🍒🍒🍒...


Sore hari...


Ayu yang baru selesai kelas, gadis itu terlihat melangkahkan kaki nya keluar dari gerbang kampus.


BRUM... BRUM...


Sebuah motor sport berhenti tepat di depan gadis yang kini terlihat tengah menunggu taxi.


Nampak wajah Jerik setelah ia membuka kaca helem nya, "Naik!" Teriak nya di sela-sela bising nya kendaraan.


"Apa?" Teriak Ayu dengan menutup salah satu telinga nya.


"Naik!!" Teriak Jerik lagi dengan menunjuk jok belakang motor nya menggunakan dagu nya.


"Hah? Naik?" Lagi-lagi gadis cantik itu tidak paham, dengan sedikit merasa gemas Jerik turun dari atas jok motor nya dan memasangkan helem di kepala tunangan nya itu, kemudian ia mengangkat tubuh ramping Ayu dan ia duduk kan di atas jok motor bagian belakang.


"Aaaaaa!!! Jerik kau Gila!!" Umpat Ayu setelah Jerik berhasil menaikkan nya di atas jok.


Tak mau menyahuti ucapan Ayu Jerik segera naik ke atas motor dan duduk di depan Ayu, dengan paksa pula Jerik menarik kedua tangan Ayu agar memeluk Jerik dan menautkan sepasang tangan Ayu di depan perut Jerik.


BRUUUUMMMM!!!


Kuda besi itu meluncur sangat kencang meliuk-liuk di antara padat nya kendaraan, tak lama kemudian mereka sampai di depan gerbang rumah Grace.


"Loh? ini rumah Grace?" Tanya Ayu dengn memiringkan kepala nya berusaha melihat wajah Jerik.


"Turun!" Ucap Jerik yang saat itu langsung turun tanpa menunggu Ayu turun dari motor nya.


"Je!" Teriak Ayu kesal, Jerik menoleh dengan melepas helem nya.


"Gila ganteng banget sih? mana bisa gue marah sama yang beginian!" Umpat Ayu di dalam hati.


"Apa?" Sahut Jerik dengan melangkahkan kaki nya mendekati Ayu.


"Bantu in turun tadi juga siapa yang naik in!" Ayu ngomel dengan wajah yang di tekuk.


Tanpa basa basi HAP!!


Jerik mengangkat tubuh Ayu kedalam gendongan nya dan spontan gadis itu mengalungkan tangan nya di leher Jerik, yang membuat dekat jarak wajah kedua nya, dan itu membuat Jerik ingin sekali menyentuh bibir yang berwarna pink natural itu.


Perlahan tapi pasti Jerik semakin memangkas jarak wajah kedua nya.


"Ekhem-ekhem!!" Seseorang berdehem di belakang mereka dan...


BLETAK!!...


Hayoooo jangan lupa senam jempol buat klik Like dan berikan kata-kata terbaik kalian untuk berkomentar.


Owkay Guys see you next episode 🤗🤗🤗