The Guard

The Guard
(TG2) Sembunyikan Aku



Jikalah hati telah berlabuh maka di sana akan tumbuh cinta yang utuh, cinta yang utuh tercipta dari dua hati yang tulus, saling mengerti, memberi dan menerima apa ada nya.


Lalu bagaimana jika di dalam menjalin cinta salah satu di antara kita ada yang merasa tidak percaya diri, bahkan malu untuk mengakui pasangan kita?


Pagi ini Syaqila Aldina telah cantik dengan outfit nya, celana jeans berwarna hitam, dengan atasan tank top warna senada dipadu dengan blazer berwarna pink soft membuat gadis itu terkesan manis dan sexy.


TIN... TIN... TIN...


Sebuah mobil berhenti di depan hunian bak istana dengan membunyikan klakson nya, tak lama kemudian muncul gadis cantik dari dalam hunian mewah itu dengan sedikit berlari kecil.


"Good morning babby" Sapa Gresta yang terkesan cool dengan kacamata yang nangkring di atas hidung bangir nya.


"Morning" Dengan senyuman manis, Syaqila menyahuti sapaan itu. Gresta dengan kasih sayang membukakan pintu mobil itu dengan satu tangan nya tanpa ia keluar dari dalam mobil nya.


"Makasih, " Syaqila duduk dengan masih mengembangkan senyum manis nya.


Mobil yang di kendarai kedua nya pun segera melaju membelah jalanan menuju kampus dimana Syaqila menuntut ilmu.


Tak lama mereka melaju di jalanan kini mobil Gresta sudah berhenti di depan gerbang kampus.


Terlihat kedua nya saling melempar senyum sebelum perpisahan sementara itu.


Gresta segera melajukan mobil nya setelag kekasih hati nya itu melangkahkan kaki nya memasuki area kampus.


Sejak dari Syaqila masuk ke dalam area kampus, gadis itu mendengar desas-desus, namun tak mau ia menghiraukan nya.


"Kila!" Teriak salah satu teman sekelas dan seangkatan gadis cantik itu sembari berlari mendekati nya.


Syakila melempar senyum ramah nya, "Semangat banget sih? Ada gosip baru nih pasti"


"Ho'oh tenan!" Celoteh Dewi dengan logat jawa nya.


"Hah? Gosip apa an?" Antusias Syaqila bertanya kepada kedua sahabat nya yang kini sudah berdiri tepat di hadapan nya.


"Hem!" Zahra menunjukkan layar ponsel nya dimana di sana tertulis berita terkini.


PEMIMPIN BARU DARI HOTEL GRACINDO TERCIDUK TENGAH BERMESRAAN DENGAN WANITA SIMPANAN NYA


Memang wajah Syaqila tidak terlihat jelas di sana namun gaun limited edition yang di kenakan Syaqila di dalam foto itu sahabat sebestie nya sudah hafal kalau itu Syaqila.


"Eeee... itu teman-teman, em... "


"Lo jangan ngelak deh! Lo jadi simpanan om om ini?" Sela Zahra yang tidak suka jika sahabat sebestie nya itu jadi simpanan om-om.


"Dia bukan om-om bestie..."


"Halah, lo kecantol sama tampang rupawan nya doang kan? Jangan percaya yang begituan bestie, biasa nya di luar sana dia banyak gonta-ganti cewek" Lagi-lagi Zahra memotong ucapan Syaqila.


"Ok ok jadi malam itu gue nggak sengaja ketemu sama dia dan yah hanya sebatas itu saja, kita nggak ada hubungan apa-apa!" Jelas Syaqila berbohong di depan banyak teman-teman kuliah nya.


"Jadi beneran lo masih jomblo kan?" Dewi bertanya dengan memicingkan mata nya.


"Ya... ya... ya iyalah masa gue bohong sih" Berusaha menutupi kebohongan nya Syaqila segera mengajak teman-teman nya ke dalam kelas.


...🍒🍒🍒🍒...


Siang hari Gresta telah selesai dengan pekerjaan nya, terlihat ia tengah berjalan menuju basement dan mendekati mobil nya.


"Tuan anda mau kemana?" Tanya salah seorang pengawal.


"Aku mau keluar sebentar" Ucap Gresta dengan senyum ramah nya.


Gresta dengan segera mengendalikan mobil menuju kampus sang kekasih hati.


Di kampus terlihat Syaqila bersama teman-teman nya tengah berjalan keluar dari gerbang kampus.


"Eh mobil siapa tuh?" Dewi menunjuk mobil mewah yang tengah berhenti di luar sana.


"Wah jangan-jangan ada yang kencan sama om om kelas konglomerat nih dari kampus kita" Ucap Zahra dengan senyum cibiran nya.


Syaqila hanya tersenyum kecut, "Ee Guys kita lewat sana aja yuk!" Ucap Syaqila dengan menunjuk ke arah yang berlawanan dengan mobil Gresta berada.


"Kok lewat sana sih? kan es cappuccino nya ada di sana!" Oceh Zahra.


Tak berhasil membuat teman-teman nya menjauhi mobil Gresta, Syaqila pun pasrah.


Dari dalam mobil Gresta memandang kekasih hati nya itu tengah berkumpul bersama teman-teman nya.


Tak mau mengganggu gadis nya, pria tampan itu hanya duduk dengan menunggu agar gadis cantik itu mendekat ke arah mobil nya.


Namun ternyata tidak seperti ekspektasi yang di bayangkan Gresta, gadis itu memang mendekat ke arah mobil nya, tapi tidak berhenti di dekat mobil itu, melainkan gadis itu pura-pura tidak melihat keberadaan nya, ia nyelonong pergi bersama teman-teman nya.


"Apa ini? Dia mengabaikan ku? setelah mengobrak-abrik seluruh isi otakku?" Terus menatap kemana gadis itu melangkahkan kaki nya Gresta bergumam.


"Baiklah!" Gresta pun kembali melajukan mobil nya dan kembali ke kantor pusat yang di kendalikan nya.


Rencana makan siang romantis bersama sang kekasih hati pun gagal total, kecewa sudah pasti tapi Gresta hanya melampiaskan nya kepada pekerjaan agar cepat selesai.


Syaqila yang melihat mobil Gresta melaju tanpa si empu nya menemui diri nya di depan teman-teman nya pun merasa lega dan menghembuskan nafas lega.


...🍒🍒🍒🍒...


Malam hari selalu menampakkan kegelapan nya dengan keindahan sang rembulan beserta kerlap kerlip sinar para bintang yang bertabur.


Di dalam sebuah kamar Syaqila sudah cantik dengan piyama kimono nya yang berwarna merah dengan renda hitam di bagian-bagian tertentu nya.


WWUUUUUSSSSSSHHHH!!!


Angin berhembus menerobos masuk kedalam kamar Syaqila melalui pintu yang menghubungkan balkon kamar itu.


Hawa dingin mulai membuat gadis itu beranjak mendekat ke arah pintu.


Tangan-tangan putih cantik itu terlihat menutup pintu balkon, namun tiba-tiba sepasang tangan lain memeluk pinggang nya dari belakang.


Terkejut Syaqila tersentak ia sedikit menolehkan wajah nya namun pipi nya sudah menempel di pipi Gresta yang sudah menancapkan dagu nya di pundak nya.


"Gresta?" Lirih Syaqila.


"Hem", Datar pria itu menyahuti nya, "Gue bisa jelasin", Ucap Syaqila dengan melepaskan pelukan Gresta dan berbalik menatap pemuda tampan itu.


Gresta hanya menatap nya datar, ia tau isi hati Syaqila sedang dalam kondisi yang sangat kacau namun sedikit pun ia tak bisa membaca nya.


"Katakan yang ingin kau kata kan, aku bukan peramal yang dapat menebak isi hati mu!" Aura dingin tak biasa terpancar dari raut wajah Gresta kini terpancar begitu saja.


"Aku mau hubungan kita... " Belum sampai Syaqila menyelesaikan ucapan nya Gresta sudah lebih dulu menyambar bibir merona gadis itu.


Di kecup kemudian dilu-mat nya dengan lembut, sampai-sampai Syaqila terlena dan terbakar gairah, Kedua tangan nya ia kalungkan di leher Gresta dengan masih terhanyut dengan tarian lidah Gresta di dalam rongga mulut nya.


Di tengah-tengah memanas nya gairah yang mulai membara tiba-tiba Gresta menyudahi pergulatan kedua nya.


Mengerutkan alis nya terlihat raut kecewa di wajah Syaqila, nafas yang mulai memburu menandakan respon sang kekasih masih tetap sama, masih saling mencinta.


"Apa yang membuat mu seolah ingin menjauhi ku? Kau ingin mengakhiri hubungan kita?" Tanya Gresta dengan terus menghimpit tubuh Syaqila hingga tubuh sintal itu bersandar di pintu kaca yang sudah tertutup.


"Sembunyikan hubungan kita" Lirih Syaqila dengan menunduk.


"Why?" Gresta tak mengerti, kenapa harus disembunyikan? Bahkan kedua orang tua mereka saja mendukung hubungan keduanya.


"Kau tampan, dan aku tidak mau jika sampai penggemar mu nanti ada yang meneror ku, dan berita tentang kedekatan kita kemarin di acara pernikahan Miss Ayu juga telah tersebar" Ucap Syaqila.


Gresta berusaha mengerti perasaan kekasih hati nya tanpa curiga sedikit pun ia mengecup pucuk kepala Syaqila.


"Maaf telah membuat mu tidak nyaman" Gresta menarik tubuh sintal itu kedalam pelukan nya.