
Di depan rumah dengan model minimalis Arthur dan Dean masih mengadu kekuatan masing-masing, tak ada salah satu dari mereka yang mengalah, jika Arthur melempar bola-bola api biru nya maka Dean pun membalas dengan bola-bola api merah nya.
Menghindar dengan melompat juga berguling Dean lakukan demi tidak terkena serangan Arthur, sedangkan Arthur yang di udara, sayap nya mulai terasa panas, karena ia gunakan untuk menangkis bola-bola api milik Dean.
"Menyerahlah! Karena sampai kapan pun Grace hanya akan menjadi milik ku! Batu permata itu adalah milik ku dan sudah tertanam pada diri nya" Ucap Arthur dengan terus menghindari serangan Dean.
"Tidak akan, jika gadis itu tidak bisa ku miliki maka jangan harap kau bisa memiliki nya!" Sahut Dean, yang kemudian membaca mantra dan tangan nya mulai membentuk bulatan-bulatan yang berputar-putar semakin lama bulatan berbentuk bola api itu semakin besar.
"Rasakan ini!" Dean melempar bola api berukuran besar itu ke arah Arthur, Arthur menahan nya dengan kedua sayap yang menutupi tubuh nya.
Diam-diam di balik sayap hitam nya Arthur membentuk bola api biru nya dan setelah terkumpul cukup besar, Arthur dengan sekuat tenaga nya mendorong ke arah bola api milik Dean saat sayap nya terbuka.
DHUAR!!
BLARRRRR!!
Benturan kedua kekuatan besar itu menimbulkan suara yang sangat dahsyat, sisa bola api Dean mengeluarkan asap yang sangat tebal dan beracun, dan asap itu berhasil terhirup oleh Arthur, terlihat kepakan sayap Arthur semakin melemah sampai akhir nya.
BRUGH!! Arthur terjatuh di tanah, sedangkan Dean yang di bawah, tubuh nya sudah hangus terbakar. Sedangkan Hendra terkubur reruntuhan rumah yang sudah ambyar tak berbentuk.
Di dalam hutan yang tak jauh dari ledakan...
Mendengar suara ledakan dari arah rumah yang di gunakan Dean untuk menyekap Grace, Semua mata tertuju ke arah ledakan, kemudian semua saling memandang dengan satu sebutan nama, "Arthur!!" Teriak Irina dengan Akles bersamaan.
"Apa Arthur di sana?" Tanya Grace dengan nada khawatir.
Sejenak Akles dan Irina saling memandang, dan kemudian menganggukkan kepala nya, Grace tak mau menunggu lebih lama lagi, gadis itu segera berlari di tengah kegelapan malam ia kembali menuju rumah tempat dimana diri nya di sekap beberapa waktu yang lalu.
Setiba nya di sana, Grace mendapati bangunan itu sudah hancur lebur tak berbentuk, sedangkan di sisi lain ada sosok pemuda yang terkapar hangus.
Mata gadis itu mulai mengembun, di beberapa titik ada api yang masih menyala, dengan remang-remang cahaya bulan juga sinar dari beberapa api yang masih menyala Grace menemukan sosok bersayap yang meringkuk di tanah.
"Ar... Arthur... " Suara bergetar itu terdengar dengan di iringi air mata yang mulai membanjiri pipi nya.
Irina lemas melihat putra nya tak berdaya diantara beberapa api yang masih menyala, sedangkan Akles menopang tubuh istri nya.
Nendra tak percaya jika sang pangeran yang selama ini tampan dan gagah itu kini tengah terkapar tak berdaya di atas tanah dunia fana ini.
Grace berlari dengan lutut lemas nya, walau pun beberapa kali tersungkur Grace kembali berdiri dan melanjutkan langkah nya demi mendekati Arthur yang lemah tak berdaya.
"A.. Arthur!! Buka mata mu! ini aku, ini Grace mu! My Guard, please, buka mata mu!" Dengan air mata yang mengalir deras di pipi nya Grace memangku kepala Arthur dengan menepuk-nepuk pelan pipi makhluk tampan itu.
Tak ada respond, tangis Grace semakin menjadi, gadis itu sedikit menggoncangkan tubuh Arthur.
"Please Arthur! Aku sayang sama kamu! kumohon, buka mata mu! Kamu kuat! kamu hebat! kamu tampan baby! come on, please!" Cecar gadis itu di sela-sela sesenggukan nya.
Irina yang trenyuh melihat Grace yang menangisi putra nya perlahan mendekat dan mendapati warna biru pada kulit Arthur.
"Kabut asap ini beracun, dan Arthur terlalu banyak menghirup nya" Ucap Irina dengan menutup mulut nya dengan telapak tangan nya.
"ARTHUUUUUUUURRR!!!" Teriak Grace dengan mendekap kepala Arthur di dada nya.
Gadis itu menangis, namun sesaat kemudian permata biru di jari Grace mengeluarkan cahaya nya dan cahaya itu memancar ke arah mahkota yang di kenakan Arthur, setelah dari sana sinar biru itu memantul ke arah Grace dan merasuk ke kening Grace hingga gadis itu menengadahkan kepala nya.
"Grace!!" Teriak Akles dan Irina bersamaan melihat kejadian aneh itu.
Gadis itu menundukkan kepala nya cukup lama setelah menerima pantulan sinar biru itu.
Perlahan Grace membuka mata nya dan bola mata gadis itu membiru, "Grace?" Dengan suara lembut nya Irina memanggil gadis yang kini memangku kepala putra nya itu, namun tangan Irina di tepis kuat oleh Grace, "Dia tidak sadar suami ku!" Irina merasa Grace di kendalikan oleh permata blue black.
"Arthur akan baik-baik saja Grace tenang lah!" Ucap Akles yang berusaha menyadarkan Grace yang sudah terpengaruh batu permata blue black, namun tak berhasil.
Setelah menepis tangan Irina, Grace mendekatkan wajah nya dengan wajah Arthur dan kemudian ia membuka sedikit mulut nya dengan sebelah tangan nya yang menekan pipi Arthur kanan dan kiri agar mulut si tampan itu sedikit terbuka, dari sana Grace menyalurkan energi dari batu permata blue black, dan menyerap racun yang di hirup oleh Arthur.
"Hentikan Grace itu berbahaya! Arthur akan kembali baik-baik saja nanti!" Teriak Irina dengan berusaha menarik tubuh Grace.
Cukup lama Grace bertahan di posisi itu sampai akhir nya Arthur sedikit membuka mata nya ia melihat Grace masih menghabiskan semua racun yang ada di tubuh nya.
Arthur melihat mata biru Grace mulai meredup dan bibir gadis yang tengah dilum-at nya itu terasa dingin.
Arthur melerai tautan nya, dan saat itu juga Grace ambruk tak sadarkan diri, "Grace!" Teriak ketiga nya, Nendra hanya mengusap wajah nya melihat nona nya dengan begitu bodoh menyerap racun yang ada di dalam tubuh Arthur.
"Kita bawa pulang sekarang!" Titah Akles yang di anggukki oleh semua nya.
"Bertahan lah Grace!" Ucap Arthur yang sudah kembali normal. Makhluk tampan itu segera menutup tubuh Grace dengan jubah kebesaran nya dan dengan kemampuan teleportasi nya ia segera menghilang.
"Tunggu!" Ucap Irina namun Arthur sudah terlanjur menghilang.
"Biarlah bun, sayapnya kan terluka, mana mungkin dia terbang dari sini ke rumah" Akles menegur istri nya yang hendak menggerutu. Irina hanya melirik sekilas, kemudian mereka segera mengepakkan sayap-sayap nya dan mulai mengudara, sedangkan Nendra ia mampu berteleportasi namu tidak sejauh Arthur, berkali-kali Nendra berhenti dan melanjutkan lagi teleportasi nya.
Arthur membawa Grace ke rumah nya, ia baringkan tubuh Grace yang lemas itu di atas ranjang empuk nya sembari menunggu Ayahanda dan juga Ibundanya.
...🍒🍒🍒🍒...
Srikantil yang sudah hampir tiga hari menyamar menjadi Grace hari ini ia tidak enak juga jika harus tidak masuk lagi karena dua hari kemarin ia beralasan kalau diri nya tak enak badan.
"Hai Grace!" Terlihat dari kejauhan Ayu dan lina berjalan menghampiri Grace palsu yang tengah duduk di bangku kantin.
"Mampus, kok ada mereka sih, duh nona Grace biasa ngomong apa ya kalau sama dua sahabat nya ini?" Batin Srikantil dengan menatap dua gadis yang berjalan mendekati nya.
"Grace kemarin kamu sakit? Sakit apa? Terus sekarang sudah mendingan belum?" Cerocos Ayu yang baru saja duduk di bangku samping Srikantil.
"Grace parfum kamu baru ya? Tumben-tumbenan kamu bau-bau melati begini" Sambung Lina.
"Anu... "
"OMG!! Grace sejak kapan kamu suka kopi hitam?" Belum sempat Srikantil memberi alasan Lina kembali mengomentari minuman Srikantil.
"Tunggu-tunggu-tunggu!! Kamu nggak lagi ngincar sugar daddy yg suka begadang dengan minum kopi hitam kan?" Celetuk Ayu yang langsung mendapat jitakan dari Lina, "Awq!! Sakit lin!"
"Gila kamu Yuk! Rasa in!" Ucap Lina, Srikantil hanya melihat kedua sahabat Grace itu secara bergantian.
"Enak aja di bilang ngincar sugar daddy, padahal kan Sri cuma kangen sama beb Nendra yang menghilang beberapa hari ini" Gumam Srikantil.
"Oh iya teman-teman..."
" Apa Grace? teman-teman? Hello guys, sejak kapan kamu bilang kita teman-teman?" Potong Lina.
"Oh maaf, aku akhir-akhir ini sedang tidak enak badan" Srikantil berusaha beralasan.
"Iya Grace kita juga tau kalau kamu lagi sakit" Sahut Ayu.
"Iya, em, aku duluan ya, mau pulang" Ucap Srikantil yang langsung ngeluyur begitu saja.
"Ya sudah hati-hati di jalan say!" Ucap Ayu dan Lina sambil melambaikan tangan nya.
Grace pulang dengan naik taksi, gadis jadi-jadian itu duduk dengan raut wajah yang di tekuk.
"Niat nya mau mobil-mobilan sama beb Nendra malah dia nya hilang entah kemana" Batin Srikantil menggerutu.
Setelah sampai di depan rumah nya, Srikantil turun dari mobil dan berjalan memasuki rumah Gracelina.
^^^CEKLEK!!^^^
Setelah pintu terbuka, betapa terkejut nya Srikantil yang melihat Gracelina asli alias nona muda nya sudah duduk berkumpul bersama keluarga nya.
"MAMPUS!!" Gumam nya yang segera membalikkan badannya, dan perlahan kembali ke arah pintu berniat mengubah diri nya, namun terlanjur Digo melihat nya.
"Loh siapa itu?...
Jangan lupa Klik Favorit 💞, dan juga berikan like ke setiap episode yang kalian baca ya 🥰🥰🥰 see you di bab selanjut nya...