
Dengan begitu panik Arthur segera merubah diri nya menjadi dosen tampan seperti biasa nya, ia melangkahkan kaki besar nya keluar dari kamar dan menuruni anka tangga.
"GRACE!!" Dengan berteriak Arthur menuruni anak tangga, raut wajah panik yang ia tampilkan saat ini.
Sedangkan Grace yang ada di ruang tengah segera bangun dari rebahan nya, ia sedikit berlari menyatroni suami tampan nya.
"Sayang!" Teriak Grace dengan menghambur ke dalam pelukan Arthur, Mikko yang mendapati pemandangan romantis di pagi hari itu memalingkan wajah nya, dengan keberanian yang minim Lina beralih duduk di samping Mikko.
"Hey, sarapan nya sudah siap semua?" Tanya Lina dengan gemetaran.
"Hah?" Mikko menoleh ke arah Lina dan ya ia lupa jika belum lama ia meminta ijin untuk menyinggahi hati gadis itu, dan apa? Baru saja ia hampir mengecewakan gadis polos yang ada di samping nya ini.
"Oh iya lupa, yuk kita sarapan yuk!" Mikko menarik tangan Lina dan dengan segenap hati yang belum sembuh total ia berusaha menampilkan senyum termanis nya.
Lina tau kalau itu belum tulus untuk nya, namun bagaimana pun menyembuhkan luka tidak lah mudah seperti membolak-balikkan telapak tangan nya.
"Tunggu kak! Gimana dengan yang lain?" Tanya Lina yang memikirkan teman-teman yang lain.
"Mereka sudah besar, dan lihatlah diri mu yang kurus ini, ayo segera makan, nanti kalau kamu terlalu kurus bagaimana bisa melayani ku!" Canda Mikko yang membuat Lina menunduk tersenyum.
Di sisi lain di Grace yang baru saja memeluk suami tampan nya.
"Gimana? sudah dapat daging segar nya?" Berbisik Grace menanyakan makanan yang diinginkan nya.
"Aku mengkhawatirkan diri mu, lalu kau hanya mengkhawatirkan makanan mu? Hem!" Arthur menyatukan kening kedua nya.
"Hehehe... Kan aku baik-baik saja.. "
"Siapa bilang?! Baru saja dia jatuh dari tangga!" Ucap Jerik dengan berjalan mendekat.
"Je! Apaan sih!" Ucap Grace dengan menatap protes ke arah Jerik.
"Apa? Pokok nya gue nggak mau ya kalau sampai calon keponakan gue kenapa-kenapa?!" Cecar Jerik.
"Baby tadi jatuh? Terus gimana sakit nggak perut nya gimana? calon baby nya ganggu nggak?" Arthur yang terlewat khawatir membolak-balik tubuh Grace depan belakang untuk diperiksa nya.
"Nggak Yank orang jatuh dikit doang kok" Sedikit kesal Grace.
"Dikit lo bilang! Lo tadi tu sampe pingsan!" Jelas Jerik yang lebih kesal dengan kakak ipar nya itu.
"Jangan dengerin dia beib! Nggak bener!" Arthur terdiam, ia tau kalau Jerik tidak lah suka berbohong jika di depan nya, apa lagi ini menyangkut dua nyawa.
Arthur mencekal lengan kanan Grace"Ikut aku!" Dengan aura dingin yang memancar Arthur menarik Gracelina untuk naik ke lantai dua.
BRAK!!
Arthur membanting pintu kamar yang memang sudah lepas engsel nya itu.
"Be... beib?" Tergagap Grace menegur suami nya.
Tak menjawab Arthur membaca mantra nya dan mengemasi barang-barang Grace tanpa menggunakan tenaga fisik.
"Beib apa yang kau lakukan?" Grace memegang lengan Arthur yang masih memasang ekspresi dingin nya.
"Beib jangan gini dong!" Akir nya setelah semua barang Grace masuk koper Arthur kembali menatap istri manja nya itu.
"Baby mau daging segar kan? sebentar ya aku siapkan dulu" Bukan nya menjawab pertanyaan Grace, Arthur malah memilih topik lain untuk bahan perbincangan.
Grace hanya melihat suami tampan nya itu memotong-motong daging hasil buruan nya barusan, dan dengan rapi Arthur menata daging itu di atas piring.
Tersanjung dengan manis nya Arthur yang melayani nya pagi itu Grace sudah melupakan pertanyaan nya yang sedikit rewel barusan.
Arthur begitu trenyuh melihat Grace memakan dengan lahap daging mentah yang hanya di bersihkan Arthur dengan air di wastafel.
"Baby suka?" Tanya Arthur dengan mengelus kepala Grace.
"Suka, tapi darah nya kurang" Masih mengeluh kecil Grace berusaha mengerti maksud Arthur yang mencuci bersih daging segar itu.
"Apa sakit?" Arthur mengelus perut Grace yang masih terlihat rata.
"Tidak, diam lah dulu aku mau makan" Ucap Grace yang masih fokus dengan hidangan mentah di depan nya.
Setelah selesai makan Arthur menenteng koper dan sebelah tangan nya menuntun Grace, ya mereka berencana untuk pulang terlebih dahulu.
"Loh? kalian mau kemana?" Tanya Jerik yang bertemu di ujung tangga.
"Kita pulang dulu ya, kamu tau lah kondisi kakak ipar mu" Ucap Arthur.
"Oh ok ok" Jerik yang sebenar nya sangat peduli dengan hadir nya si kecil di dalam perut Grace mengiyakan kalau mereka akan pulang duluan.
"Yang lain kemana Je?" Tanya Grace.
"Pada makan tu" Jerik menunjuk dengan dagu yang di angkat nya sedikit.
SSSSSHHHLLLAAAAPPP!!!
Bukan tiba di rumah Grace, melainkan di sebuah taman yang indah seolah tak pernah ada polusi di sana-sini.
"Arthur?" Ucap Grace dengan melihat ke sekeliling nya.
"Hem?" Sahut Arthur dengan memandang istri cantik nya.
"Ini dimana?" Tanya Grace dengan memandang suami tampan nya itu.
"Kerajaan di atas Awan, di sana Mansions keluarga Rajendra berada" Arthur menunjuk sebuah istana yang sangat megah.
Grace membelalakkan mata nya dengan mulut yang menganga, lucu sekali melihat nya sudah seperti anak kecil yang mengagumi barang yang canggih dan belum pernah dilihat nya.
Arthur tersenyum melihat ekspresi Grace, "Ayo masuk!" Ajak Arthur dengan masih setia menggandeng tangan Gracelina.
Baru saja mereka sampai di taman istana, kedua nya sudah di sambut dengan kereta kencana dengan dua kuda berwarna putih yang akan menarik nya.
Masih dengan kekaguman nya Gracelina menerima uluran tangan Arthur yang mengajak nya untuk menaiki kendaraan kerajaan itu.
"Arthur?" Bisik Grace.
"Hem?" Sahut Arthur yang dengan kekuatan super nya mengendalikan kuda di depan agar berjalan menuju Mansion nya.
"Kau meninggalkan dunia seindah ini?" Tanya Grace.
"Hem, dan semua demi kamu" Ucap Arthur dengan mencolek hidung Grace.
Sesampai nya di depan pintu Arthur turun lebih dulu dan mengulurkan tangan nya untuk membantu Gracelina.
Para Angel yang mengetahui kedatangan Arthur segera menyambut nya.
"Selamat datang pangeran" Ucap semua Angel menundukkan kepala nya sepanjang Arthur dan Grace berjalan.
Irina yang mengetahui kalau ia kedatangan tamu istimewa segera keluar dari dalam kamar nya dan menyambut nya dengan full senyum nya.
"Selamat datang sayang ku" Ucap Irina dengan berjalan dan merentangkan kedua tangan nya kemudian ia memeluk Grace lina dan Arthur secara bergantian.
"Ibunda, ada hal penting yang akan saya sampaikan kepada Ibunda" Ucap Arthur yang membuat Irina mengerutkan kening nya.
"Ada apa ini? Kenapa kalian sangat serius ayo ayo masuk dulu kita bicara di dalam!" Ketiga nya segera berjalan kedalam sebuah ruangan dimana banyak sekali buku-buku di sana.
"Duduk lah sayang!" Ucap Irina menyuruh Gracelina untuk duduk di atas permukaan sofa lembut yang berbulu halus.
"Grace hamil bunda" Ucap Arthur tanpa basa-basi lagi.
BLEDAR!!!
Irina bagai tersambar petir dewa Zeus kala ia mendengar penuturan putra sulung nya itu.
"Ha... Hamil?" Irina lemas ia menghempaskan tubuh nya di sofa yang ada di belakang nya.
"Ibunda kenapa?" Tanya Grace yang khawatir.
"Kau mengandung cucu ku? Tapi wajah mu sangat bahagia nak?" Gumam Irina dengan mengelus wajah Gracelina.
"Panggil salah satu Angel!" Ucap Irina menyuruh pelayan setia nya.
"Baik yang mulia" Pelayan itu segera menghilang dari hadapan mereka.
"Grace dengarkan ibunda sayang, dia harus tumbuh di istana ini, jadi biarkan para Angel yang mengurus nya" Cecar Irina.
"Tapi bunda... "
"Sangat bahaya bagi mu mengandung janin yang sangat kuat itu nak" Sela Irina.
"Tidak! Grace akan tetap mengandung nya!" Keras kepala Grace membuat Irina dan Arthur merasa pusing.
"Sayang pertumbuhan nya sangat lah cepat aku khawatir kau akan kesulitan nanti nya" Ucap Arthur.
"Kau pikir aku tidak kuat? Aku kuat Arthur!" Grace ngotot ingin tetap mengandung janin itu.
"Permisi yang mulia, anda memanggil saya?" Seorang Angel dengan rupa yang cantik putih dan bersinar datang menghampiri mereka.
Semua mata tertuju pada nya.
"Kau akan memberikan buah cinta kita kepada nya? kenapa dia yang lebih cantik? lebih sempurna?!....
Jangan lupa like dan komentar nya, semoga kalian sehat selalu see you...