
"Bagaimana kalau kita... "
"No!! Kita belum menikah ya! Aku nggak mau kalau sampai karier ku rusak hanya karena kesenangan sesaat!" Ketus Ayu.
"Hah? Apa sih?" Terlihat Jerik mengulas senyum, "Orang aku mau bilang bagaimana kalau kita ke kamar inap Grace sekarang", Mendengar itu wajah Ayu memerah.
"Hayoooo... Mikir nya kemana hayooo???" Jerik menampilkan deretan gigi putih nya dengan mencolek pipi Ayu yang masih duduk di pangkuan nya.
"Apa an sih?! Nggak!" Gerutu Ayu yang menahan malu.
"Ya udah ayok! kata nya mau ke nengokin Grace!" Ucap Ayu.
"Ayok!" Sahut Jerik dengan menurunkan Ayu dari pangkuan nya kemudian kedua nya berjalan menuju ruangan dimana Gracelina di rawat.
...🍒🍒🍒🍒...
Terlihat Grace tengah duduk dengan dua bocah kecil yang ada di atas ranjang nya.
Sisi kanan ada Gresta sedangkan Syaqila ada di sisi kiri nya.
"Momy kan belum sembuh, Momy harus banyak-banyak istirahat, biar cepat pulih" Ucap Gresta dengan mendongakkan kepala nya melihat Grace.
"Hoooaaammm!!!" Terlihat Syaqila sudah menguap dan meletakkan kepala nya di atas perut Grace.
"Hey cerewet! Jangan tidur di sana! Momy ku baru saja pulih!" Posesif Gresta terhadap Grace, ia memarahi bocah cantik yang mata nya sudah mulai sayu itu.
"Gresta nggak boleh galak-galak sayang sama teman nya, kasihan Kila ngantuk itu loh" Grace mengelus kepala gadis kecil itu dengan tangan nya.
"Kalau ngantuk ya pulang sana! Tidur sama Momy kamu sendiri! ini Momy ku!" Dengan melipat kedua tangan nya di depan dada Gresta menekuk wajah nya, bahkan bibir nya manyun.
Semua terlihat terkejut dengan ucapan bocah tampan itu, "Gesta, nggak suka ya Miss kalau Kila di sini?" Terlihat sedikit berkaca-kaca Syaqila menatap Grace.
"Tidak sayang, Gresta hanya rindu sama Miss" Ucap Grace menghibur Syaqila.
Tapi ternyata tidak mempan hiburan itu, kini bocah cantik itu merosot perlahan dari ranjang pasien milik Grace, kemudian kaki kecil itu melangkah mendekati Aldi.
"Ayo, papi kita pulang, Kila sudah ngantug" Ucap Syaqila yang membuat semua mata tertuju pada anak kecil itu.
Aldi menganggukkan kepala nya, "Arthur, Grace saya pamit dulu ya?"
"Iya, hati-hati" Sahut Arthur dan Grace bersamaan, setelah Aldi dan Syaqila keluar dari ruang rawat, Grace menoleh ke arah Gresta.
"Sayang nya Momy, kenapa masih cemberut?" Sedikit mencubit gemas pipi Gresta membuat bocah tampan itu angkat bicara.
"Kok Syaqila nya nggak balas omongan dari Gresta Mom? Padahal dia biasa nya kan cerewet dan aktif" Oceh Gresta yang ternyata barusan ia mencari topik untuk berdebat dengan gadis cantik itu.
"Itu karena Gresta menyentil hati Kila, sayang" Ucap Grace dengan membelai rambut lembut di pucuk kepala Gresta.
"Maksud Momy?" Netra polos itu menatap penuh tanya, tak mengerti apa yang di maksud Grace.
"Momy nya Syaqila sama Daddy nya Syaqila sudah tidak tinggal satu rumah nak" Jelas Grace dengan perlahan, terdiam sejenak Gresta berpikir keras mencoba memahami masalah orang dewasa. Sungguh hati bocah kecil itu saat ini sangatlah tidak nyaman.
"Oh jadi, Mereka... "
CEKLEK!!
"Hay bestie!! Gimana? Yang mana yang sakit?" Tiba-tiba Ayu muncul dari balik pintu.
Sontak semua mata tertuju pada dua insan yang baru saja masuk ke dalam ruangan itu.
"Hay Yuk, cieee... yang udah ketemu" Goda Grace membuat wajah Ayu merona.
"Ih apa an sih!" Ucap Ayu dengan menyelipkan helai rambut nya ke belakang telinga.
"Loh ini? Kevin?" Tanya Ayu yang terkejut melihat Gresta di sana juga berniat mengalihkan topik pembicaraan.
"Kevin siapa? ini Gresta, putra ku" Sahut Grace bangga.
"Iya Miss Ayu, jadi Mama Kinan yang kasih nama Kevin, kalau Gresta itu nama aku dari bayi, entah Momy apa Daddy yang memberikan nya" Sahut bocah tampan itu.
Kini semua mata saling bertatapan, "Segitu sayang nya mama Kinan sampai memberi kan mu nama?" Tanya Grace dengan mata yang berkaca-kaca.
"Iya Momy, bahkan mama Kinan selalu membawa ku jika bibi Chrisa sedang tidak bisa menjaga ku" Sahut Gresta dengan polos nya.
" Angel Chrisa?" Lirih Grace dengan menatap Chrisa.
"Maaf nona Grace, saya beberapa kali ketahuan menggunakan kekuatan saya untuk membawa pangeran pergi dari tempat itu, dan... "
"Iya padahal bibi Chrisa hanya menunjukkan sulap nya tapi mama Kinan selalu marah dan mengikat bibi Chrisa, aku takut jika mama Kinan marah, tapi dia tidak pernah sedikit pun melukai ku" Sela Gresta.
Semua mendengarkan dengan baik, lalu tiba-tiba Gresta melihat arloji kecil yang ia kenakan di tangan kiri nya.
"Ups... ini sudah terlalu malam Gresta harus pulang, atau mama Kinan akan sendirian di rumah" Gresta menepuk kening nya.
"Kau akan kembali pada nya sayang? Kau akan meninggalkan Momy dan Daddy?" Tanya Grace yang berusaha menahan bulir bening yang sudah mengintip di ujung kelopak mata.
Gresta terlihat dilema, ia nyaman bersama Momy dan Daddy nya tapi di sisi lain ia memikirkan Kinanthi yang semala ini dengan baik mengurus nya, bukan kah seperti peribahasa Air susu dibalas dengan air tuba jika kebaikan selama ini yang diberikan kepada nya di balas dengan mengecewakan orang yang selama ini berusaha dengan baik mengurus nya.
Dilema hati ini membuat Grace pun tak mampu menahan putra sulung nya itu untuk tidak pergi meninggalkan nya kembali.
"Momy jangan sedih, Gresta janji Gresta akan sering-sering jenguk Momy, Gresta janji Gresta akan baik-baik ngomong sama Mama Kinan kalau Gresta menyayangi kalian berdua, jadi Gresta punya dua ibu hebat" Ucap Gresta yang membuat air mata Grace semakin lancar jaya berselancar di pipi mulus nya.
"No Momy, Momy nggak boleh nangis" Tangan-tangan mungil itu mengusap bulir bening yang mengalir di pipi Grace.
"Tidak bisakah kau tetap bersama Momy sayang?" Lirih Grace di sela-sela air mata yang semakin deras mengalir.
"Maaf Momy, tapi Gresta tadi kesini tidak pamit, dan saat ini pasti mama Kinan bingung mencari Gresta, Momy sama Daddy juga pernah mengalami nya kan? Jadi mari kita luruskan permasalahan kalian, ijinkan Gresta untuk pulang ke rumah mama Kinan dulu, Gresta janji bakal ngomong baik-baik sama mama Kinan" Ucap Gresta yang akhir nya membuat Grace dan Arthur kembali melepaskan putra nya yang berpemikiran luas itu.
"Angel Chris?" Lirih Grace.
"Iya nona, saya akan tetap menjaga pangeran" Sahut Angel Chrisa.
Kedua nya pun berpamitan kemudian berteleportasi SRING!!!
Ayu yang tingkat emosional nya tinggi pun meledak-ledak, "Kamu gimana sih bestie? kok malah di biarin gitu aja? dia putra mu satu-satu nya loh?!" Geram Ayu dengan sahabat nya yang tidak bisa mempertahankan putra nya.
"Iya aku ngerti, kamu pasti anggap aku bodoh kan? Tapi kamu nggak lihat bagaimana hati nya berusaha membalas kebaikan Kinanthi yang sudah membesarkan nya juga mengurus keperluan nya" Sahut Grace.
"Tapi tetep aja Kinanthi itu yang bawa pergi dia!" Sahut Ayu masih dengan emosi yang membara.
"Setidak nya putra ku tau balas budi, yang punya dendam adalah Kinanthi dan Arthur, jadi Gresta berusaha tidak ikut mencelupkan diri nya ke dalam kubangan yang sudah ada itu" Ucap Grace.
"Au ah! Aku gk habis pikir sama jalan pikiran mu!" Ayu menghempaskan bokong nya di salah satu sofa yang ada.
...🍒🍒🍒🍒...
Gersta dan Chrisa yang baru saja sampai di kamar, mereka berdua melihat rumah Kinanthi gelap gulita tak ada satu lampu atau pun lilin yang menyala.
Perlahan kedua nya keluar dari kamar, "Kok gelap bi? Apa mama belum pulang?" Gumam Gresta dengan terus berjalan mengikuti langkah Angel Chrisa.
Krrrrriiiiinnnnnggggg....
Krrrrriiiiinnnnnggggg...
Krrrrriiiiinnnnnggggg...
Suara Dering telepon rumah menghentikan langkah kedua nya.
"Halo?" Ucap Gresta setelah ia meraih gagang telepon itu.
📞"Kami dari pihak kepolisian, saudara Kinan mengalami kecelakaan di jalan melati nomor 56...