The Guard

The Guard
Hilang



Jerik yang baru saja selesai mengurus kerusuhan di hutan perbatasan segera terbang menuju taman gelembung.


"Sudah gila wanita itu! Berani sekali dia merusak ke indahan taman gelembung" Gumam Jerik yang melihat kondisi taman gelembung sudah sedemikian rusak berantakan.


WHUT!! Jerik mengayunkan pedang petir nya ke arah bola-bola api yang terlempar ke atas.


BLEDARRRR!!!!


Benturan dua senjata itu menyebab kan ledakan besar, masih untung tidak ada korban, namun setelah ledakan besar itu muncul asap yang sangatlah tebal menutupi taman gelembung.


"WASPADA!!" Teriak Jerik, karena ia masih merasakan aura hitam yang begitu kuat.


Arthur masih mendekap tubuh Grace, namun mereka lupa kalau baby Gresta hanya di jaga separuh Angel Chrisa.


Perlahan asap hitam itu mulai memudar bersamaan dengan aura hitam yang di rasakan Jerik.


"Begitu mudah nya dia pergi?" Gumam Jerik dengan mengepakkan sayap nya untuk mengurangi asap yang masih tersisa.


Begitu udara sudah bersih, semua mata menyapukan pandangan nya ke seluruh area taman gelembung.


"Baby Gresta?!" Teriak Grace dengan berlari ke arah gelembung yang sudah kosong.


"Kurang ajar! Dengan mata yang terluka dia masih berani membawa pergi putra ku!" Geram Arthur ketika ia mendapati gelembung yang kosong, bahkan Angel Chrisa juga hilang dari sana.


"Mustahil! Angel Chrisa bisa di culik!" Gumam Jerik dengan berjalan mendekati gelembung yang kosong itu.


DHUG!!


Tak sengaja kaki Jerik menyandung sesuatu dan saat ia melihat nya.


"ASTAGA!! Angel Chrisa?" Teriak Jerik dengan berusaha membangunkan Angel Chrisa.


"Dia hanya separuh?" Jerik bertanya kepada Arthur dan Grace.


"Iya, aku sudah melarang nya, tapi dia sama sekali tidak mau mendengarkan ku" Lirih Grace dengan bulir bening yang sudah membasahi pipi nya.


"Sudah terlanjur! Panggil semua Angel kabarkan kalau salah satu anggota mereka terluka dan di culik!" Ucap Arthur, Jerik hanya mengangguk kemudian melesat terbang menuju aula istana untuk mengumpulkan semua Angel.


"Lalu bagaimana dengan putra kita?" Grace masih terpukul melihat putra kesayangan nya tidak ada di tempat nya.


"Aku akan berusaha mencari nya!" Arthur mencoba menenangkan Grace yang masih menangis tersedu.


"Pokok nya aku tidak mau kalau sampai baby Gresta terluka!" Air mata Grace semakin deras kala ia mengingat kulit lembut baby Gresta di gendongan nya beberapa jam yang lalu.


"Bahkan aku baru saja menggendong nya, kenapa?! kenapa kejam sekali dia merenggut putra ku!!" Teriak Grace dengan air mata yang semakin tak tau malu keluar dari pelupuk mata nya.


Arthur mendekap erat tubuh Gracelina dan di bawa nya tubuh istri kesayangan nya itu ke dalam menara.


SSSHHHHHLLLLAAAPP!!


Dengan sekali kibasan jubah Arthur dan Grace kini sudah ada di dalam menara, Grace yang mulai lelah karena menangis terlalu lama pun tertidur.


Dengan pelan Arthur membelai surai hitam Gracelina.


TOK TOK TOK!!!


Terdengar suara pintu kamar itu di ketuk seseorang dari luar, "Masuk!" Ucap Arthur, tak lama kemudian pintu itu terlihat terbuka dan muncullah Jerik bersama Irina dan Akles.


"Bagaimana kondisi nya?" Tanya Irina yang dengan segera mendekati Grace.


"Kau menceritakan semua nya?" Tanya Arthur, dan Jerik hanya menganggukkan kepala nya. Terlihat Arthur menghela nafas panjang.


"Ini bukan masalah sepele yang dapat kau tanggung seorang diri Arthur!" Ucap Akles.


"Entahlah Ayahanda, aku merasa gagal" Lirih Arthur dengan mengusap wajah nya, terlihat ia frustasi karena gagal melindungi istri dan juga anak nya.


"Jangan seperti itu, para Angel sudah bergerak untuk mencari keberadaan Angel Chrisa dan Baby Gersta" Akles mengatakan yang sebenar nya.


"Arthur akan mencoba mencari nya di dunia manusia" Ucap Arthur dengan beranjak dari duduk nya.


"Alfajerik, temani kakak mu!" Titah Akles.


"Baik ayahanda" Jerik menundukkan kepala nya, "Grace biar bunda yang jaga, mungkin dia masih syok" Ucap Irina yang di setujui oleh semua nya.


Kinanthi membawa bayi kecil serta Angel Chrisa pergi dari taman gelembung ketika asap tebal masih menyelimuti taman gelembung.


Ia menggunakan mantra nya untuk melumpuhkan Angel Chrisa, hingga makhluk putih separuh jiwa itu tak dapat melawan Kinanthi.


Hari berlalu begitu cepat, bahkan bumi berputar tak mau melambat.


Kini kedua nya sudah ada di dunia manusia, Kinanthi menempati Mansion lama milik Dean, yang mana dulu itu adalah tempat yang di bangun nya bersama Dean.


Ya tempat itu penuh dengan kenangan manis bersama Dean Aciel, hingga laki-laki itu kini sudah tiada lagi, dan tempat itu juga yang terus memupuk dendam dan kebencian Kinanthi terhadap Arthur dan keluarga nya.


Dengan mata yang rusak akibat ulah Grace, kini Kinanthi mengikat tubuh Angel Chrisa dan dengan mantra yang di ucapkan nya, ia menukar bola mata Angel Chrisa dengan bola mata nya tanpa ijin dari Angel Chrisa.


Tak dapat melawan ketika merasakan sakit di bagian mata nya, karena tubuh nya terikat oleh mantra, Angel Chrisa hanya bisa pasrah asal kan pangeran kecil nya baik-baik saja.


Setelah rasa sakit di bagian mata Angel Chrisa mereda, makhluk separuh jiwa itu membuka mata nya dan...


"Aaaarrrggghhh!!" Teriak Angel Chrisa ketika ia tak dapat lagi melihat isi dunia.


"Iblis kau Kinanthi! kembalikan indra penglihatan ku!" Teriak Angel Chrisa.


"Ahahahahaha... Teriak Lah semampu mu, selagi kau masih bisa hahaha... " Tawa Kinanthi semakin menjauh itu pertanda wanita iblis itu sudah keluar dari dalam ruang penyekapan Angel Chrisa.


Makhluk putih separuh jiwa itu kini tak berdaya, walau pun sudah terlepas dari ikatan nya ia tak dapat melihat kanan dan kiri nya semua terlihat gelap tanpa cahaya sedikit pun.


Terlihat baby Gresta semakin pandai kini ia sudah dapat merangkak, Kinanthi tak pernah berhasil mencelakai baby Gresta bahkan beberapa kali ia mencoba menempatkan bayi kecil itu di tempat yang berbahaya tapi selalu saja keberuntungan memihak pada baby Gresta.


Kinanthi kini menyamar menjadi manusia, ia memimpin perusahaan yang di tinggalkan oleh Dean.


Entah apa yang di lakukan baby Gresta selalu membuat Kinanthi semakin hari semakin menyayangi nya.


Bahkan ia mengurus kebutuhan balita pandai yang kini tumbuh menggemaskan itu.


"Kenapa orang tua mu harus Arthur dan Grace? Kenapa kau tidak menjadi putra ku saja?" Gumam Kinanthi dengan memandang balita kecil yang tengah bermain dengan mainan nya.


"Ma-ma-ma" Celoteh baby Gresta yang membuat Kinanthi mengembangkan senyum langka nya, sudah lama semenjak Dean pergi dari nya, senyum itu hadir kembali.


"Iya sayang ini mama" Sahut Kinanthi dengan meraih tubuh Gresta dan menggendong nya.


TING-TONG!!


Terdengar bel pintu utama rumah besar itu berbunyi. "Siapa?" Teriak Kinanthi.


"Saya bu! Lina sekretaris anda" Terdengar suara perempuan dari balik pintu.


CEKLEK!!


Kinanthi membuka pintu utama dengan menggendong baby Gresta.


"Ada apa Lin?" Tanya Kinanthi dengan ramah dan senyum sumringah tak seperti biasa nya, bahkan Lina saat memasuki area mansion itu sudah merinding dan kini merinding itu hilang ketika melihat sang empu nya tersenyum dengan aura yang cerah.


"Ah itu bu, hari ini ada jadwal dadakan, Kita meeting di Hotel GRACINDO" Ucap Lina dengan mengeluarkan berkas-berkas yang siap di bawa nya ke tempat tujuan jika si CEO nya itu langsung mengajak nya berangkat.


"Ok tunggu sebentar ya!" Sahut Kinanthi tanpa menyuruh Lina untuk masuk terlebih dahulu.


Sudah rapi dengan baju kerja nya, Kinanthi menggendong serta baby Gresta untuk di ajak nya menghadiri meeting dadakan itu.


Di dalam mobil, Lina yang sangat dapat di andalkan itu membawa mobil dengan sangat hati-hati.


"Kau sudah hafal jalan ke hotel Gracindo Lin?" Tanya Kinanthi yang melihat Lina tanpa GPS dan melajukan mobil nya lancar jaya.


"Sudah bu, kebetulan Hotel itu milik teman lama saya" Sahut Lina dengan sesekali melirik sekilas spion tengah untuk melihat Kinanthi dan baby Gresta yang duduk di kursi belakang.


Kinanthi hanya menganggukkan kepala nya, tak mau lagi ia bertanya terlalu banyak dengan manusia awam di depan nya itu.


Saat memasuki basemen Hotel, mobil mereka berpapasan dengan sebuah mobil yang saat itu keluar dari basemen.


"Nah itu pemilik nya bu, yah sayang sekali dia baru saja keluar" Ucap Lina dengan menunjuk mobil yang baru saja berpapasan.


Kinanthi hanya melihat punggung seorang wanita dan laki-laki yang ada di dalam mobil...


Jangan lupa Like dan komentar 🥰🥰🥰