
Teriakan bocah balita yang membawa botol susu mampu mencuri perhatian dari para tamu undangan yang beberapa tengah berpamitan dengan tuan rumah.
Grace dan Arthur sedikit terkejut karena putri bungsu nya tiba-tiba bersuara dan jauh dari jangkauan nya.
Dengan segera Arthur melesat menuju sumber suara, setiba nya di sana ia melihat gadis kecil itu sudah berada di gendongan Uncle dokter nya.
"Bella? Sini sayang!" Arthur mengulurkan tangan nya, namun bocah cantik bernama LINABELLA RAJENDRA itu enggan meraih lengan Daddy nya, gadis kecil itu malah terlihat memeluk Uncle nya.
"Baby nggak boleh gitu, sini ikut Daddy" Masih berusaha membujuk putri cantik yang memang lebih dekat dengan Uncle nya, Arthur sedikit berpikir keras, alhasil ia menemukan ide yang membuat nya menarik salah satu ujung bibir nya dan menaikkan salah satu alis nya.
"Yakin nggak mau ikut Daddy? Bener?" Sedikit mencondongkan wajah nye ke arah Bella Arthur membisikkan sebuah ancaman.
"Yes, berati malam ini Momy milik Daddy sepenuh nya" Bisik nya kemudian lekas membalikkan tubuh nya untuk meninggalkan tempat itu.
"No! Tunggu!" Gadis cilik itu mengerucutkan bibir nya dan merosot dari gendongan Uncle nya.
Dengan senyum semiriknya Arthur menoleh, dan ternyata berhasil ancaman nya itu, kini balita cantik itu telah melesat dengan cepat dan stay di gendongan Grace atau Momy nya.
"Sekarang giliran kita!" Bisik Jerik yang sedari tadi menyimak perdebatan ayah dan anak yang ada di hadapan nya.
Tanpa berbasa-basi Jerik menarik pinggang Ayu dan di bawa nya istri cantiknya itu berteleportasi.
SSSHHHHLLLLAAAPPP!!!
Arthur yang melihat pengantin baru itu menghilang begitu saja, menggeleng kan kepala nya.
Kini Arthur sudah kembali bersama istri tercinta yang tengah ngobrol di ruang tengah bersama Kinanthi dan Aldy.
"Ngomong-ngomong, dimana Gresta?" Tanya Grace setelah Arthur kembali di samping nya.
Menanyakan keberadaan putra sulung nya membuat Aldy pun teringat putri semata wayang nya.
"Oh iya Kila juga tidak ada, apa mereka bersama?" Aldy menyapukan pandangannya ke seluruh aula hotel itu.
"Biarlah mereka sudah sama-sama besar ini" Sahut Kinanthi. Mereka pun melanjutkan obrolan nya.
Di dalam kamar pengantin yang bertaburkan kelopak bunga mawar, juga lilin-lilin cantik yang menjadi penerangan di dalam ruangan bernuansa romantis, Jerik menurunkan Ayu dari gendongan nya.
"Oh ya ampun lelah nya" Keluh Ayu dengan berjalan menuju meja rias dan terlihat wanita cantik itu mulai melucuti semua perhiasan nya kecuali cincin berlian pemberian suami nya.
Sedangkan dokter tampan itu terlihat menanggalkan atasan nya dan hanya menyisakan celana panjangnya saja, melihat Ayu kesusahan meraih resleting yang ada di punggung nya Jerik berjalan mendekat.
"Mau ku bantu?" Tawar nya dengan menatap wajah sang istri dari pantulan cermin.
"Hemm" Ayu hanya menganggukkan kepala nya tanda ia setuju dengan bantuan itu.
Jerik mulai menurunkan resleting dan mulai pula mata tajam nya melihat kemulusan punggung putih istri nya.
Tergoda dengan pemandangan indah yang ada di hadapan nya Jerik mengecup tengkuk Ayu dan terlihat dada Ayu yang naik turun karena menahan gejolak yang di salurkan oleh suami tampan nya itu.
Semakin turun kecupan-kecupan yang di berikan Jerik dari tengkuk mulai turun ke punggung mulus Ayu.
Bahkan tangan-tangan nakal Jerik mulai menelusup masuk ke dalam gaun yang masih melekat ditubuh istri nya.
Kulit perut halus lah tujuan tangan-tangan nakal itu. Bersamaan dengan tangan Jerik yang merambat ke atas saat itu pula gaun yang dikenakan Ayu melorot dan hanya menyisakan kemben kecil dan hotpants yang di kenakan wanita bergelar istri itu.
Dengan cepat Jerik membalikkan tubuh Ayu agar menghadap ke arah nya. Kedua netra sayu itu saling tatap satu sama lain.
Entah kapan mulai nya kini dua bibir sudah saling bertautan, indra perasa kedua nya saling membelit dan bertukar saliva.
Tak mau membiarkan gundukan kenyal itu menganggur, jemari kekar Jerik memainkan nya dengan sesekali memilin dan mere-mas nya.
Di tengah-tengah pertautan itu terdengar des-ah an kecil yang keluar dari mulut Ayu, dan dengan itu membuat Jerik semakin terbakar gairah.
Masih dengan bibir yang saling bertaut Jerik berjalan menuju ranjang dengan ukuran big size itu.
Direbahkan nya tubuh Ayu perlahan, Jerik tak melewatkan seinci pun tubuh molek Ayu yang kini di bawah kungkungan nya.
Semakin kebawah lidah nakal tak bertulang itu mulai menelusup kebagian inti favorit nya, di sana mulailah ia mengobrak-abrik dengan tempo yang terkadang cepat terkadang pula lambat bahkan di bagian tonjolan kecil Jerik sedikit menekan nya bahkan tak jarang ia memainkan nya.
Lenguh de-sah mulai terdengar mengisi ruangan bernuansa romantis itu.
"Come on Baby!" Ayo memberikan kode kepada suami tampan nya untuk melanjutkan penyatuan nya.
"Kau yakin? Aku bisa memuaskan mu hanya dengan ini sayang" Jerik berusaha menawarkan sebelum diri nya hilang kendali.
Ayu beranjak dari ranjang nya dan duduk tepat di depan suami nya, ia kini yang mulai berinisiatif menggoda kembali Jerik dengan membelai dada berotot yang terpampang fi depan nya bahkan wanita cantik itu memainkan indra perasa nya di belakang telinga Jerik.
Sebelah tangan Ayu tak mau berdiam diri di sana, ia meraba turun kebawah mer-emas tonjolan besar yang sudah mengeras.
"Sehebat apa sih dia?" Bisik Ayu dengan mata sayu, kemudian sekilas ia menggigit bibir bawah Jerik.
"Kau yang memulai sayang, maka jangan berhenti jika belum selesai" Jerik kembali menindih tubuh Ayu dan mulai mengeluarkan pusaka yang sudah siap tempur itu.
Ayu menganga ketika melihat benda besar nan panjang itu siap menghujam milik nya.
"Tunggu bey!" Dengan nafas naik turun Ayu terlihat menciut.
"Dia sudah keluar dari sarang nya sayang, maka tidurkan lah kembali ia seperti sebelum kau menyentuh nya" Bisik Jerik dengan menggesekkan pusaka keras itu ke sarang favorit nya.
"Ahhh... Baby... uuuuhhh... tunggu, i... itu terlalu besar!" Ucap Ayu terbata-bata, namun dengan kelihaian Jerik ia bermain hingga membuat Ayu melupakan ketakutan nya dan...
JLEB!!
Jerik menghentakkan masuk pusaka nya bersamaan dengan teriakan Ayu dengan menancapkan kuku-kuku indah nya di punggung suami nya.
Terlihat Jerik berdiam diri merasakan denyutan hangat dari inti nya, perlahan ia menggerakkan maju mundur cantik, tak mau bertempo cepat karena takut jika istri nya kesakitan, namun ketika ia mulai mendengar de-sahan nikmat yang Ayu suarakan, dengan cepat Jerik bergerak sampai Ayu hampir kewalahan. Kedua nya melakukan hingga bulir bulir keringat membasahi kedua nya, berbagai macam gaya mereka coba bahkan berpindah tempat, setelah mencapai pelepasan nya Jerik ambruk di samping Ayu dan memeluk nya kemudian bersama melarungi lautan mimpi.
...🍒🍒🍒🍒...
Pagi hari Keluarga besar itu tengah sarapan bersama, jarang-jarang mereka berkumpul untuk makan bersama.
"Uncle dokter kok sendirian?" Celoteh Bella ketika mendapati Jerik berjalan menuruni tangga seorang diri.
"Aunty nya masih bobok kayak nya Bel, kan capek semalem acara nya sampai malam" Jelas Grace.
"Tapi Bella mau sama Aunty" Rengek bocah kecil itu.
"Sini sama kakak aja" Ucap Gresta yang sudah selesai dengan makan pagi nya.
"Kakak mau ke rumah kak Kila?" Tanya bocah cantik itu dengan turun dari kursi nya dan mendekati kakak tampan nya.
"Tidak hari ini kak Kila nya sibuk kuliah" Jelas Gresta. Jerik duduk di samping Gresta yang sedang memangku Bella.
"Uncle itu apa?" Tanya Bella dengan menunjuk ke arah Jerik.
"Apa sayang?" Tanya Jerik yang tidak mengerti apa yang di tunjuk bocah kecil itu.
"Itu merah-merah di leher Uncle" Kembali bocah kecil itu menunjuk ke arah leher Jerik.
"Oh ini di gigit nyamuk" Alasan asal-asalan itu membuat Arthur melihat ke arah Jerik.
"Nyamuk nya besar ya Je?" Ceplos Grace dan itu membuat wajah Jerik merah padam, begitulah sarapan pagi itu di penuhi dengan canda dan tawa, tapi memalukan bagi Jerik seorang.
Jangan lupa like dan Favorit nya 🥰🥰🥰 See you next episode bay bay...