The Guard

The Guard
Sharing



Bocah kecil yang baru saja sampai di halaman depan segera Chrisa ajak berteleportasi SSSHHHHLLLLAAPPP!!


Kedua nya kini sampai di taman belakang rumah.


Terbelalak kaget Gresta mendapati diri nya sudah berpindah tempat dengan begitu cepat nya.


"Bibi Chrisa apa kau ini pesulap? kau begitu hebat" Kagum nya dengan menengadah melihat Chrisa yang berdiri di samping nya.


"Sssttt jangan bilang siapa-siapa, suatu saat tuan muda juga bisa lebih hebat dari saya tapi janji jangan sampai kemampuan ini bocor kepada siapa-siapa" Sahut Chrisa dengan menunjukkan jari kelingking nya.


"Janji" Sahut Gresta dengan mengait jari kelingking Chrisa dengan jari kelingking milik nya.


"Sedang apa kalian?"


DHEG!! Terkejut pasti ketika kita baru saja membicarakan sebuah rahasia besar dan tiba-tiba muncul seseorang yang sangat ingin kita hindari.


Terdiam sejenak, namun otak genius Gresta selalu menemukan ide-ide brilian.


"Mama!!" Teriak nya sambil berlari dan melompat ke pelukan Kinanthi.


Lihatlah perempuan penuh dendam itu selalu melunak hati nya setiap kali makhluk kecil nan tampan itu memeluk nya.


"Mama lama sekali, Kevin sudah rindu, mari makan tadi Kevin bersama bibi membuat cemilan special untuk mama, pasti mama suka" Oceh nya manja di dalam gendongan Kinanthi bahkan kepala nya ia rebahkan di pundak perempuan yang di panggil nya mama.


"Waaaahhh benarkah? Tapi apa Kevin tidak berbohong? Kevin menyembunyikan sesuatu? Mama bukan manusia bodoh Kevin, mama tau anak pintar ini pasti sudah berbohong" Tiba-tiba jantung Gresta berdetak lebih kencang ketika Kinanthi menilik kedalam mata legam nya.


"Eeee... sebenar nya Kevin ingin sekolah seperti anak- anak yang lain, lihat mereka tertawa bersama teman-teman nya, dan sekolah itu begitu dekat dengan rumah kita, jadi jika Kevin sekolah Mama tidak perlu repot-repot mengantar" Dengan menunjukkan raut wajah yang menggemaskan Gresta mengutarakan keinginan nya.


"Sekolah?" Kinanthi tak sedikit pun terpikir ke arah sana.


"Iya" Sahut Gresta dengan bibir yang hampir meleyot karena takut jika Kinanthi tidak mengizinkannya.


"Baikkah, bisa di atur, tapi sekarang mari kita makan dulu" Sahut Kinanthi yang langsung mendapatkan kecupan hangat dari bocah kecil yang ada di dalam gendongan nya itu.


"Yey... Terimakasih mama Muach!!" Girang nya bocah itu semakin menambah warna dalam hidup Kinanthi.


...🍒🍒🍒🍒...


Malam hari di kediaman Gracelina terlihat seorang ibu yang sangat merindukan putra nya.


"Sudah sebesar apa sekarang kau nak?" Gumam nya dengan duduk di tepi ranjang empuk nya.


Arthur yang baru saja masuk kedalam kamar itu pilu melihat sang istri yang lagi-lagi melow setiap kali mengingat putra kecil nya yang menghilang tanpa jejak, bahkan pengasuh nya juga tak sedikit pun meninggalkan jejak.


"Sayang" Bisik nya dengan memeluk Grace dari belakang.


Sedikit tersentak dengan kehadiran suami nya, namun senyum manis yang tersuguh untuk menyambut sang kepala keluarga itu.


"Angel Chrisa sudah hampir sembuh dari luka nya, mau datang menengok?" Tawaran itu keluar dari mulut Arthur yang berusaha menghibur nya.


"Apakah Angel Chrisa dapat melacak keberadaan separuh jiwa nya?" Tanya Grace dengan membalikkan tubuh nya menghadap ke arah Arthur.


"Selagi mereka masih hidup, Angel Chrisa akan menjadi satu kembali" Ucap Arthur yang membuat Grace mengembangkan senyuman nya.


"Bagaimana yayasan hari ini? Kau nampak lelah" Tanya Arthur mengalihkan pembicaraan, berusaha mencari setitik semangat yang ada dalam diri istri cantik nya itu.


"Sangat luar biasa, anak-anak dengan semangat nya menyambut ku pagi tadi, bahkan Ayu saja cemburu pada ku" Ujar nya yang tiba-tiba bersemangat.


"Ayu?" Tanya Arthur dengan menaikkan kedua alis nya.


"Ya dia juga sempat bercerita kalau dia sangat merindukan Jerik, apa Jerik begitu sibuk sampai-sampai dokter tampan itu tak mau menemui calon istri nya itu?" Tanya Grace kepada Arthur.


"Ya begitulah dokter yang terlalu terobsesi dengan pekerjaan nya, bahkan gadis yang dulu di kejar nya pun tak lagi terlihat di mata nya" Sahut Arthur yang mengetahui pekerjaan Jerik tidak hanya sibuk di rumah sakit, bahkan adik kandung nya itu masih mencari keponakan nya yang belum juga ketemu.


"Oh iya aku mau dengar kabar anak-anak dong, mereka bikin keseruan apa saja hari ini?" Tanya Arthur yang tiba-tiba membuat Grace mengingat seorang anak yang sangat mencuri perhatian nya.


"Sayang" Lirih nya dengan memandang netra tajam Arthur.


"Tadi ada anak kecil yang sangat tampan" Ucap Grace.


"Apakah lebih tampan dari ku?" Tanya Arthur dengan menaikkan alis nya.


Senyum terkembang menghiasi wajah Grace, "Lebih tampan bahkan dia sangat menggemaskan" Sengaja memancing kecemburuan suami nya Grace berucap.


"Aha? Benarkah?" Arthur sedikit meremas pinggang sintal istri nya itu.


"Ahahahaha... Ampun-ampun geli ampun" Menggeliat meminta ampun Grace yang terus di gelitik oleh Arthur.


"Iiiiihhh udah dong mau denger cerita nya lagi nggak?" Tanya Grace masih dengan tawa yang menghiasi setiap kata nya.


"Nggak! Dia lebih tampan dari ku!" Cemburu Arthur ia memeluk erat tubuh Gracelina dan menelusupkan wajah tampan nya di ceruk leher istri tercinta nya.


"Tapi nama nya Gresta" Lirih Grace, "Apa?" Ucapan Grace barusan membuat Arthur lagi-lagi mengangkat wajah nya dan menatap lekat netra indah yang di hiasi bulu mata lentik itu.


"Iya Yank, jadi tadi dia itu hanya berdiri di depan gerbang bersama pengasuh nya, dan aku mendekati nya ku ajak dia masuk, bahkan dia sangat senang walau pun hanya sebentar bermain bersama teman-teman nya" Grace mulai bercerita.


"Dan saat ibu nya pulang dari kerja baby sister nya segera memanggil nya untuk di ajak pulang nah di situ lah ada anak perempuan yang mengejar nya untuk bertanya nama nya dan anak itu berkata kalau namanya Gresta tapi mama nya memanggil nya Kevin" Cerita panjang lebar itu masih dengan setia di dengar kan oleh Arthur.


"Terus?" Arthur meminta kelanjutan cerita nya.


"Baby sister nya itu kaya bukan manusia Yank, dia buta... "


"Buta?" Sela Arthur yang tak percaya ada manusia buta yang di percaya untuk mengasuh anak kecil.


"Iya Yank, jadi baby sister nya itu buta terus, pendengaran nya sangat tajam, bahkan ia mendengar detak jantung ku juga tau apa yang tengah ku rasakan" Ucap Grace.


"Seperti Angel Chrisa? Yang saat itu juga memahami perasaan mu?" Tanya Arthur.


"Iya" sahut Grace dengan singkat.


"Tapi mana mungkin Angel Chrisa buta?!" Ucap Grace dengan menatap balik netra tajam suami nya.


"Benar juga, ya mungkin nama anak itu sama dan banyak juga manusia yang mempunyai kelebihan seperti itu" Sahut Arthur.


"Tapi anak itu mempunyai kalung yang berliontin permata blue black" Sambung Grace setelah terdiam beberapa saat.


Kini Arthur terdiam, sudah lama sekali ia mencari keberadaan putra nya, ingin rasa nya mempercayai dan berpositif thinking terhadap berita yang di sampaikan istri nya, tapi apalah daya, ketakutan di PHP lebih besar dari apa pun.


"Ya jika memang dia anak yang sama yang kita cari selama ini, semoga semakin di dekat kan dengan kita" Ucap Arthur dengan mencubit dagu Grace dan mulai memangkas jarak kedua nya.


"Mau apa?" Tanya Grace.


"Aku rindu" Sahut Arthur yang dangan cepat menarik tengkuk serta pinggang sintal istri nya juga ia mendaratkan ciuman dengan kelembutan yang mampu membuat Grace selalu terlena dibuat nya.


"Emmhhh... " Suara manja nan sensual Grace terdengar ketika tangan-tangan kekar Arthur mer-emas gundukan kembar yang menggantung di sana.


Tak mau berdiam diri saja Grace juga memanjakan sang pusaka keramat yang maih tersimpan rapi di dalam resleting nya.


Ciuman Arthur beralih pada leher mulus istrinya beberapa kali Arthur menye-sap serta meninggalkan jejak merah di sana.


"Ough... emmm..." Le-nguh Arthur ketika pusaka nya di remas lembut oleh jemari lentik istri nya.


Permainan kedua nya semakin memanas ketika Arthur membaringkan tubuh Grace kemudian dengan jari-jari kekar nya ia menelusup ke dalam semak belukar yang menjadi tempat favorit nya.


"Ahhh... " De-sah an itu lolos ketika benda sensitif tersentuh oleh Arthur dan beberapa kali juga Arthur mengulang untuk menyentuh nya.


Karena keadaan semakin memanas kedua nya saling melepaskan pakaian nya dan membuang nya sembarang.


"Come on baby" Ucap Grace dengan tatapan sayu nya...


Ups... Harus kepotong nih, yang mau lanjut pokok nya like dulu itu bab-bab yang belum di like, ok see you next episode bay bay...