
Di tengah kesibukan Lina, Ayu, Mikko, Ferdi, dan Fino yang tengah mengurus Fina yang masih Syok, tak sengaja Ayu dan Lina mengarahkan pandangan mereka ke arah pintu dan di sana kedua nya melihat Grace yang berlari dengan berteriak.
"SARAAAAAAAH!!" Teriak Grace yang segera menangkap sosok itu namun Grace malah ikut terjatuh.
Lina dan Ayu yang melihat pun, berlari ke arah pintu, "Tidak Grace!!" Ayu dan Lina segera menyusul Grace keluar dan di susul oleh Mikko.
Namun terlambat karena Grace sudah terlanjur terjun bebas, "JERIIIIIIKKKK!!" Teriak Mikko memanggil Jerik yang saat itu tengah mengejar bayangan hitam, karena pendengaran yang dangat peka Jerik melesat dan kembali ke sisi Mikko.
"Ada apa?!" Dengan mata yang masih memerah Jerik kembali.
"Tolong Grace dia terjun ke bawah" Ucap Mikko.
"Gadis bodoh!" Umpat Jerik yang dengan segera melompat menyusul Grace.
"NO JERIK!! Kak Mikko kenapa nggak di cegah Jerik nya?!" Ayu histeris karena Jerik tiba-tiba ikut terjun juga.
"Tenang Yuk, Jerik kuat, Jerik nggak papa! Lo harus yakin!" Ucap Mikko yang memegang kedua pundak Ayu, Lina yang masih syok juga berusaha memeluk sahabat nya yang histeris.
"Yakin mereka nggak papa Yuk! Lo harus yakin" Ucap Lina dengan mendekap tubuh Ayu.
"Jeherik... hiks... hiks... " Tangis Ayu yang sangat takut jika Jerik kenapa-kenapa.
...🍒🍒🍒🍒...
Sesaat setelah Grace terjun menyusul sosok yang di kira nya adalah Sarah, dengan kecepatan nya Arthur melesat dan dengan sigap ia menangkap tubuh istri tercinta nya.
"Ceroboh!" Umpat Arthur dengan mendekap tubuh Grace ke dalam pelukan nya.
"Maaf" Lirih Grace.
Mereka mendarat dengan aman dan di sana Grace tak henti-henti nya mengucap kata maaf kepada Arthur, karena setelah kata CEROBOH yang di ucap nya tadi Arthur diam tak mengatakan apa pun, entah marah atau bagaimana itu hanya mereka yang tau.
"Beib maaf, sayang maaf, jangan diem dong!" Rengek Grace dengan mengguncang lengan Arthur.
"Kau dengar teriakan mereka? Itu teman-teman mu yang sangat menyayangi mu! Kau bukan hanya membuat ku takut Grace tapi juga membuat mereka merasakan sport jantung!" Akhir nya Arthur membuka suara nya dan itu membuat Grace memandang ke atas dimana bangunan megah berdiri di atas jurang curam.
"Maaf, aku, aku... "
"GRACE! KAU GILA YA! SUDAH KUBILANG JANGAN MENDEKATI NYA!" Teriak Jerik yang melihat tubuh Gracelin dari samping, laki-laki itu setengah berlari mendekati ny.
Grace dan Arthur menoleh ke arah nya, dan Grace kembali terdiam.
"Kau sudah di peringatkan ternyata? Lalu kenapa masih saja bandel? Jangan kau main-main dengan nyawa mu Grace!" Kembali dengan nada yang dingin Arthur berucap.
Grace hanya mampu menundukkan kepala nya.
"Di panggil nggak nyaut lo! Gue kira lo udah lewat! Noh lo udah bikin teman-te...man..." Jerik yang baru sampai di samping Grace tertegun karena melihat Grace ternyata tidak sendiri.
"Ka... kakak?" Lirih Jerik yang melihat Arthur tengah berdiri di hadapan Grace.
Arthur mengalihkan pandangan nya dari Grace, kini mata elang itu menatap Jerik yang baru sampai.
"Apa? Kakak? Arthur? kau?" Tanya Grace dengan mengerutkan kening nya.
"Lancang sekali kau memanggil nama nya saja!" Jerik melayangkan tangan nya hendak menampar Grace namun Arthur menahan nya.
"Apa ini kak? kakak kesini pasti mau mengambil kembali barang kakak yang hilang kan? Dia yang membawa nya kak! Dia gunakan untuk mempengaruhi para makhluk untuk dikendalikan nya!" Ucap Jerik dengan penuh kebencian kepada Grace.
"Tidak" Singkat padat juga terdengar dingin, hanya begitu lah jawaban dari Arthur.
"Tapi kak dia sudah... "
"Dia kakak ipar mu!" Ucap Arthur yang membuat Grace dan Jerik terdiam menganga.
"KAKAK IPAR?!" Teriak kedua makhluk berbeda ras dan gender yang tengah berdiri di hadapan Arthur.
Setelah berteriak kedua nya saling pandang kemudian sama-sama menatap Arthur lagi.
"Jadi dia adik mu Yank?" Tanya Grace dengan wajah yang serius.
"Iya dia, lari dari perjodohan, dia nakal sekali, di berikan tanggung jawab untuk menjaga juga malah kabur, entah bagaimana jadi nya jika ayahanda dan ibunda tau kalau ternyata dia satu kampus dengan mu" Ucap Arthur.
"Kakak, jangan kasih tau mereka, Jerik mohon" Jerik mengatupkan kedua telapak tangan nya di depan dada dengan memohon di hadapan Arthur.
"Itu tidak lah penting untuk di bahas sekarang, sekarang mari kita cari Sarah yang hilang dulu" Ucap Grace, mengingatkan kalau salah satu teman nya masih belum ditemukan.
"Hihihihihi... Ternyata aku gagal mendapatkan jiwa mu!" Terdengar suara yang sangat melengking dari atas pohon.
Spontan Arthur segera menarik Grace ke dalam dekapan nya.
"Arthur" Lirih nya.
"Diamlah dulu" Sahut Arthur dengan mengecup pucuk kepala Grace.
"Sial aku malah jadi obat nyamuk di sini!" Umpat Jerik yang melihat kemesraan sepasang kekasih itu.
"Teman mu ini akan menjadi milik ku hiiiiihihihihihi..." Ucap hantu itu dengan tawa nya yang membuat bulu kuduk berdiri.
"Berikan atau akan ku buat kau tak bisa lagi menikmati ke indahan dunia fana ini!" Jerik mengancam nya. Sedangkan hantu wanita itu malah melayang mendekati Jerik, dan membelai wajah pria tampan itu.
"Tampan sekali kenapa galak sih?"
PLAK!! Dengan kasar Jerik menepis tangan-tangan nakal itu dari wajah nya.
"Aw sakit, ahahahhahhaha... " Hantu itu mengejek Jerik dengan tawa melengking nya.
Tak mau berbasa basi lagi Jerik membaca mantra nya dan TAP!! Jerika memegang ujung ubun-ubun hantu yang merasuku tubuh Sarah itu.
"Aaaaaaa... LEPASKAN!! LEPASKAN AKU!! Aaaaaaa... " Teriak hantu itu dengan terus berontak, Jerik dengan paksa menarik hantu itu agar keluar dari dalam tubuh Sarah.
Ssshhhhrat!!!
Hantu itu berhasil ditarik oleh Jerik sedangkan Sarah terjatuh dari atas pohon dan dengan sigap Arthur menangkap nya.
Samar-samar Sarah melihat bayangan Arthur kemudian tak sadarkan diri lagi.
Sementara Jerik melawan hantu wanita tadi, Arthur menggendong Sarah dengan di ikuti Grace yang berjalan di belakang nya, mereka kembali ke vila.
"Oh ya ampun Grace kau kembali bestie? Kau baik-baik saja?" Lina yang terlewat khawatir pun segera berlari ke arah Grace dan memeluk nya.
"Aku baik-baik saja" Sahut Grace, Ayu terlihat celingukan seperti mencari sesuatu.
"Jerik mana? Kok lo malah sama pak dosen?" Cecar Ayu yang ternyata mencari Jerik.
Semua diam, tidak mungkin kan kalau mereka menceritakan kalau Jerik tengah melawan hantu di bawah sana.
"Ekhem... kebetulan saya tadi lewat di jalan bawah sana dan bertemu mereka, dan dia seperti nya kurang sehat tadi dia pingsan" Ucap Arthur mencari alasan, kemudian mereka berjalan masuk dan Arthur segera meletakkan Sarah di atas sofa.
Ayu masih menunggu Jerik di luar, ia tak perduli dengan teman-teman lain yang sudah masuk dan mengurus Sarah.
Tak lama kemudian terlihat dari jauh bayangan sosok Jerik terlihat berjalan mendekat ke arah vila.
Ayu dengan senyum yang mengembang menghiasi wajah nya berlari mendekati Jerik yang baru saja sampai di halaman Vila.
BRUK!! Tanpa sepatah kata Ayu langsung menghambur ke dalam pelukan Jerik.
Jerik merasa berdebar namun tak bisa ia tepis rasa bahagia yang menyelimuti hati nya saat ini, perlahan tangan-tangan kekar nya membalas pelukan Ayu, dibelainya surai hitam kecoklatan itu dengan lembut.
Sejenak memang tampak nyaman dan romantis tapi beberapa menit kemudian Bugh! Bugh! Bugh!...
Pukulan-pukulan kecil mendarat di dada Jerik, dan dengan sigap ia menangkap tangan-tangan ramping yang memukul nya itu.
"Kenapa? lo nungguin gue? lalu setelah gue datang lo peluk gue, lalu detik berikutnya lo pukul gue? Apa sih mau lo sebenar nya?" Tanya Jerik dengan mendekap kedua tangan Ayu di depan dada nya dan menyatukan kedua kening nya. Namun tak sedikit pun Ayu berani memandang mata Jerik.
"Gu... Gue... Gue... "
"Gue serius suka sama lo Ayu" Sela Jerik yang membuat Ayu mendongak dan menatap netra yang terlihat tulus itu.
"Gue seneng kok, lo perhatian sama gue, sorry ya udah bikin lo jantungan barusan" Ucap Jerik yang membuat Ayu tersipu malu.
"Jadi??" Tanya Jerik yang memiringkan kepala nya menatap wajah Ayu yang menunduk.
Ayu balas menatap Jerik, "Apa?"
"Jadi cuma gue doang ni yang suka sama lo?" Tanya Jerik.
"Menurut lo?" Ayu malah balik bertanya yang membuat Jerik berjalan menjauhi gadis itu, Ayu bingung ia mengerutkan kening nya.
"Kalau cuma gue yang suka sama lo, mending gue terjun lagi aja deh" Ucap Jerik yang sudah bersiap untuk terjun ke jurang lagi.
Sontak Ayu langsung berlari dan memeluk Jerik dari belakang, "No! No Jerik, jangan lagi, gue udah cukup sakit melihat lo terjun barusan!" Ucap Ayu.
Jerik tersenyum simpul ia pun membalikkan tubuh nya menghadap ke arah Ayu.
"Jadi?" Tanya Jerik lagi, "Emang harus ya gue bilang kalau gue suka sama lo?" Tanya Ayu.
"Gue juga suka kok sama lo" Ucap Jerik dengan mencubit gemas pipi Ayu.
Di dalam ruang tengah, Fani sudah mulai membaik namun Sarah masih belum sadar, Grace menarik Arthur dan mengajak nya bicara di tempat yang agak jauh dari teman-teman nya.
Mikko yang melihat nya merasa tak suka, ia bertanya kepada Lina, "Grace ada hubungan apa sih sama pak dosen?" Lina yang merasa tersipu karena di tanya oleh laki-laki yang selama ini di kagumi nya pun memerah pipi nya.
"Ah itu, sebenar nya mereka adalah sepasang suami istri" Sahut Lina dengan mengalihkan pandangan nya.
"Loh lo sakit Lin? kok wajah dan telinga mu merah?" Tanya Mikko dengan menempelkan tangan nya di kening Lina.
"A... aku... aku...
Jangan lupa dukung novel ini dengan memberikan like setiap bab nya klik favorit, berikan komentar terbaik kalian supaya othor rajin up date nya owkay?! See you...