
Hari berlalu dengan begitu cepat kini baby Gresta sudah tumbuh menjadi anak yang tampan dan sangat pandai, dibawah ajaran Angel Chrisa.
Walau pun tak dapat melihat Angel Chrisa menggunakan indra yang lain nya untuk mengajari Gresta kecil, bahkan secara diam-diam Angel Chrisa menceritakan siapa orang tua kandung Gresta.
Seperti saat ini, Angel Chrisa menceritakan bagaimana Grace dulu saat mempertahan kan Gresta yang masih berupa janin di dalam kandungan nya, walau pun sangat berbahaya tapi Grace tetap ingin dekat dengan nya.
"Tapi bibi Chrisa, kenapa Momy dan Daddy tidak mencari Gresta?" Tanya bocah kecil itu, siang itu Kinanthi sedang tak ada di rumah, ia pergi keluar kotak sejak pagi hari.
"Momy dan Daddy mu pasti sedang mencari mu di luar sana, kau tidak pernah keluar dari mansion ini sendirian kan? maka nya Momy dan Daddy mu tidak bisa menemukan mu" Jelas Chrisa.
"Tapi walau pun mereka tidak bisa mengurus mu ketika kau masih bayi, jangan pernah membenci mereka, percayalah mereka berdua sangat menyayangi mu" Imbuh Chrisa lagi.
"Tapi Mama Kinan tidak jahat sama Gresta, mama Kinan juga sayang Gresta" Ucap anak kecil itu.
"Ya dia juga menyayangi mu" Sahut Chrisa dengan senyum kecut nya.
"Oh iya bibi Chrisa, apa Gresta boleh sekolah seperti teman-teman yang lain? Lihat lah mereka berjalan dengan para orang tua nya, tapi... " Wajah sendu itu kini tertampil di wajah tampan bocah kecil itu.
Visual Argresta Rajendra
Chrisa yang menunggu kelanjutan kata-kata yang terucap dari sang pangeran kecil nya sedikit memiringkan kepala nya untuk mengecek apakah pendengaran nya berkurang, tapi ia masih mendengar suara kendaraan yang ada di luar sana.
"Tuan muda, anda masih di sini kan?" Tanya Chrisa dengan meraba pangeran kecil nya itu.
"Iya bibi Chrisa, Gresta masih di sini kok" Ucap nya dengan memegang tangan lembut pengasuh nya itu.
"Tuan muda mau jalan-jalan melihat sekolahan di depan sana? Di sana ada banyak anak seumuran tuan muda pastinya" Ujar Chrisa yang membuat Gresta mengembangkan senyum lebar nya.
"Bibi Chrisa serius?" Tanya nya kegirangan.
"Iya, mari bersiap-siap sebelum, nyonya besar pulang" Dengan sangat hati-hati Chrisa berjalan di tuntun oleh Gresta.
Bocah tampan itu dengan sabar menuntun Chrisa yang tak dapat menggunakan indra penglihatan nya.
...🍒🍒🍒🍒...
Di sebuah gedung dengan banyak anak kecil di sana, mereka asik bermain juga belajar, hanya orang-orang berhati besar lah yang mengendalikan nya.
Ya kini kita beralih ke suasana sekolah anak usia dini, sebuah mobil mewah memasuki area sekolahan yang sangat banyak wahana permainan yang mengandung edukasi.
"Selamat datang Miss" Sapa pak satpam yang menjaga tempat itu dengan ramah.
Senyum ramah terkembang dari bibir pink nude itu, "Pagi juga pak Bimo" Sahut nya.
Kaki jenjang itu melenggang memasuki ruangan yang kini di penuhi anak-anak kecil yang sangat lucu.
"Good morning Miss!!" Seru semua nya dengan berbaris rapi, tentu nya ada yang mengatur mereka semua.
"Waaaahhh Good morning My Angel" Sapa nya balik dengan berlutut dan meretangkan tangan nya siap menyambut peluk hangat dari setiap anak kecil yang mendekat.
"Satu-satu ya, awas jangan berdesakan" Ucap salah satu pengurus yang sudah datang lebih awal.
"Kau ini kebiasaan! Kalau mereka berlari terus ada yang terjatuh gimana!" Gerutu sang pengurus.
"Nggak kok Yuk, aman lah, selama mereka masih mendengarkan mu" Sahut nya dengan senyum manis nya.
"Iya mereka mengecap gue guru galak, sedangkan elo yang jarang datang malah jadi guru paling favorit Grace" Gerutu Ayu dengan melipat tangan nya di depan dada.
"Ya maka nya jadi orang jangan galak-galak sist! Lihat tu Sarah dia sabar kan padahal dia baru hari pertama" Ucap Grace sang pemilik yayasan pendidikan usia dini itu.
"Lo nggak tau sih, mereka itu kalau nggak ada jadwal lo mau dateng, beeeehhh nakal nya minta ampun" Cerocos Ayu.
"Ya nama nya juga anak-anak" Ucap Grace dengan senyum tipis nya.
"Ya udah sana bantu Sarah ngurus mereka belum senam pagi kan?" Masih dengan senyum tipis nya Grace menyuruh sahabat juga rekan kerja nya itu.
Jujur saja Ayu paham sekali jika senyum tipis itu sudah muncul pasti lah Grace akan menyendiri di ruangan pribadi nya dengan menangisi putra nya yang telah lama hilang.
Benar saja kini langkah gontai itu melenggang menuju sebuah ruangan yang ia desain penuh dengan mainan anak-anak, juga berwarna coklat dengan paduan putih.
Duduk di sebuah kursi di samping jendela yang menghadap ke arah gerbang depan sekolah.
Tak sengaja Grace melihat seorang anak kecil yang berdiri di depan gerbang yang sudah tertutup, terlihat anak itu mengamati suasana sekolah nya.
Entah dapat dorongan dari mana Grace segera beranjak dari duduk nya dan keluar dari ruangan nya.
Di depan gerbang...
"Bibi mereka sedang apa?" Tanya anak kecil itu dengan berpegangan pada besi gerbang.
"Waaaahhh... aku ingin ke sana, aku ingin belajar menari" Rengek bocah kecil itu dengan menggoyang-goyangkan lengan Chrisa.
"Tapi tuan muda, itu hanya ada anak-anak yang bersekolah di sini, tuan muda kan tidak sekolah disini, lihat dari luar saja ya?" Chrisa berusaha membujuk pangeran kecil nya agar tak merengek lagi.
Bibir Gresta mulai manyun dan protes, "Pokok nya aku mau masuk!" Teriaknya.
"Tuan muda tidak boleh nakal, nanti kalau nyonya besar tau tuan muda akan kena marah" Chrisa masih berusaha membujuk Gresta, sampai pada akhir nya ia mendengar derap langkah kaki yang semakin lama semakin mendekat.
"Gawat ada yang datang, tapi dari aroma nya seperti nya tak asing" Batin Chrisa yang mengendus aroma seseorang yang kini semakin mendekat itu.
"Hay My Angel?" Sapa Grace yang sudah tiba di gerbang depan sekolah nya itu.
DHEG!! Seolah jantung copot dari tempat nya Chrisa merasa panggilan itu sangat tak asing bagi nya.
"Kamu siapa?" Tanya Gresta dengan mendongakkan kepala nya melihat wajah Grace yang masih berdiri di hadapan nya.
Grace membuka gerbang dan kemudian berlutut di hadapan anak kecil itu.
"Aku pemilik sekolahan ini, panggil aku Miss, kau sudah besar dan sangat pintar, kenapa tidak sekolah di sini saja, lihat lah mereka sedang berolahraga itu nama nya senam pagi supaya badan kita sehat dan kuat, apa kau mau ikut anak tampan?" Tanya Grace yang di sambut dengan anggukkan kepala oleh Gresta.
"Iya iya aku mau, aku mau ikut" Ucap anak itu dengan semangat.
"Tapi tuan muda... "
"Biarkan saja, tidak apa-apa" Sela Grace ketika Chrisa hendak menahan bocah itu.
"Mama nya sangat kejam bahkan selama ini dia tidak pernah keluar rumah kecuali bersama mama nya" Gumam Chrisa.
Grace tersenyum, "Mungkin dia terlalu menyayangi putra nya" Ucap nya kemudian kembali Grace menghela nafas nya.
Masih mengingat putra kecil nya yang masih belum ditemukan keberadaan nya.
Chrisa yang dapat merasakan perasaan Grace, segera bertanya, "Miss baik-baik saja?"
"Ya saya baik-baik saja" Sahut Grace dengan senyum terpaksa nya.
"Saya memang buta, tapi saya bisa mendengar detak jantung juga helaan nafas Miss yang terdengar tidak baik-baik saja" Ucap Chrisa yang terlihat sangat mengerti dan memahami.
"Yah begitulah kehidupan, aku kehilangan... "
TIN... TIN... TIN...
Suara klakson mobil itu menghentikan ucapan Grace.
"Gawat nyoya pasti sudah pulang!" Gumam nya dengan menoleh ke arah sumber suara.
"TUAN MUDA! MAMA SUDAH PULANG MARI PULANG BESOK KITA MAIN LAGI!" Teriak Chrisa yang memanggil Gresta.
"Teman-teman besok kita ketemu lagi ya?" Terlihat Gresta melambaikan ke semua teman nya dan berlari ke arah gerbang mendekati Chrisa.
"Tunggu!!" Baru setengah perjalanan seorang bocah kecil memanggil Gresta hingga bocah tampan itu berhenti.
"Kau menjatuhkan nya" Anak perempuan itu memberikan kalung dengan permata blue black yang menjadi liontin nya.
"Oh terimakasih" Gresta meraih kalung itu dan kembali melangkahkan kaki nya namun lagi-lagi anak perempuan itu menahan tangan nya.
"Tunggu! kau belum memberitahu nama mu! Nama ku Syaqila" Ucap anak perempuan yang bernama Syaqila itu.
"Nama ku Gresta" Dheg!! Grace yang samar-samar mendengar nya pun mendadak gemetar hebat "Gresta?" Lirih nya.
"Tapi Mama sering memanggil ku Kevin, bukan kah tadi aku sudah memperkenalkan nama ku? Apa kau lupa?" Tanya Gresta balik.
"Ah hehe iya aku lupa, besok datang lagi ya bay bay!" Syaqila melambaikan tangan nya sebelum ia berlari masuk kembali ke dalam kelas.
Sementara itu Gresta berjalan mendekati pengasuh nya, "Miss cantik, aku pulang dulu ya bay bay!" Ucap Gresta dengan melambaikan tangan nya yang menggenggam kalung berliontin batu permata blue black itu.
Tersenyum Gracelina juga membalas lambaian tangan itu.
"KEVIN!!" Terdengar teriakan dari dalam rumah yang tak jauh dari sekolahan milik Grace.
Terlihat anak kecil itu berlari dengan menarik tangan pengasuh nya yang tak dapat melihat.
"Kasihan sekali, saking sayang nya sampai-sampai tak di ijinkan keluar dari rumah, tapi kenapa nama nya Gresta dan mama nya memanggil dengan nama Kevin? Juga batu permata itu?" Grace mengerutkan kening nya dengan melihat jari manis nya.
"Apa mungkin itu batu yang sama?...
Yuhu... Masih setia nggak nih? jangan bosan ya kalian bantu do'a juga dong supaya keluarga kecil itu bersatu kembali dan yang paling penting jangan lupa tinggalkan jejak kalian kalau kalian pernah singgah disini, Like dan hadiah nya jangan lupa, 🤭 sampai jumpa di bab berikut nya ya bay bay...