
JLEB!! Belum selesai Jerik berucap satu anak panah lagi menusuk sayap bagian kanan lagi.
Tangan Ayu yang memeluk Jerik merasakan ada cairan yang mengalir mengenai tangan nya.
Serta bau anyir darah yang terbawa angin malam kini menyeruak tercium oleh indra penciuman Ayu.
"Sayang kau terluka?" Tanya Ayu dan ia tak mendapat jawaban dari Jerik, dilihat nya wajah tampan itu sudah memucat dengan mata yang terpejam namun tangan nya masih sangat erat memeluk tubuh Ayu, juga kepakan sayap nya mulai melemah.
Belum sampai mereka mendarat di tanah Arthur dan salah satu Angel menangkap nya dan membawa nya kembali ke istana.
"Pak dosen juga bersayap? dan laki-laki berambut panjang itu juga bersayap? Astaga aku ini dimana? Kenapa semua nya diluar nalar ku?" Ayu masih di pusingkan dengan pikiran nya juga semua makhluk yang di lihat nya, menyeramkan tidak tapi jika sampai makhluk-makhluk yang terlihat cantik dan tampan itu berubah seperti di cerita keluarga Cullen habis lah sudah riwayat nya.
"Bagaimana jika mereka juga menghisap darah? eh tapi Jerik berdarah tidak mungkin kan mereka juga menghisap darah, jika mereka masih satu klan berati mereka juga mempunyai darah, tunggu-tunggu, pak dosen di sini? apa mungkin... " Baru saja Ayu memikirkan Grace sahabat nya, tapi belum sampai ia menyebut nama nya gadis yang sangat familiar dan sangat ia sayangi itu muncul ketika ia mendarat.
"Ayu, bestie? kau tidak apa-apa?" Grace berlari memeluk Ayu yang baru saja terlepas dari pelukan Jerik yang kini sudah tak sadarkan diri.
"Pak dosen! Jangan hukum dia! Dia hanya ingin menyelamatkan aku" Ucap Ayu kepada Arthur, sedangkan makhluk bersayap yang di panggil nya pak dosen itu hanya menganggukkan kepala nya dan membawa tubuh Jerik yang sudah tak berdaya.
Grace membawa Ayu untuk bertemu Irina, karena merasa bahwa Grace lebih memahami kondisi saat ini, Ayu dengan patuh mengikuti kemana langkah kaki sahabat nya itu pergi.
Ruang tengah adalah tujuan utama langkah kaki Grace, baru saja kedua nya memasuki ruangan itu dari dalam Irina melangkahkan kaki nya dan memeluk Ayu.
"Kau baik-baik saja sayang?" Suara lembut dan mendamaikan jiwa itu membuat Ayu tertegun.
"Bagaimana cerita nya kau bisa terbang bersama putra ku untuk keluar dari wilayah kerajaan ini?" Tanya Irina dengan membelai pipi Ayu.
"Maaf, anda Ratu di kerajaan ini?" Tanya Ayu yang masih belum paham.
"Iya sayang panggil aku ibunda, Grace seperti nya dia syok?" Tanya Irina kepada menantu pertama nya.
"Iya ibunda mungkin dia masih bingung seperti saya dulu" Ucap Grace dengan membelai surai hitam kecoklatan itu.
"Grace? Apa maksud mu?" Ayu beralih memandang sahabat dekat nya itu.
Dengan sabar Grace menceritakan semua bahkan dari awal ia putus dari Mirza dan ia yang tiba-tiba bisa melihat makhluk-makhluk yang menyeramkan, kemudian dia yang bisa melihat Arthur, dan Arthur yang selalu ada untuk diri nya.
"Jadi pak dosen bukan manusia? Je em... pangeran Jerik juga sama hal nya dengan pak dosen?" Tanya Ayu yang berusaha mengerti.
Irina bangga dengan pilihan nya, ia memilih gadis yang cerdas dan mau mengerti situasi dan kondisi yang di hadapi saat ini.
"Maafkan ibunda yang tiba-tiba menjemputmu, dan membuat mu bingung seperti ini, dan maafkan kenakalan Jerik yang sempat menolak mu" Ucap Irina.
"Pangeran Jerik menolak ku?" Tanya Ayu yang mendadak merasakan perih di dalam hati nya.
"Iya, ibunda mau menjodohkan Jerik dan ternyata pilihan ibunda jatuh pada mu, aku pun juga baru tau hari ini" Jelas Grace.
"Tapi kita bahkan sudah menjalin hubungan sejak beberapa hari yang lalu" Ucap Ayu.
"Benarkah? berati hanya ada ke salah pahaman di sini" Ucap Irina merasa bahagia ternyata pilihan nya adalah kekasih putra bungsu nya.
"Mungkinkah Jerik mengira gadis yang akan di jodohkan dengan nya belum datang dan ia berusaha melindungi atau menyembunyikan Ayu? Tapi padahal kedua nya orang yang sama" Grace menerka-nerka.
"Ya mungkin saja bisa begitu, karena aku juga belum mengatakan kalau Ayu duduk di taman untuk menunggu calon suami nya, itu kesalahan ku" Ucap Irina.
"Mari kita temui calon suami mu, mungkin ia sudah sadar sekarang, anak nakal itu memang harus diberi sedikit pelajaran" Ucap Irina.
kemudian ketiga perempuan itu mulai beranjak dari duduk nya dan melangkahkan kaki nya menuju kamar pribadi Jerik.
...🍒🍒🍒🍒...
Di dalam kamar, Jerik sama hal nya dengan Arthur yang mempunyai kemampuan untuk menyembuhkan diri nya sendiri.
...Kini tangan dan kaki nya tengah di rantai oleh Angel yang menjaga nya di sana, selain dengan Arthur, Jerik juga tak mau melawan Angel yang berparas rupawan namun akan berubah 380° saat mode iblis nya aktif....
"Angel Chain, lepaskan aku, aku janji tidak akan kabur lagi" Terdengar Jerik memohon, namun Angel yang bernama Chain itu hanya memandang ke arah pangeran pertama berniat meminta jawaban, namun Arthur malah membuang muka.
"Angel Chain, rantai-rantai mu ini sangat menyakiti ku, nanti jika tangan ku ada bekas luka ibunda akan marah pada mu" Rengek Jerik.
"Angel Chain! Aku hanya mau memastikan kalau gadis yang ku bawa baik-baik saja, An..."
"Dia baik-baik saja!" Sela Irina yang sudah masuk ke dalam rungan itu dengan membawa Ayu, Grace segera mendekati suami nya, sedangkan Ayu masih dengan gaun putih nya mengekor Irina yang terus melangkahkan kaki nya mendekati Jerik.
"A... Ayu!" Lirih Jerik dengan menitikkan air mata.
Senyum tipis malu-malu yang Ayu tampilkan membuat Jerik sedikit tenang dan sudah tidak merengek lagi.
"Apa senyum-senyum?!" Gertak Irina kepada kedua muda mudi itu.
"Dia tau siapa dia sekarang, dan kau juga harus menerima perjodohan ini" Ucap Irina yang membuat Jerik kembali berontak.
"Ibunda ini tidak adil untuk ku, kakak saja bisa memilih dengan siapa dia menikah, kenapa aku tidak bisa? Aku memilih Ayu untuk menjadi istri ku, aku tidak mau yang lain bunda" Dengan berusaha melepaskan rantai nya Jerik berucap, nada penuh emosi lah yang di gunakan nya.
"Iya nak Ibunda tau, ibunda juga sudah memilih kan istri yang cocok untuk mu!" Ucap Irina dengan suara lembut nya.
"Ibunda tidak mengerti perasaan ku! Ibunda..."
"Cukup Jerik! Kau tidak tau rencana baik yang beliau rancang untuk mu" Sela Ayu, Jerik mengerjapkan mata nya tak percaya, kekasih hati nya kini malah lebih membela ibunda nya yang ia pikir akan memisahkan diri nya dengan kekasih hati nya.
"Sayang, kau membela nya? dia... "
"Ya Jerik!!" Sela Ayu dengan sauara lantang nya yang membuat sang kekasih kini tergagu dengan air mata yang sudah mengintip di pojok sana.
"Karena dosa besar jika aku membantah calon mertua ku, yang mana beliaulah yang mengandung serta merawat calon suami ku" Alasan itu membuat tanda tanya besar di dalam otak Jerik.
"Apa kau bilang? Calon mertua?" Tanya Jerik dengan nada pelan.
"Iya sayang, jadi gadis ini lah yang akan ibunda pilih untuk di jadikan istri mu" Jelas Irina.
Ayu tersenyum manis sedangkan Jerik mengernyit.
"Jadi jika tadi aku berhasil membawa Ayu kabur, sama saja aku yang mempersulit hubungan asmara ku?! Dasar bodoh" Batin Jerik dengan senyum kecut nya.
"Angel Chain, tolong kau lepaskan rantai yang mengikat putra nakal ku ini" Ucap Irina.
"Baik ya mulia" Angel Chain menunduk dan dan segera melepaskan rantai yang mengikat tangan dan kaki Jerik.
Setelah kejar-kejaran yang tak membuahkan hasil, juga setelah kabur dengan membawa kekasih yang ternyata adalah calon istri pilihan ibunda nya Jerik dan Ayu kini tengah berada di aula kerajaan untuk mengikuti acara tukar cincin.
Karena Jerik yang masih mau meraih gelar doctor nya di dunia manusia, juga Ayu yang tidak mau menikah muda, akhirnya Irina dan Akles memutuskan untuk mereka bertunangan lebih dulu.
Kini kedua nya sudah sama-sama memakai cincin couple dengan warna putih yang di hiasi batu permata berwarna kuning yang mana batu permata itu di lepas dari salah satu batu permata yang ada di mahkota yang Jerik kenakan.
"Aku tidak percaya kita sudah bertunangan" Ucap Jerik yang sudah kembali ke mode jail-jail tengil nya.
Ayu dengan keras mencubit pipi Jerik, "Adududuh aduh sakit Yank!" Teriak Jerik karena Ayu menarik pipi nya sangat keras.
"Sudah percaya kan?" Tanya Ayu.
"Mana ada orang membuktikan percaya dengan cubitan? itu kan kalau mimpi" Jerik mengerucutkan bibir nya.
"Lalu mau dengan apa?" Tanya Ayu, mendengar pertanyaan itu Jerik segera menghadap ke arah Ayu dan menangkup kedua pipi nya, perlahan ia memangkas jarak di antara kedua nya dan tinggal 0,5cm jarak antara bibir mereka tiba-tiba kereta kencana yang akan mengantar Ayu pulang sudah tiba di hadapan kedua nya.
Suara gemerincing itu membuat kedua insan itu saling menjauh satu sama lain karena terkejut.
"Ahahahha..." Tertawa kedua nya kemudian saling memandang, "Hati-hati, biasa nya mereka tidak suka menunggu terlalu lama" Ucap Jerik.
"Iyah" Sahut Ayu dengan menggigit bibit bawah nya, rasa malu menguasai diri nya.
CUP!!
Ayu mengecup pipi Jerik kemudian ia berlari ke atas kereta kencana, dan melambaikan tangan nya.
"Kita bertemu di kampus besok!" Teriak Ayu dengan tangan yang ia lambaikan.
Jerik terdiam mematung di tempat nya, masih syok dengan kecupan yang diberikan kekasih hati nya, namun tangan nya tetap melambai kepada Ayu yang dibawa menjauh oleh kereta kencana kerajaan nya.
...🍒🍒🍒🍒...
TOK TOK TOK...
"Ayu bangun sayang! Yuk bangun!" Samar-samar Ayu mendengar suara yang sangat ia hafal.
"Emmmhhh... " Menggeliat gadis itu dengan mata yang terbuka sipit.
Melihat ke sekeliling nya, kamar ternyaman dan ranjang kesayangan nya, "Iya buk, Ayu bangun!" Teriak Ayu menyahuti suara ibu nya.
"Ternyata hanya mimpi" Gumam nya dengan berjalan ke arah kamar mandi nya, ia berdiri di depan kaca wastafel nya dan mencuci wajah nya, saat tangan nya berada di pipi Ayu melihat di jari manis nya tersemat cincin dengan berlian kuning yang bersinar.
"Loh? Apa ini?...
Jangan lupa beri dukungan untuk novel ini, klik jempol like ya juga siapkan kata-kata terbaik kalian untuk berkomentar see you next episode 🥰🥰🥰