
Setelah kesana kemari mencari Dean dan berakhir dengan menemukan tubuh yang sudah tak beryawa, Kinanthi mencari tau apa penyebab kematian sang kekasih.
Dan ia menemukan bulu yang terjatuh dari sayap Arthur, dengan mengerahkan seluruh kekuatan nya Kinanthi mencari keberadaan Arthur, kejadian di Vila tempo hari juga karena Kinanthi mengutus makhluk bawahan untuk menculik Grace tapi tak berhasil.
Walau begitu makhluk Sexy, cantik nan licik itu tak menyerah, apalagi setelah mendapat kabar bawa Gracelina dan Arthur akan segera mendapatkan momongan.
Rencana yang ia tata matang-matang kini sudah siap ia lancarkan.
Setelah membuat kerusuhan di hutan perbatasan, Kinanthi yang dulu nya adalah seorang Angel yang di buang karena melakukan kesalahan fatal, tau sedikit tentang seluk beluk labirin menuju taman gelembung.
Senyum semirik nya kini terkembang tatkala ia mendapati dua makhluk yang tengah menjaga bayi mungil yang ada di dalam gelembung.
"Bersembunyi di sini rupa nya!!" Ucap Kinanthi yang mampu membuat Grace dan Chrisa terlonjak kaget.
"Ka... kau?" Tergagu Grace melihat sosok yang tak asing.
"Berani nya kau memasuki tempat suci ini, makhluk terkutuk?!" Kini Angel Chrisa membelah diri menjadi dua.
"Tidak, tidak, tidak, kau jangan membagi diri mu kalau mau melawan ku, karena kekuatan ku mampu melenyapkan sepuluh pasang baby sister seperti mu, maju lah kalian berdua!" Tantang Kinanthi.
"Angel, jangan hiraukan aku, bagaimana pun baby Gresta adalah putra ku aku akan melindungi nya, kau bersatulah kembali" Ucap Grace.
"Tidak Grace, aku sudah hafal dengan tipu daya nya, kau diam lah bersama ku" Ucap Chrisa wanita yang ada di samping Grace.
"Heh... perpisahan yang sangat memilukan" Cicit Kinanthi dengan terus melangkah maju.
Kini Angel Chrisa mengeluarkan kekuatan nya dari tangan sebelah kanan nya muncul pecut deng duri yang sangat tajam ujung nya.
"Kau yakin akan melawan ku dengan setengah raga mu saja?" Ejekan itu terdegar sangat menyebalkan di telinga Chrisa.
"Jangan banyak bicara, lawan aku atau enyah lah dari sini!" Ketus Angel Chrisa dengan pecut nya yang siap di sabet kan ke arah Kinanthi.
"Hanya dengan itu? jangan harap kau yang hanaya separuh bisa, menang dari ku!" Kinanthi menarik ujung bibir nya kemudian ia melemparkan bola api yang keluar dari telapak tangan nya.
Dengan cekatan pecut Angel Chrisa menangkis nya, sedangkan Angel Chrisa yang bersama Grace dan Gresta membentengi mereka bertiga agar tidak terhantam pecut atau pun bola api yang terlempar.
WHUT!!
Angel Chrisa menyabetkan pecut nya ke arah Kinanthi sebelum makhluk licik itu mengeluarkan bola api nya.
SSSSCTHAK!! BRUGH!!
"Aaaarrrgghhh!!!" Kinanthi terjatuh karena kaki nya terkena sabetan pecut Angel.
Tak mau mengalah sampai di situ Kinanthi masih dengan posisi merunduk melemparkan bola api nya, karena pecut nya masih nyangkut di kaki Kinanthi, Angel Chrisa tak dapat menangkis serangan Kinanthi, hingga bola api Kinanthi menghantam dada Angel Chrisa sampai terpental lima meter jauh nya, BRUGH!!! SRRRRRAAAAAATTT!!
Masih bisa berdiri walau hangus di dada bagian kiri, saat Kinanthi berusaha bangkit dengan cepat Angel Chrisa meraih gagang pecut nya kemudian menarik nya dengan cepat BRUGH!!
Kembali Kinanthi terjatuh di hamparan rumput yang sebagian terbakar oleh bola api nya.
"Angel kau yakin pasangan mu akan kuat? Bersatulah dan lawan Kinanthi!" Ucap Grace yang mulai tak tega melihat Angel Chrisa laki-laki terpental barusan.
"Cepat kau panggil pangeran saja! Tugas utama ku adalah melindungi mu dan bayi mu!" Ujar Angel Chrisa yang ada di samping Gracelina.
Kinanthi kembali bangkit ia mengeluarkan petir yang mampu menyengat lawan nya.
SLAP! Satu sambaran petir Kinanthi arahkan ke arah Angel, tapi dengan kehebatan nya Angel Chrisa menangkis nya dengan pecut kebesaran nya.
SLAP!! BLEDARRR!!
Sekali lagi Kinanthi menyerang Angel dengan kilat petir nya tepat sasaran mengenai dada kiri Angel Chrisa.
Terkapar tak berdaya setelah sengatan petir itu menghantam dada yang tadi nya sudah terluka.
Ditengah ketakutan nya ia menyebut nama Arthur beberapa kali.
Kinanthi terus menghantam tameng yang di ciptakan Angel Chrisa yang ada di samping Grace dengan bola-bola api nya bahkan kilatan petir sesekali ia gunakan untuk menghancurkan tameng itu.
Melihat Angel Chrisa semakin melemah namun masih mempertahankan diri nya untuk tetap melindungi Grace dan bayi nya, membuat Grace memberanikan diri.
Ia berniat untuk berdiri dan melawan Kinanthi, namun tiba-tiba hembusan badai datang dengan awan hitam yang sangat tebal menyelimuti taman gelembung yang biasa nya terlihat cerah.
"Pangeran kedua?" Gumam Angel Chrisa dengan melihat ke arah awan hitam yang mana itu adalah kendaraan Alfajerik Rajendra.
"Apa kata mu? Pangeran kedua?" Tanya Grace dengan kembali duduk.
"Ya sudah lama dia tak menunggangi kendaraan kebesaran nya" Sahut Angel Chrisa.
"Apa maksud mu awan hitam ini?" Tanya Grace yang penasaran.
"Ya ini adalah kendaraan nya, mungkin serpihan petir yang di gunakan makhluk terkutuk itu sudah mampu memanggil sang empu nya" Kini senyum kemenangan terlihat di wajah Angel Chrisa.
Terlihat seorang pria dengan jubah kebesaran nya turun dari atas awan tebal yang menggumpal.
Tapi Angel Chrisa mengerutkan kening nya kala ia melihat jubah yang melambai tertiup angin itu bukan lah jubah kebesaran milik pangeran kedua nya.
"Arthur?" Grace berdiri melihat sosok yang sangat di tunggu-tunggu kedatangan nya sedari tadi.
"Heh akhir nya datang juga si pembunuh berkedok pangeran!" Umpat Kinanthi ketika melihat Arthur menapakkan kaki nya di taman gelembung yang kini tak terlihat asri dan indah lagi.
Di mata Arthur kini ia melihat api yang membakar taman suci tempat penyimpanan bayi-bayi tak berdosa, masih lega ia melihat istri dan anak nya aman di dalam tameng Angel Chrisa wanita.
Tapi amarah Arthur memuncak ketika ia melihat makhluk berwarna putih dengan darah yang menodai sayap juga baju nya yang tengah tergeletak tak berdaya.
"Apakah kau kehilangan keberanian mu pangeran pembunuh? Sampai kau terdiam melihat semua ini, Hebat bukan? hanya aku yang mempu mengelabuhi kalian semua dan memporak porandakan istana yang kejam ini!" Mencaci Kinanthi lakukan untuk membakar emosi Arthur Rajendra.
"Tutup mulut mu makhluk terkutuk! Sudah pernah ku biarkan diri mu berkeliaran di dunia manusia, kenapa sekarang kau membuat masalah di kerajaan yang dulu pernah menghidupi mu?!" Geram Arthur masih berusaha menahan emosi nya.
"Kau membiarkan ku hidup di dunia manusia, aku sudah hidup dengan damai di sana! Lalu siapa suruh kau membunuh kekasih ku?!" Dengan berteriak mata Kinanthi mulai memerah terbakar api amarah.
"Membunuh? Kau salah paham Kinanthi! Aku sama sekali tidak membunuh nya! Dean lah yang menyerang ku dan... "
"OMONG KOSONG!!" Sela Kinanthi dengan melempar bola api ke arah Arthur.
WHUT!! BLEDAR!!
Arthur berhasil menangkis bola api itu dengan jubah kebesaran nya.
"Kau pembunuh! Hutang Nyawa harus dibayar dengan nyawa!" Sekali lagi Kinanthi melempar bola api nya kini di tambah dengan kilatan petir yang ia lempar ke arah Arthur.
Beberapa bola api mampu di tangkis oleh Arthur namun tidak dengan Petir yang menyambar secara tiba-tiba itu, SRAT!!
Bagian dada Arthur tergores dan terpampang lah dada putih serta perut kotak-kotak macam roti sobek yang mampu membuat kaum hawa ingin menyentuh nya.
"Bedebah! Berani sekali kau melihat nya!" Tak terima perut sixpack suami nya di lihat oleh wanita lain, Grace berlari ke arah Kinanthi yang berdiri tak jauh dari tameng Angel Chrisa.
Tanpa aba-aba dan entah kerasukan iblis apa, Gracelina mencolok kedua mata Kinanthi yang saat itu tengah fokus menyerang Arthur.
Alhasil serangan Kinanthi meleset dan terlemparlah bola api itu ke atas, dengan kecepatan nya Arthur melesat dan menarik tubuh Grace, dibawa nya tubuh istri nya itu menjauh dari sana dan
BLEDARRRR!!!!...
Jangan lupa dukungan nya, yang mampir wajib like, jika ada kata-kata atau uneg-uneg bisa kalian sampaikan di kolom komentar ya guys, semoga kalian sehat selalu my Readers, see you next episode, bay bay 🥰🥰🥰