The Guard

The Guard
(TG2) Bibit-bibit pelakor



Dokter tampan rupawan dan dapat diandalkan itu kini sudah mulai aktif dengan kegiatan rumah sakit nya.


Ya beberapa bulan yang lalu memang Jerik memutuskan untuk segera mengesahkan hubungan nya dengan Ayu, dan hari itulah hari patah hati bagi para perawat dan juga dokter wanita yang satu rumah sakit dengan Jerik.


Pagi itu dengan menenteng jas putih nya lengkap dengan tas jinjing nya Jerik berjalan melalui lorong-lorong rumah sakit dan berhenti tepat di salah satu pintu yang mana di dalam nya adalah ruangan pribadi nya.


Terlihat Jerik memasuki ruangan itu, tak lama ia duduk di kursi kebesaran nya seseorang tengah mengetuk pintu ruangan nya.


Tok... Tok... Tok...


Jerik melihat ke arah pintu, "Masuk!, " Teriak nya yang kemudian kembali sibuk melihat dokumen-dokumen yang ada di atas meja nya.


"Pagi dok!" Sapa seorang dokter kandungan yang bernama Agata.


"Pagi dokter Agata, ada apa?" Tanya Jerik yang hanya sekilas menatap dokter sexy di hadapan nya itu.


"Je... Lo beneran menikahi guru Play grup itu?" Agata menghempaskan pantat nya di kursi yang ada di depan Jerik, kedua nya terhalang meja kerja namun dengan sengaja menggoda, Agata sedikit mencondongkan tubuh nya dan terlihat dua benda bulat kenyal itu terhimpit pinggiran meja dan seolah akan menyembul keatas.


"Iya, " Sahut Jerik datar tanpa mengindahkan posisi Agata saat ini.


"Kok lo nggak nikah sama sesama dokter aja sih?" Cecar Agata yang kini berhasil menyita perhatian Jerik.


Dokter tampan itu mendongak dan melihat pemandangan yang memang indah di hadapan nya, namun sedikit pun ia tak berminat.


"Terus, gue udah terlanjur nikah, lo mau apa?" Tanya Jerik dengan melipat kedua tangan nya di atas meja.


"Gu... gue... "


BRAK!!


Ayu membuka pintu dengan kasar, kini ia melihat pemandangan yang sangat tidak mengenakkan indra penglihatan nya.


"Sayang bekal makan siang mu ketinggalan jadi aku ke sini khusus untuk mengantarkan nya" Sengaja bersuara manja Ayu melangkahkan kaki nya mendekati suami tampan nya itu.


"Eh ada dokter Agata" Sapa Ayu dengan duduk di atas pangkuan Jerik, sedangkan Agata hanya tersenyum kikuk, merasa malu dan tidak nyaman melihat Ayu yang memamerkan kemesraan nya di sana.


Ayu terlihat seperti mengendus-endus udara di ruangan Jerik, Jerik yang penasaran dengan tingkah Ayu pun bertanya.


"Kau kenapa bey?" Tanya Jerik dengan memiringkan wajah nya untuk melihat wajah Ayu.


"Hem?" Sahut Ayu dengan menatap suami tampan nya.


"Nggak papa sih Yank, cumaaaaaa em... itu aku kayak mencium bau bibit-bibit pelakor deh!" Sahut Ayu dengan mata yang menyipit.


Agata tersentil dengan ucapan Ayu barusan, ia menggelengkan kepala nya pelan, karena merasa tertuding Agata pun menyahuti ucapan Ayu yang di anggap nya cemburu buta itu.


"Ya ampun Je, gini nih, karena terlalu lama bergaul dengan anak-anak kecil, rekan kerja mu saja dia tuduh sebagai pelakor" Cecar Agata dengan niat menjatuhkan harga diri Ayu.


"Anda merasa tertuduh? Iya? Ha?" Tanya Ayu dengan beralih duduk di atas meja dan mencondongkan tubuh nya kearah Agata.


"Maaf ya bu Ayu, anda mengatakan seperti itu sedangkan hanya saya yang ada di antara kalian berdua, tapi maaf hubungan saya dan dokter Jerik memang hanya sebatas hubungan kerja tidak lebih!" Geram Agata menegaskan dengan menatap wajah Ayu yang sedikit lebih tinggi di atas nya.


"Oh hubungan kerja, atau menggoda teman kerja?" Jujur saja Ayu ingin sekali merobek baju yang memperlihatkan belahan dada Agata itu, namun ia segera berpikir ulang, kalau dia robek baju itu bukan kah suami nya akan dengan leluasa melihat milik Agata, tidak, tidak, tidak itu tidak benar.


Pikiran Ayu tengah bergelut antara emosi dan akal licik nya untuk balik mempermalukan dokter genit yang ada di hadapan nya itu.


"Mana ada saya menggoda laki-laki yang sudah beristri?!" Setelah diam cukup lama Agata kembali berkelit.


Ayu terlihat menarik salah satu ujung bibir nya, ia mengulurkan tangan nya ke arah Agata dan jari telunjuk nya, "Lalu... Ini apa?!,",Dengan sengaja mencolek belahan yang pasti nya akan menggoda setiap laki-laki yang melihat nya.


"Astaga!" Bukan hanya Agata yang di colek bahkan Jerik yang menyaksikannya pun ikut terkejut.


"Bu Ayu! Tolong jaga sikap anda ya!" Geram Agata dengan berdiri dari duduk nya.


Ayu menyilang kan kaki nya sengaja agar Jerik melihat rok ketat nya sedikit tersibak dan menampilkan paha mulus nya.


"Yang seharusnya menjaga sikap itu saya atau anda?" Penuh penekanan Ayu berucap yang secara tidak langsung mengatakan bahwa ruangan ini adalah milik suami nya dan Ayu adalah istri sah yang berhak berbuat apa saja di depan suami nya.


Tak berkutik Agata memilih untuk meninggalkan dua sejoli itu.


"I... "


"Oh Iya silahkan dokter, pintu ada di sebelah sana!" Belum sempat Jerik menyahuti nya, Ayu sudah lebih dulu berucap dengan tangan yang menunjukkan pintu keluar, tak lupa senyum devil terlukis di wajah Ayu.


Setelah Agata keluar dari ruangan itu, terlihat Ayu menghela nafas seolah ia sangat lelah, kemudian niat hati ingin turun dari meja kerja suami nya namun tangan kekar Jerik menahan pinggang nya.


"Mau kemana?" Tanya Jerik dengan sebelah tangan yang mulai meraba paha yang terekspos sedangkan tangan yang lain meremas gemas pinggul yang sedikit berisi itu.


Ayu memelototkan kedua mata nya terkejut dengan suami nya yang tiba-tiba sudah mode on.


"Yank ini di tempat kerja, jadi... "


"Jadi, ini ruangan saya nyonya, dan saya berhak mengatur apa saja yang ingin dan tidak saya lakukan" Ucap Jerik dengan memangkas jarak wajah kedua nya.


Ayu berdebar karena banyak kaca transparan di ruangan ini, namun Jerik segera menjentikkan jari nya hingga tirai-tirai itu menutup dengan sendiri nya, bahkan slot kunci pintu bergerak mengunci pintu ruangan itu.


Ayu berusaha dengan keras memutar otak kecil nya untuk berpikir cepat.


Ayu yang masih merasa pegal-pegal di bagian pinggang nya pun meletakkan kedua tangan nya di depan dada Jerik.


"Kau memang yang terhebat" Goda Ayu dengan sedikit mendorong tubuh suami nya hingga dokter tampan itu duduk kembali di kursi nya, sedangkan Ayu membelai wajah tampan itu, setelah berhasil turun dari meja kerja suami nya perlahan Ayu mengitari kursi kebesaran Jerik dengan tangan yang masih membelai-belai Jerik.


Mengetahui suami nya lengah Ayu melangkahkan kaki nya dengan cepat menuju pintu keluar, namun seringai licik muncul di bibir Jerik.


SSSHHHLLLAAAPPP!!!


"Mau kemana?" Tanya Jerik dengan melipat kedua tangannya di depan dada.


Ayu yang sudah memegang handel pintu berusaha membuka pintu ruangan itu namun tak ada hasil, pintu masih tertutup rapat.


"Je... ijinkan aku keluar" Memohon Ayu masih dengan tangan yang stay menegang handel pintu.


"Kalau kamu keluar, siapa yang akan menemani aku??" Tanya Jerik.


"Oohh jadi kalau dokter tadi tidak keluar dan aku tidak datang dia yangmemmphhh... "


Belum selesai Ayu berucap Jerik sudah lebih dulu melu-mat bibir yang selalu menjadi candu nya itu.


Sebelah tangan Jerik menahan kedua lengan Ayu ke atas hingga wanita berstatus istri dokter itu tidak dapat berontak.


Sedangkan sebelah tangan Jerik memainkan tempat favorit nya yang akan membuat lemas sang pujaan hati itu.


Mulai menggila keduanya kini mereka bermain di sofa, tak banyak gaya yang Jerik lakukan karena pinggang Ayu masih sakit akibat perbuatan nya semalam.


Walau pun tak banyak gaya yang mereka coba, itu juga tak mengurangi rasa nikmat yang mereka rasa kan, penyatuan di tempat kerja itu sudah menjadi salah satu yang memacu adrenalin, bagaimana jika ada yang mendengar atau mengintip kegiatan panas kedua nya. Otak kedua nya sudah tertutup oleh gairah yang membara hingga tak berpikir jauh kesana


...🍒🍒🍒🍒...


Di kampus...


Syaqila sudah selesai kelas namun tidak dengan kedua teman nya, gadis itu berjalan keluar dari gerbang kampus untuk menunggu taxi.


Tak lama kemudian taxi kosong pun berhenti di hadapan gadis cantik itu, ia segera masuk dan melaju dengan alamat yang di ucapkan nya.


Taxi itu berhenti saat lampu menunjukkan warna merah, dan mata gadis cantik itu tak sengaja menangkap bayangan yang sangat akrab dengan netra indah nya.


"Gresta?" Lirih nya dengan melihat pemuda tampan itu tengah tersenyum dengan lawan bicara nya.


"Siapa gadis itu?" Syaqila Mulai mengerutkan kening nya ketika gadis yang ada di hadapan Gresta melakukan kontak fisik dengan menyentuh lengan kekar pemuda tampan itu.


"Pak saya turun di sini ya?!" Ucap Syaqila dengan membuka pintu mobil dan berlari ke arah dimana kekasih nya itu berada.


"Tunggu non! Nona!...


Owkay jangan lupa like dan Favorit nya see you next tiem bay bay 🥰🥰🥰