
Kedua nya tak menyangka jika bocah kecil itu mempertemukan mereka di rumah sakit ini, Grace kini membelai tangan kecil yang masih stay di kursi roda nya.
"Sayang, apa maksud nya ini?" Tanya Grace dengan suara lembut nya.
"Kevin! Kau mau apa membawa wanita itu ke sini?!" Kinanthi pun menanyakan hal yang sama dengan yang di tanyakan oleh Gracelina.
"Mama, Kevin mau tanya, apa benar Nyonya Gracelina ini Momy kandung Kevin?" Pertanyaan bocah polos itu membuat Kinanthi terdiam, seolah tersambar petir di siang bolong.
"Sayang, ini Momy mu, kenapa kau haru bertanya pada nya? Tentu saja dia akan mengatakan kalau kau adalah putra nya" Ucap Grace.
"Kau dengar kan Kevin? Dia sudah berusaha menghasut mu, bahkan dia secara tidak langsung mengatakan kalau mama ingin menguasai mu, sedari bayi siapa yang merawat mu? Kau ingat ketika tengah malam kau menangis siapa yang bangun dan membuatkan susu untuk mu?" Cecar Kinanthi dengan berusaha turun dari ranjang pasien itu.
Trenyuh dan tersentuh hati bocah tampan itu ketika memikirkan betapa Kinanthi menyayangi dirinya.
Bimbang kembali menyelimuti hati Gresta, namun ketika tangan lembut Grace menyentuh tangan nya, kembali ia teringat betapa lelah dan sedih berkumpul menjadu satu selama Grace mencari nya.
"Mama kau ingat?" Tanya Gresta yang teringat kata dokter semalam tentang Kinanthi yang amnesia.
Lagi-lagi Kinanthi keceplosan, ia lupa akan acting nya karena terlalu memikirkan dendam nya, "Kenapa diam? Apa kau membodohi putra ku dengan penyakit amnesia?" Tanya Gracelina dengan menarik salah satu ujung bibir nya.
Tak punya pilihan lain Kinanthi menarik lengan Gresta agar bocah tampan itu berada di dekat nya.
"Gresta! Sayang!" Garce pun menahan sebelah lengan Gresta.
SRAT!!
"AW.. Ssshhhh... " Seketika Grace menarik tangan nya kembali karena Kinanthi menyerang nya secara tiba+tiba.
"Mama Kinan?!" Teriak Gresta, bocak kecil itu cukup pandai dalam membedakan mana yang baik dan mana yang jahat.
"Itu tidak boleh!! Kenapa mama menyerang Momy?" Teriak Gresta dengan menghempas lengan Kinanthi kemudian ia berlari memeluk Gracelina.
"Momy tidak papa?" Semua mata dibuat nya terpana, karena mereka tau bagaimana cerita.
Kinanthi yang memcari celah pun menyerang Grace dengan melempar bola-bola api nya.
WHUT!! Bola api itu beterbangan ke arah Grace, namun dengan sigap Gresta menghadang bola-bola api itu dengan tubuh kecil nya.
"Mama jangan sakiti Momy!" Teriak Gresta dengan berdiri di hadapan Grace dan kedua tangan yang membentang.
"TIDAK!! Pangeran!" Teriak Angel Chrisa yang segera memisah dari jiwa utama nya dan meluk tubuh bocah tampan itu.
DUGH!! WUNG!! WUNG!! WUNG!!
Bola-bola api itu menghantam punggung Chrisa yang kehilangan penglihatan nya hingga tak sadarkan diri.
"CHRISA!!" Separuh jiwa Angel Chrisa berteriak kemudian merengkuh separuh jiwa nya yang terkapar di lantai.
Sementara itu bola bola api Kinanthi tak terkendali dan balik menghantam nya yang masih berwujud manusia.
BLEDAHM!!!
Sssssshhhhhhhhh... Setelah hantaman itu keluarlah asap tebal.
Jerik yang baru saja kembali ke Rumah Sakit merasakan sedikit goncangan.
"Gempa Yank?" Ucap Ayu yang saat itu juga merasakan nya.
"Iya ini gempa asli" Sahut Jerik.
"Kalau bukan gempa asli kau pikir gempa apa?" Ayu memutar bola mata nya malah dengan candaan suami nya yang tak tepat waktu itu.
"Ya kan bisa aja gempa ranjang Yank" Dengan nyengir pepsodent Jerik berucap.
"Hadeh... mulai terkontaminasi nih otak, dah ah yuk keluar" Ucap Ayu dengan menarik lengan Jerik.
Setelah keluar dari ruangan, Jerik melihat ada asap tebal yang keluar dari salah satu ruangan pasien, ia pun melesat ke ruangan tersebut bersamaan dengan itu Arthur pun juga baru saja sampai di sana.
"Ada apa ini aura nya kuat sekali?!" Jerik mengerutkan kening nya.
"Aroma ini, Kinanthi... " Gumam Arthur dengan memandang Jerik, kedua nya segera masuk ke dalam ruangan itu.
"Bu Kinan? ini kah wujud asli mu? Kau bukan manusia?" Tanya Aldy yang terkejut dengan kenyataan di hadapan nya ini. Kinanthi hanya menatap duda tampan itu sekilas.
Grace segera merengkuh tubuh putra nya tak mau lagi ia melakukan kesalahan yang sama, sedangkan Angel Chrisa membawa jiwa yang terluka itu kembali ke kerajaan di atas awan dengan berteleportasi.
BRAK!!
Jerik dan Arthur mendobrak pintu kamar pasien yang tertutup itu dengan tendangan nya.
"KINANTHI?!" Teriak kakak beradik itu bersamaan.
"Kau pembunuh! Kau yang telah membunuh Dean kekasih ku!" Teriak Kinanthi saat melihat wajah Arthur.
"Tidak Kinanthi, bukan seperti itu, kau salah paham, Dean mati karena senjata makan tuan!" Ucap Arthur.
"Kau jangan berkilah untuk mencari alasan pangeran!" Sentak Kinanthi dengan mata biru yang mulai memerah.
Namun dengan keberanian nya Aldy berusaha menyentuh tangan wanita yang tak lagi berwujud manusia itu.
"Bu Kinan ku mohon, jika memang ada masalah bisa kita selesaikan dengan kepala dingin, jika memang kekasih mu meninggal dengan keadaan hati yang baik, bukan kah roh nya bisa bertemu dengan mu walau pun sekali" Ucapan Aldy menarik perhatian Kinanthi.
"Tapi dia dengan tega membakar kekasih ku!" Dengan suara yang bergetar dan mata yang merah menyala Kinanthi menuding Arthur.
"Papiiiii... " Lirih Syaqila yang ketakutan, Ayu pun merengkuh tubuh gadis kecil itu dan di bawa nya untuk menjauh dari tempat itu.
"Tapi Miss, bagaimana dengan Gresta?" Tanya Gadis cilik itu masih mengkhawatirkan teman nya.
"Dia akan baik-baik saja, tenanglah" Ucap Ayu dengan terus berjalan menjauhi ruangan itu.
Kembali ke dalam ruangan...
Aldy membacakan sebuah mantra yang tak dapat di dengar siapa pun bahkan Arthur dan Jerik pun tak dapat mendengar nya.
Walau tak dapat terdengar oleh indra pendengaran mantra itu dapat dirasa kan oleh Kinanthi yang melakukan kontak fisik dengan Aldy.
"Apa ini? Aaarrrrgggghhhh panas!! panas!!" Teriak Kinanthi dengan berontak berusaha melepaskan tangan Aldy yang menggengam tangan nya.
Aldy menarik pinggang makhluk menyeramkan itu kemudian sebelah tangan ia gunakan untuk memeluk erat pinggang Kinanthi sedangkan tangan yang lain Aldy gunakan untuk menutup kedua netra yang memerah akibat amarah itu.
Terus meronta Kinanthi, Arthur perlahan membawa Grace dan Gresta keluar dari ruangan itu.
"Tenangkan diri mu, hidup mu hanya akan sia-sia jika kau isi melulu dengan balas dendam" Ucap Aldy yang membuat Kinanthi kian meredam amarah nya.
Nafas naik turun namun gerakan meronta nya semakin berkurang, Aldy berhasil menenangkan Kinanthi.
"Coba kau pikir, jika memang yang kau anggap kekasih itu benar-benar mencintai mu, apakah semudah itu dia meninggalkan mu?" Tanya Aldy dengan suara lembut nya di samping telinga Kinanthi, tak sedikit pun Aldy melepaskan tubuh sexy yang kini mulai normal menyerupai tubuh manusia kembali.
Tiba-tiba bayangan tentang Dean terlintas di benak Kinanthi, kebersamaan mereka, dari Dean yang selalu membutuhkan nya sampai kemesraan, kehangatan, hubungan keduanya yang mana terlihat Kinanthi terus lah yang selalu berkorban untuk nya sampai pada akhir nya diri nya yang di tinggalkan Dean, laki-laki itu menghilang bersama Gracelina saat diri nya menjadi umpan.
Bulir bening mulai membasahi pipi putih pucat Kinanthi, sesenggukan mulai terdengar oleh Aldy.
Duda tampan satu anak itu membalikkan tubuh Kinanthi dan menatap wanita yang kini menundukkan kepala nya.
"Kau menangis?" Tanya Aldy dengan memiringkan kepala nya.
"Hiks... hiks... Ternyata aku salah" Lirih nya di tengah-tengah isak tangis nya.
Tanpa ragu Aldy menarik Kinanthi dan membenamkan wajah cantik penuh derai air mata itu ke dalam belahan dada berotot nya.
Di luar kamar Gresta yang khawatir dengan kondisi mama nya menolongokkan kepala nya, bocah tampan itu mengintip ingin tau bagaimana keadaan mama Kinan nya.
Melihat dua orang dewasa yang berpelukan, otak genius yang melebihi batas rata-rata anak seusianya membuat bocah tampan itu menyeletuk.
"Momy, apa Momy dan Daddy juga berpelukan? Apakah dengan berpelukan akan mengurangi rasa marah?" Tanya Gresta dengan mengalihkan pandangan nya kepada kedua orang tua nya.
"Iya sayang saling memeluk akan menciptakan rasa nyaman di hati" Sahut Grace
"Apa juga dapat menciptakan adik?" Mendengar itu Grace dan Arthur terdiam dan kini mereka saling memandang...
Maaf hari ini super syibuk, jadi baru sempat up... Jangan lupa like dan dukungan nya 🥰🥰🥰