The Guard

The Guard
(TG2)Plin-Plan



"Pak saya turun di sini ya?!" Ucap Syaqila dengan membuka pintu mobil dan berlari ke arah dimana kekasih nya itu berada.


"Tunggu non! Nona!" Teriak sopir taxi dengan mengejar gadis yang baru saja keluar dari taxi nya.


Tak menggubris bapak-bapak berseragam yang mengejar nya Syaqila terus saja berlari mendekati laki-laki yang kini tengah bersenda gurau dengan wanita lain.


Gadis dengan langkah cepat nya itu menyambar segelas air mineral yang teronggok di meja yang di lewati nya.


"GRESTA!!"


BYURRR!!!


Setelah berteriak memanggil nama lelaki tampan itu, tanpa aba-aba Syaqila menyiramkan segelas air ke ke arah kedua insan yang mana wanita yang ada di depan Gresta tengah mencondongkan wajah nya ke arah Gresta.


Pov Gresta.


Di dalam ruang kerja


Siang ini pemuda tampan pemimpin GRACINDO hotel itu tengah bingung, ingin nya ia mendatangi kekasih nya dan mengajak nya makan siang bersama namun kembali ia teringat kata-kata Syaqila untuk menyembunyikan hubungan kedua nya.


"Haaaaaahhhh... " Helaan nafas berat itu didengar oleh Juana, sekretaris cantik yang kini tengah membolak-balik dokumen di hadapan Gresta.


"Ada apa tuan?" Tanya Juana dengan menghentikan aktivitas nya, takut nya suara kertas yang ia bolak-balik mengganggu indra pendengaran bos nya.


"Haaahh... Tidak!" Sahut Gresta yang tak mau orang lain mengetahui masalah nya dengan sang kekasih.


Sekretaris cantik itu kembali fokus dengan pekerjaan nya, dan kini waktu makan siang sudah tiba, banyak karyawan yang sudah keluar dari pekerjaan nya demi mengisi perut yang sudah keroncongan.


TOK TOK TOK...


Pintu ruangan itu di ketuk dan kemudian terbuka hingga memunculkan wajah yang di sangat di tunggu oleh Juana.


"Masuk Cel!" Ucap Gresta kepada manager keuangan nya itu.


"Gue ke sini mau ngajak makan cewek gue bukan nya malah masuk dan ngeliatin lo yang lagi galau ini, bikin sepet aja!" Gerutu Celo, dan Juana hanya tersenyum sambil merapikan dokumen nya.


"Kalian mau makan dimana?" Tanya Gresta dengan niatan hati ingin ikut.


"Jangan bilang lo mau ikut!" Belum sampai Gresta menyampaikan keinginan nya ia sudah di tolak mentah-mentah oleh Celo.


"Cel jangan gitu lah, ini kan bos kita!" Ucap Juana dengan mencubit pinggang Celo.


"Ck... Ya sudah ayo!" Ajak Celo dengan wajah yang sedikit di tekuk.


Gresta yang dapat membaca pikiran manusia kecuali pikiran Syaqila pun mengetahui isi kepala Celo yang sebenar nya ingin makan siang romantis dengan Juana.


"Sialan bos galau ini, kenapa coba harus ikut? Kan gue jadi gagal mau ungkapin perasaan gue ke Juana, haish... gagal maning-gagal maning" Begitulah isi dari pikiran Celo kali ini.


Gresta pun berjalan dengan merangkul pundak manager bar-bar nya itu.


"Apa sih! Nggak usah sok deket-deket deh!" Masih menekuk wajah nya Celo menepis tangan Gresta yang melekat di pundak nya.


Tapi kembali lagi tangan Gresta merangkul pundak Celo saat geram Celo menatap Gresta dan pada saat itu lah Gresta mengatakan kalau ia akan membantu melancarkan tujuan nya, membantu nya memastikan juga bagaimana perasaan Juana kepada nya.


Hanya mentransfer melalu kedipan mata suara Gresta bergema di rongga-rongga kepala Celo.


"Lo serius? " Tanya Celo dengan tiba-tiba dan itu membuat Juana yang berjalan di belakang nya menatap kedua pria yang berjalan di depan nya.


Gresta hanya mengedipkan mata nya, dan itu sudah di mengerti oleh Celo.


Setelah Syaqila sang kekasih hati, Celo adalah salah satu manusia yang mengerti asal usul Gresta.


Terkadang rasa takut menyelimuti hati Celo ketika ada pekerjaan yang tidak beres dan itu membuat Gresta marah, alih-alih di pecat laki-laki itu lebih takut jika Gresta tiba-tiba memakan nya seperti di film-film Vampir barat.


Tapi terkadang juga Celo nyaman dengan bos yang pembawaannya santai tidak seperti Arthur, CEO lama yang sedikit kaku jika berbicara dengan bawahan nya.


Ayah dan anak itu memang beda, mungkin Gresta menuruni sifat ibu nya yang santai dan biasa sama siapa saja.


Kini ketiga nya telah sampai di resto yang baru-baru ini viral, mereka sengaja duduk di luar supaya angin sepoi-sepoi menemani makan siang mereka.


"Kalian duduk aja, gue yang pesan makanannya" Ucap Celo, karena tidak mungkinkan Juana yang harus memesan dia kan satu-satu nya gadis dia antara ketiga nya, lebih tidak pantas lagi masa Gresta si bos yang harus memesan, maka Celo menawarkan diri, lelaki itu berjalan menuju tempat untuk memesan makanan.


Sedangkan Juana dan Gresta duduk berhadapan mereka terhalang meja yang ada di depan nya.


"Ju?" Panggil Gresta tiba-tiba.


"Iya tuan" Sahut Juana dengan melihat bos tampannya itu.


"Lo udah punya cowo belum sih?" Tersipu malu Juana di tanyai hal seperti itu oleh pemuda kaya raya, genius dan sekaligus itu bos nya, jangan-jangan cerita hidup Juana akan sama seperti novel-novel romantis yang mana sekretaris cantik menikah dengan bos Genius nya.


Begitulah isi dalam otak Juana yang terbaca oleh Gresta.


"Tunggu-tunggu, bukan seperti itu!" Ucap Gresta yang membuat Juana bingung.


Gresta pun tertawa, "Oh iya lo bahkan belum menjawab pertanyaan gue, eee... itu maksud gue lo kan cantik apa lo sudah memiliki pasangan?" Ucap Gresta.


Senyum malu-malu tergambar di wajah Juana, "Tuan sendiri juga tampan, apa tuan juga sudah memiliki pasangan?"


Gadis itu bukannya menjawab malah balik bertanya dan saat itu ada bulu mata Gresta yang jatuh di bawah kelopak mata nya.


"Maaf tuan bulu mata anda jatuh" Ucap Juana dengan mencondongkan wajah nya dan tangannya berusaha meraih wajah Gresta namun tiba-tiba...


"GRESTA!!" Teriak seorang gadis dengan setengah berlari dan BYURRR!!


Segelas air mineral membasahi wajah Juana dan sedikit membasahi jas yang di kenakan Gresta.


"Sya?" Lirih Gresta mendapati sosok gadis yang tengah menunjukkan raut kemarahan nya lengkap dengan nafas yang terengah-engah.


"Siapa dia?!" Tanya Syaqila dengan menunjuk ke arah Juana yang berantakan karena tersiram air.


"Dia sekretaris ku" Sahut Gresta apa adanya.


"Oh bagus ya! Jadi kau makan siang di tempat yang berbau romantis begini bersama sekretaris mu yang nanti lama-lama akan menjadi simpanan mu? begitu?!" Suara cempreng itu membuat Gresta bingung mau menjawab apa, tak semudah membujuk Celo yang dapat di baca pikiran nya, saat ini Gresta tak tau apa yang di inginkan gadis cantik di hadapan nya yang tengah marah itu.


"Ya ampun Juana! Lo kok basah? Apa ada hujan dadakan?" Ucap Celo yang baru saja tiba dengan nampan makanan nya.


"Tidak, aku tidak apa-apa" Ucap Juana lirih.


"Basah kuyup begitu kau bilang tidak apa-apa?! Belaga baik sekali anda ya! Terus saja biar saya yang terlihat antagonis di sini!" Cecar Syaqila dengan melipat tangan nya di depan dada.


Celo pun menatap Syaqila, "Siapa dia?" Tanyanya kepada Gresta.


"Bukan siapa-siapa!" Gresta


"Saya pacar nya Gresta!" Syaqila


Berteriak bersama kedua nya kemudian saling menatap.


"Ok nona jadi, anda mungkin salah satu fans fanatik nya bos saya, tapi benar nona Juana ini hanya sekretaris nya tuan Gresta, tidak lebih, karena lebih nya untuk saya" Cerocos Celo, dan itu membuat Juana menatap tak percaya ke arah Celo.


Sedangkan Gresta dan Syaqila masih saling memandang sejak tadi.


"Fans fanatik? Lo nggak ngakuin gue Gresta?" Ucap Syaqila dengan suara bergetar nya.


"Ok, sudah cukup, gue paham!" Dengan menganggukkan kepala nya gadis cantik itu segera pergi dari hadapan Gresta.


"Nona!" Panggil sopir taxi yang sedari tadi menyaksikan drama kolosal live itu.


"Apa?!" Sahut Syaqila dengan menghentikan langkah nya.


"Maaf anda belum bayar" Sedikit takut sopir taxi itu berucap.


"Iya ntar gue bayar, anterin gue pulang dulu!" Sahut Syaqila yang melanjutkan langkah kaki nya.


Gresta yang tak dapat lagi menahan kebingungan nya pun segera melesat mengikuti Syaqila.


SSSHHHLLLLLAAAAPPP!!


Kini Gresta sudah duduk di samping Syaqila, sopir taxi pun sudah di kendalikan oleh nya.


"Astaga!" Terkejut Syaqila melihat laki-laki tampan itu sudah duduk di samping nya.


"Sya! Mau lo apa sih?" Tanya Gresta dengan nada lembut nya.


"Mau gue? Lo jadi cowo nggak peka banget sih?" Ucap Syaqila dengan nada marah nya.


"Kan lo sendiri yang mau kalau kita harus pura-pura nggak ada hubungan" Ucap Gresta.


"Tapi nggak berhubungan dengan cewek lain juga!" Ngegas gadis cantik itu mengerucut kan bibir nya.


"Sya!" Gresta mencubit dagu Syaqila agar melihat ke arah nya.


"Dengerin gue! Juana itu sekretaris gue, kita makan di sana juga bertiga nggak cuma berdua!" Ucap Gresta.


"Terus kenapa lo nggak ngakuin gue?" Mendengar pertanyaan itu Gresta mel-umat paksa bibir manyun itu, Syaqila yang masih marah pun memukul dada bidang Gresta.


"Gue cuma nurutin kemauan lo! Lo nggak ingat malam itu lo bilang apa?" Tanya Gresta setelah melepaskan pagutannya dengan menakup kedua pipi Syaqila.


Terdiam Syaqila mengingat ucapan nya malam itu, "Maaf" Lirih kata maaf itu dia ucap.


Gresta menarik tubuh gadis cantik itu dan memasukkan nya ke dalam dekapannya...


Helooo siapa yang masih bertahan cung☝☝☝, semoga kalian sehat selalu dan di lancarkan segala urusan dan rejeki nya, jangan lupa like dan favorit 🥰🥰🥰


See you next episode...