
"Tidak! kau tidak pernah mencintai ku kau hanya mau harta dan tahta yang kau punya sekarang, kau mencintai nya!" Dengan mata yang memerah Kinanthi berteriak.
"Ssshhttt tidak tidak jangan berteriak! Dengar aku, gadis itu mempunyai permata yang sangat sakti, aku mendekati nya hanya untuk itu" Ucap Dean dengan setengah berbisik namun karena Digo dan Arthur berdiri tak jauh dari mereka, kedua nya mendengar, namun ketika Digo hendak menegur, Arthur menghentikan nya dengan menggelengkan kepala nya.
Perlahan ketiga nya mundur dan meninggalkan tempat itu.
Sesampai nya di mobil...
"Ayah sudah mendengar nya bukan? dia licik ayah!" Ucap Grace dengan raut wajah serius nya.
"Ya sudah nanti ayah atur pembatalan perjodohan nya" Ucap Digo, Grace dan Arthur pun sama-sama tersenyum.
Di kampus...
Calista sedang duduk di taman dekat kampus bersama Mirza, perut wanita itu mulai menggemuk karena pertumbuhan janin nya normal.
"Ca, jadi kapan kita nikah?" Tanya Mirza.
"Nunggu baby nya lahir dl aja Za, aku takut kalau sudah benar-benar sah kamu makin brutal" Sahut Calista dengan menyeruput jus avocado yang di belikan Mirza.
"Tapi kamu yakin mau nikah sama aku? Bukan karena Grace yang nyuruh?" Tanya Calista yang memastikan.
"Ya bener lah sayang, lagian aku lebih suka kamu yang penurut" Ucap Mirza dengan mengelus pucuk kepala Calista.
"Waaaaaahhhhh siapa tuh?" Teriak beberapa mahasiswi yang melihat sebuah mobil yang terparkir di depan gedung kampus.
"Eh eh eh itu kan Grace" Teriak yang lain nya.
Mirza dan Calista pun ikut menoleh untuk melihat siapa yang membuat kegaduhan.
"Grace?" Gumam Mirza dengan suara yang pelan.
"Sama siapa dia?" Imbuh nya dengan pandangan mata yang masih tertuju pada mantan kekasih nya itu.
Tak lama setelah mobil itu terparkir cantik keluarlah Grace bersama Arthur.
"Waaaaaaaa!!! Ganteng banget!!!" Heboh para mahasiswi ketika mendapati Arthur turun dari mobil nya.
Grace sedikit merengut karena banyak sekali mata-mata kagum itu tertuju pada Arthur.
Namun si tampan itu masih tetap datar memandang semua nya, tak ada yang menarik bagi nya kecuali Grace seorang.
"Langsung kekelas, aku mau ke ruangan ku dulu" Ucap Arthur, Grace hanya menganggukkan kepala nya, di sana mereka pun mulai berpisah.
Beberapa jam kemudian...
"Grace lo kenal sama pak dosen baru? kata anak-anak lo tadi berangkat bareng sama dia?" Tanya Ayu ketika mereka bertiga makan siang di kantin.
"Kenal" Sahut Grace singkat.
"Lo tau rumah nya?" Tanya Ayu yang terlihat sangat mengagumi Arthur.
"Tau" Cuek jutek terlihat jelas sampai pada akhir nya, Lina yang menyeletuk.
"Lo suka Grace sama dia? atau jangan-jangan lo udah pacaran sama dia?" Celetuk Lina yang menilai kejutekan Grace sebagian dari serpihan cemburu yang mengendap di hati nya.
Sejenak menghela nafas, "Bukan cuma pacar, gue di jodoh in sama dia!" Ucap Grace kepada kedua sahabat nya.
"Oh no! pilihan siapa Grace kok perfect banget sih?" Tanya Ayu yang sedikit terpatahkan hati nya.
"Pilihan bunda" Sahut Grace.
"Eh tapi kata kelas sebelah dia kalau ngajar ekspresi nya datar loh, kaya dosen-dosen killer gitu" Ucap Lina yang pernah mendengar bisik-bisik tetangga kelas sebelah.
"Hieleh palingan juga mereka sirik sama ketampanan nya pak Arthur" Ayu masih setia membela.
"Au ah kalian lanjut makan gue mau balik ke kelas" Grace langsung beranjak dari duduk nya dan melangkahkan kaki nya keluar dari kantin.
"Tu anak kenapa sih?" Tanya Lina yang khawatir dengan Grace.
"Deg-degan lagi, sola nya kan udah di jodohin gitu" Sahut Ayu.
"Masa di jodoh in sama pak Arthur yang ganteng gitu malah murung sih? Aneh tu anak" Gumam Lina dengan menyeruput coklat panas nya.
"Ya kita kali aja kepikiran malam pertama sama cowok blasteran" Ucap Ayu yang langsung membuat Lina tersedak.
"Hempz.. uhuk... uhuk!!!" Lina tersedak mendengar celoteh dari sahabat nya itu.
"Lin-Lin lo kenapa Lin?" Panik Ayu memberikan tisyu kepada teman nya itu.
"Kak Mikko? Ada apa ya?" Tanya Grace dengan sedikit mendongakkan kepala nya.
"Akhir pekan nanti kita rancana mau muncak Grace ikutan ya?! Please" Dengan menyatukan kedua telapak tangan nya Mikko memohon.
"Ih nggak usah gitu tangan nya" Tertawa Grace dengan memisahkan telapak tangan Mikko yo di satu kan.
Saat itu juga Arthur yang melihat nya dari kejauhan merasa sakit di dalam dada nya.
"Tapi kamu bisa ikut kan?" Tanya Mikko sekali lagi.
"Kayak nya bisa sih, tapi nggak janji ya" Sahut Grace dengan senyum pepsodent nya, yang membuat Mikko sedikit salah tingkah.
"Ok, kalau gitu aku lanjut ke kantin ya?" Dengan senyum malu-malu Mikko menunjuk ke arah kantin.
"Hehe iya kak" Sahut Grace tanpa mengurangi senyuman nya.
"Ok,, bay Grace" Miko melambaikan tangan sebelum melangkahkan kaki nya.
"Iya bay" Grace ikut melambaikan tangan nya bahkan masih memandangi punggung Mikko yang sesekali masih menoleh ke arah nya.
"Hihihi lucu banget sih" Gumam Grace.
"Bay Grace, Iya bay" Suara yang di buat-buat itu terdengar di belakang Gracelina, mendadak senyum pepsodent pun hilang dan gadis itu menoleh ke belakang.
"A... Arthur? Ka... kau sudah lama?" Tergagap gadis itu seolah tercyduk oleh pacar yang posesif.
"Ikut aku!" Ucap Arthur dengan menarik lengan Grace, tanpa bantahan Grace mengikuti kemana kaki Arthur melangkah.
Sesampai nya dalam ruangan Arthur melepaskan lengan Grace.
"Kau menyukai nya?" Tanya Arthur yang cemburu nya sudah mode on.
"Hah? Apa sih? siapa? kak Mikko?" Tanya Grace yang tak mengerti.
"Hem" Sahut Arthur dengan melipat kedua tangan nya di dada.
"Astaga! Dia barusan ngajakin aku muncak, sama anak-anak juga kok banyak teman nya" Jelas Grace yang tidak mau jika sampai Arthur salah paham.
"Kau kan bisa membaca isi pikiran manusia, kenapa hal seperti ini saja masih kau tanya kan?" Cecar Grace.
"Karena di dalam otak nya ada kamu dan kamu tertawa bahagia" Jelas Arthur dengan mencebikkan bibir nya.
"Nggak kok, aku tadi tu cuma lucu aja dia cowok tapi malu-malu" Jelas Grace.
"Jadi?"
"Ya jadi sayang nya Grace yang pilihan bunda aja" Ucap Grace, Arthur langsung memeluk hangat tubuh Grace.
"Jangan kenceng-kenceng, kau kan sekarang sudah ada fisik dan itu membuatku sesak" Keluh Grace ketika Arthur mengeratkan pelukan nya.
"Grace, boleh nggak?" Tanya Arthur dengan meraup kedua pipi gadis cantik di hadapan nya itu.
"Hem? Apa?" Dengan mendongakkan kepala nya, bibir Gracelina langsung mendapatkan ciuman yang mendarat secara tiba-tiba.
"Hem!!!" Hendak berucap namun Arthur malah mel-umat nya, alhasil Grace menepuk-nepuk dada Arthur.
"Kenapa?" Arthur melepaskan tautan nya.
"Kalau ada yang lihat gimana coba?" Merengut gadis itu memalingkan wajah nya.
"Salah siapa kau terlalu manis" Sahut Arthur dengan mencubit dagu Grace dan kembali ia akan menautkan kedua bibir itu namun.
TOK TOK TOK...
Pintu ruangan Arthur di ketuk oleh seseorang.
"Nahkan ada orang!" Ucap Grace, dengan memutar bola mata malas Arthur terpaksa melepaskan tubuh Grace dan ia berjalan menuju kursi nya.
"Masuk!" Ucap Arthur kemudian seorang mahasiswi membuka pintu itu.
"Siang pak, ini saya mau mengumpulkan tugas yang pak Arthur berikan tadi" Ucap gadis itu dengan meletakkan tumpukkan kertas di meja Arthur.
"Iya, tinggalkan saja di sana" Dingin dan datar, itulah yang di tunjukkan Arthur kepada seluruh Murid nya.
"Loh ada Grace disini?...
Jangan lupa dukungan like dan komentar nya ya guys see you...