
Pagi hari Gracelina Janitra terganggu tidur nya karena mentari pagi dengan sinar lembut nya berhasil menembus celah tirai jendela kamar gadis itu dan menyinari wajah ayu yang masih memejamkan mata itu.
"Emmmhhh... hooooaaaammmm" Gadis itu meregangkan tubuh nya dengan menguap.
"Good morning" Ucap nya dengan mengucek mata yang masih enggan di ajak melihat ke indahan pagi hari.
Seperti biasa Grace langsung ke kamar mandi untuk mencuci muka dan ketika ia mencuci tangan ia melihat berlian yang tertanam di jari manis nya berkilau.
"Arthur" Gumam nya ketika ia melihat berlian Blue Black yang Arthur tinggalkan.
"Apa kau sudah sampai di tempat asal mu?" Gumam Grace dengan menengadahkan kepala nya menatap langit-langit kamar mandi.
"Haaaahhh... aku benar-benar sendiri sekarang" Ucap Grace dengan membelai jari manis nya ah tidak berlian berwarna biru kehitaman itu lah yang menjadi sasaran kelembutan tangan Gracelina Janitra.
Setelah selesai dengan bersiap-siap Grace yang bangun kesiangan itu segera memasuki mobil nya dan segera gadis itu menginjak pedal gas nya, tak mau memikirkan tentang sesuatu yang hanya membuat hati semakin galau gadis itu mendengarkan musik menggunakan earphone yang ia kenakan.
Alih-alih melupakan Arthur, Grace malah semakin mengingat wajah tampan makhluk itu apalagi mereka baru saja melewati malam yang begitu manis dan tentu nya membuat nya candu.
"Haaaahhh... " Sesekali Grace terlihat menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan dengan kasar, seolah terlihat frustasi.
Sesampai nya di kampus gadis itu memarkirkan mobil nya dengan rapi namun ketika ia hendak membuka pintu mobil lagi-lagi ia di kaget kan oleh sosok wanita yang tiba-tiba ada di luar pintu mobil nya.
"ASTAGA! Bahkan ini masih pagi woy! bangsa kalian ini nggak mau istirahat dulu, sarapan dulu atau gimana kek?!" Terlihat gadis itu nggedumel dengan membuka paksa pintu mobil nya.
Lolos dari dalam mobil Grace kira sudah aman, namun ternyata makhluk itu masih mengikuti nya.
Karena geram dan merasa tidak nyaman Grace pun berhenti dan membalikkan tubuh nya dengan mengepalkan tangan nya di depan wajah hantu wanita itu.
"Masih mau mengikuti ku?! Aku bisa memegang, membelai bahkan memukul mu dengan tangan ku ini!" Gertak Grace dengan tangan yang mengepal erat, dan di sana hantu itu menggelengkan kepala nya kemudian lenyap dari pandangan Grace.
"Eh takut? masa iya wajah serem begitu takut dengan gertak kan ku hehehe... " Gumam Grace dengan cengengesan.
"Woy!! belajar gila lo beib?" Sapa Ayu dengan menepuk punggung Grace.
"ASTAGA! haaaahhh... jantung oh jantung, gue kira lo makhluk apa an lagi yang mau ganggu gue" Ucap Grace dengan mengelus dada nya.
"Hah makhluk? lo yakin ngomong soal makhluk? lo nggak ketularan Mirza kan?" Tanya Ayu dengan memicingkan mata nya.
"Nggak lah, malahan gue kaya merasa bersalah gitu sama Mirza karena dulu gue sering ngomelin dia kalau lagi ngomong soal hal-hal yang nggak masuk akal gitu" Jelas Grace dengan berjalan menuju kelas nya.
"Oh iya Lina mana tumben lo sendirian" Tanya Grace karen ia tak mendapati sahabat nya yang satu.
"Emh... dia nggak masuk, kata nya ada acara keluarga gitu" Sahut Ayu, Grace hanya menganggukkan kepala nya.
"Eh gue lapar nih sarapan yuk" Ajak Grace namun Ayu menolak nya.
"Gue lagi banyak tugas nih mana sebagian belum selesai, sorry ya gue nggak bisa" Ucap nya.
"Oh ok, nggak papa" Sahut Grace. Mereka pun berpisah di sana, Grace lanjut melangkahkan kaki nya menuju kantin favorit nya.
Setelah memesan makan dan minum gadis itu duduk seperti biasa di pojokan.
"Heh! Lo bawa kemana Mirza?" Gertak Calista yang tiba-tiba sudah berdiri di hadapan Grace.
"Hah Mirza? ada perlu apa lo sama Mirza?" Tanya Grace dengan menyandarkan bahu nya di sandaran kursi.
"Gu... gue... gue... Ah nggak penting buat lo tau, gue butuh ngomong sama Mirza!" Ucap Calista.
"Lo hamil?" Caplos Grace dengan melihat perut rata Calista.
"Bacot lo kalo ngomong!" Calista melayangkan tangan nya hendak menampar wajah Grace, namun dengan tangan nya Grace lebih cepat dan menangkap tangan Calista.
"Gue nggak asal ngomong ya! Gue lihat itu di perut lo ada janin nya!" Jelas Grace masih dengan mencengkeram lengan Calista.
Dengan hati yang dongkol Calista menoleh ke kanan dan kiri ada sebagian orang yang menatap ke arah nya, akhir nya gadis itu menepis tangan Grace dan dengan segera meninggalkan kantin.
"Apa perlu di balas kan perbuatan nya tadi nona?" Suara itu tiba-tiba muncul dari arah belakang Grace. Perlahan gadis itu menoleh.
"Hah!!! Astaga!" Ucap Grace yang tersentak kaget mendapati wajah pucat hantu wanita tadi sudah berdiri di belakang nya.
"Mau apa lagi kau? mau sarapan juga?" Tanya Grace dan tentunya dengan jantung yang berdebar terkejut dan juga takut.
"Saya hanya berlindung dari dia" Ucap hantu itu yang menunjuk ke arah luar kantin dan di sana Grace mendapati sosok yang sangat mengerikan.
"Pocong itu maksud kamu?" Tanya Grace, dan hantu wanita itu hanya menganggukkan kepala nya.
"Izinkan saya berada di dekat mu, karena aura mu bukan aura sembarangan" Ucap hantu itu.
"Baik lah baiklah sini masuk!" Ucap Grace menunjuk ke arah tas nya.
Hari yang melelahkan ini pun sudah berakhir, waktu nya pulang ke rumah, semua mahasiswa mau pun mahasiswi bersemangat dengan rencana masing-masing namun tidak dengan Grace, gadis itu mengingat bahwa Arthur tidak ada, maka nya Grace berjalan-jalan terlebih dahulu ke taman kota.
Di sana ia melihat seorang nenek-nenek yang sedang kesusahan akan menyebrang jalan karena para pengendara yang tak mau mengalah sedikit pun.
Sengaja Grace ikut menyebrang dengan berjalan sangat pelan agar sang nenek aman.
Setelah sampai di pinggir jalan nenek itu berlalu begitu saja.
Grace pun duduk di bangku taman dengan menikmati angin sore yang semilir.
"Kau membawa ku kesini?" Terdengar suara hantu wanita itu dari dalam tas Grace.
"Oh astaga, aku lupa tidak mengeluarkan mu" Ucap Grace dengan menepuk kening nya.
Mereka berdua, makhluk berbeda ras itu pun duduk bersama saling bertukar cerita.
"Jadi kau ini kekasih nya pangeran?" Tanya Hantu wanita itu.
"Ish kau ini, mana ada di kekasih ku! dia saja belum mengatakan bagaimana perasaan nya pada ku" Jelas Grace.
"Tapi setahu ku batu permata itu hanya dia berikan kepada calon istri nya, maka nya sedari tadi hantu-hantu yang sudah paham dengan aura yang kau pancarkan diam-diam mengikuti mu, bahkan melindungi mu dari hantu-hantu jahat yang tak berotak" Jelas hantu wanita itu.
"Hah?" Grace menaikkan salah satu alis nya dan melihat ke sekeliling dan mereka para hantu yang diam-diam mengikuti Grace pun tiba-tiba berpura-pura tidak tau.
" Oh Astaga!! Kalian semua ini mau apa?" Ucap Grace.
"Hah dia melihat kita"
"Dia bicara pada kita kah?"
"Oh ya ampun akhir nya pangeran mendapatkan pendamping yang akan tau keberadaan kita, kita melindungi nya dan dia tau wujud kita"
Terdengar kasak-kusuk yang para hantu-hantu itu bicara kan.
"Oh ya ampun, asli ini mah bikin aku jadi bener- bener gila" Ucap Grace dengan mengusap wajah nya.
"Neng, cantik-cantik kok ngomong sendirian? awas ntar dikira gila lo" Seorang pemuda yang kebetulan lewat mengingatkan Grace, dan gadis itu hanya tersenyum kikuk dengan menganggukkan kepala nya.
"Nah kan bener gue di kira gila!" Batin Grace yang segera beranjak dari duduk nya, kemudian ia melangkahkan kaki jenjang nya menuju mobil nya, ia memutuskan untuk pulang ke rumah dan beristirahat.
Sesampai nya di rumah Grace tiba-tiba mengingat Calista yang tengah mengandung, ia pun mencari botol kecil yang tempo hari ia bawa dari mansion Mirza.
"Nah ketemu kan" Ucap nya yang kemudian di buka nya tutup botol itu, dan WWUUUUUUUSSSSHHH...
Keluarlah asap tebal dan setelah asap itu menipis mulai terlihat Mirza meringkuk di atas ranjang Grace.
"Za?" Panggil Grace dengan menggoncang kan lengan pria itu.
"Laki-laki model beginian mah bangunin nya harus begini non!" Ucap hantu wanita tadi yang tiba-tiba muncul di samping Grace.
"Hah!! kau lagi?!" Terkejut Garce melihat nya.
Hantu wanita itu pun tersenyum nyengir ke arah Grace kemudian melayang ke atas tubuh Mirza, ia membelai dengan pelan wajah laki-laki yang masih memejamkan mata nya itu, kemudian belaian itu menari-nari perlahan di atas perut Mirza dan kemudian semakin kebawah, saat pria itu mulai mendesah kecil hantu wanita itu meremas dengan sedikit kencang barang berharga itu.
"Ough... " Rintih Mirza dengan membuka mata nya.
"Ah Grace??" Terkejut Mirza langsung bangun dari tidur nya dan terduduk, sedangkan Grace hanya nyengir kikuk melihat mantan pacar nya itu harus di bangunkan dengan cara yang sedikit menggelikan itu.
"Kau yang mengeluarkan ku dari botol itu Grace?" Tanya Mirza dengan menunjuk botol kecil yang ada di genggaman Grace.
Sedangkan Grace hanya melihat ke arah botol yang di pegang nya kemudian melihat ke arah Mirza lagi.
"Aku yakin kau masih perduli pada ku Grace, maafkan aku, kita mulai dari awal lagi ya, aku janji nggak akan mengekang, dan aku akan menghargai setiap fashionmu" Ucap Mirza dengan tangan yang meraih tangan Grace.
"Kamu mau kan Grace, kita kembali seperti dulu lagi?" Ucap Mirza.
"Maaf Za tapi dari pada aku ada yang lebih membutuhkan mu" Ucap Grace dengan melepaskan genggaman tangan Mirza.
"Siapa?" Tanya Mirza yang sedikit terlihat guratan kecewa di wajah nya.
"Calista, dia hamil anak mu kan?" Ucap Grace memberitahukan.
"Apa?...
Jangan lupa beri dukungan like, vote, dan komen untuk karya Anggi Marlinda ini, see you...