
Di dalam rumah Grace setelah Arthur dan keluarga nya menghilang semua kembali normal.
Seperti linglung semua orang melihat ke kanan dan ke kiri seolah tak ingat apa yang terjadi.
Sani dan Digo pun juga saling pandang, mereka berdua bingung kenapa berdiri di depan pintu.
"Kita mau kemana yah?" Tanya Sani sedangkan Digo hanya membalas dengan menggeleng kan kepala nya.
"Ayo kita kembali makan saja!" Ajak Digo, mungkin rasa lapar nya sudah sangat terasa.
Seperti tak ingat jika malam ini mereka kedatangan tamu, sepasang suami istri itu tak lagi berpikir kemana pergi nya Akles dan keluarga nya.
"Sri, panggil Grace, suruh turun buat makan malam" Sani menyuruh Srikantil, sedangkan ART jadi-jadian itu menurut membungkukkan badan nya, "Iya Nyah"
Srikantil berjalan menuju kamar Gracelina, setiba nya di sana, Sri yang seolah terkena efek kekuatan Irina baru ingat.
"Loh kan tadi Nona sudah turun" Gumam nya bingung, ia pun masuk ke dalam kamar dan tidak mendapati siapa pun, dari arah jendela kamar Grace muncul Arthur dengan jubah kebesaran nya.
"Ampun pangeran, saya tidak bermaksud tidak sopan" Menunduk dengan sopan Srikantil meminta maaf karena telah lancang memasuki kamar nona muda nya.
"Ubah diri mu seperti Grace!" Perintah itu membuat Srikantil seolah bergidik ngerti.
"Ampun tuan, saya tidak berani!" Kali ini Sri berlutut di hadapan Arthur.
"Ini perintah, demi ketenangan keluarga ini, dan panggil satu teman mu untuk menggantikan posisi mu!" Perintah itu sungguh tidak gampang bagi Srikantil untuk menyamar menjadi nona muda nya.
"Tapi pangeran... "
"Sri! Nona mu saat ini masih belum jelas keberadaan nya, Ayahanda sedang melacak keberadaan batu permata itu, ku harap kau bisa membantu" Ucap Arthur dengan raut wajah serius nya.
"Ba... Baik pangeran" Ucap Srikantil yang segera membaca mantra nya, dan tak butuh waktu lama ART jadi-jadian itu sudah menyerupai Gracelina atau nona muda nya.
"Sekarang kau turun dan ikut makan malam bersama mereka, sebelum Grace kembali kau haru menggantikan posisi nya, dan melakukan setiap aktifitas nya" Pesan Arthur sebelum makhluk tampan itu melesat keluar dari kamar Grace.
"Tapi pangeran... " Belum selesai Grace palsu itu berucap Arthur sudah entah pergi kemana.
"Haish... main pergi aja" Gerutu Srikantil. Grace palsu itu pun segera turun dari lantai dua menuju ruang makan.
"Grace sini sayang, makan dulu" Ajak Sani yang melihat Srikantil sebagai Grace berjalan memasuki ruang makan.
"I... iya nyo... ekhem bunda" Jawab Srikantil tergagap, sungguh tidak lah mudah untuk tiba-tiba memanggil nyonya nya dengan sebutan bunda.
Tanpa curiga sedikit pun Digo dan Sani mengajak Grace palsu itu untuk makan malam bersama.
...🍒🍒🍒🍒...
Di sisi lain...
Arthur masih menampilkan raut wajah yang khawatir dengan berjalan mondar mandir sudah seperti setrikaan emak-emak yang baju kucel nya sudah menumpuk.
Ia menunggu hasil dari meditasi ayahandanya, Akles masih berusaha sekuat tenaga nya untuk melacak keberadaan batu permata blue black itu.
Tak lama kemudian Akles membuka mata nya dan di situ lah Arthur dengan segera duduk bersimpuh di depan Akles.
"Bagaimana yah? sudah ketemu?" Tanya nya dengan harapan yang sangat terlihat jelas di pelupuk mata nya.
Namun jawaban Akles tidak lah memuaskan, raja yang sudah berusia beribu-ribu tahun itu hanya menggelengkan kepala nya pelan.
"Sangat jauh nak" Sahut Akles dengan lirih.
"Tapi jelas arahan nya kan?" Masih ngotot dengan harapan ditemukan nya sang calon istri, Arthur bertanya dengan menggoncang-goncangkan lengan ayahandanya.
"Sabar sayang, mungkin... "
"Bagaimana bisa Arthur sabar sedangkan Grace saja tidak tau rimba nya" Dengus Arthur yang kemudian melesat keluar dari rumah nya.
"ARTHUR!!" Teriak Irina, ia seoranh ibu, dan seorang ibu tak tahan jika melihat anak nya hancur seperti sekarang ini.
Namun percuma Irina berteriak karena, Arthur sudah lebih dulu menghilanh dari pandangan mereka.
...🍒🍒🍒🍒...
Di sebuah rumah kecil yang jauh dari kepadatan penduduk, terlihat Grace berbaring, gadis itu masih tak sadarkan diri, namun ia segera tersadar ketika merasakan jari manis nya di sentuh oleh seseorang.
Grace membuka mata nya dan terkejut melihat siapa yang ada di hadapan nya kini, "KAU!!" Dengan melotot dan terkejut bukan main Grace berusaha bangun dari posisi rebahan nya namun tak bisa, bahkan tubuh nya sedikit pun tak dapat ia gerakkan.
"Kau apakan aku? hah!" Hanya teriakan yang mampu Grace lakukan selebihnya Zonk! Bahkan ingin menggaruk tengkuk nya saja Grace tidak bisa.
"Kau sudah bangun sayang ku?" Suara yang sangat manis namun karena yang mengucapkan adalah Dean, itu malah membuat Grace muak.
"Lepaskan aku! Bajingan! Lepaskan!" Teriak Grace dengan berusaha meronta.
"Kau tidak akan lepas sampai kita resmi menjadi sepasang suami istri" Ucap Dean dengan senyum semirik nya.
"Kau Gila! Aku tidak akan menikah dengan mu!" Teriak Grace dengan terus berusaha berontak.
"Mantra ku cukup kuat untuk menahan mu sayang, kau terlihat lebih menggoda saat berontak seperti ini" Melihat Grace dari ujung rambut sampai ke ujung kaki, Dean seolah ingin segera menerkam gadis itu.
"Apa mau mu!?!" Geram Grace hingga nafas nya naik turun tak karuan bahkan belahan dada nya sedikit menyembul dan itu semakin menarik perhatian Dean.
"Aku hanya mau kau menjadi istri ku" Pelan Dean berucap namun terdengar sangat menjijikkan di telinga Grace.
"Jangan memaksa ku tuan! Aku sudah menolak mu dengan baik-baik, bahkan kedua orang tua kita sudah membatalkan perjanjian perjodohan itu" Ucap Grace.
"Persetan dengan perjanjian! Pokok nya kita harus menikah!" Kekeuh Dean dengan mencengkeram kedua pipi Grace hingga bibir gadis itu terlihat menggemaskan, Perlahan Dean menundukkan kepala nya, berniat ingin mel-umat bibir sexy itu Dean mendekat dengan sangat hati-hati.
"Misi bos! maaf mengganggu, di luar ada tuan besar ingin bertemu dengan bos" Belum sampai kedua bibir itu menyatu sudah lebih dulu datang salah satu pengawal Dean yang mengatakan kalau ayah Dean atau pak Baskoro ingin bertemu sekarang juga.
"Aaarrrghhhh!!! Ganggu saja!", BRAK!! Dean membanting meja kecil yang ada di samping ranjang Grace berbaring.
Terkejut itu pasti namun Grace merasa lega karena psychopath gila itu telah keluar dari ruangan nya.
Namun tidak dengan pengawal yang barusan memberitahu bahwa ada tuan besar yang mencari Dean.
"Maaf jika tidak pantas, tapi aku ucapkan terimakasih karena sudah menyelamat kan aku dari psychopath gila itu" Ucap Grace kepada pengawal yang di anggap nya telah berhasil menolong nya itu.
"Tidak apa-apa nona, sudah tugas saya" Ucap pengawal itu dengan mengedipkan salah satu mata nya.
Mendengar suara itu Grace sedikit teringat Nendra si sopir gratis an nya.
"Tunggu! Apa kau Nendra?" Tanya Grace curiga, namun belum sempat pengawal itu menjawab, Dean sudah kembali masuk ke dalam ruangan itu.
"Kau membohongi ku?!" Dengan mata yang memerah Dean berteriak sembari tangan nya mencengkeram kerah baju si pengawal itu.
"Ampun bos, mana berani saya membohongi anda?" Terlihat santai saat Dean menghunuskan tatapan tajam nya dengan penuh kemurkaan, Gracelina yang masih berbaring itu pun malah merasa kalau pengawal itu bukan orang-orang peliharaan Dean.
"Mungkinkah dia Nendra? Apakah Srikantil juga disini? Arthur? Apakah dia juga mencariku?" Begitu banyak harapan dan pertanyaan yang saling berdesakan di dalam otak kecil Grace.
Akhir nya Grace mengingat kalau diri nya mempunyai permata pemberian Arthur, sekuat tenaga gadis itu mengepalkan tangan nya merasakan keberadaan si permata blue black itu.
"Arthur, sayang, tolong aku, aku di sini, Dean Aciel menculik ku" Batin Grace dengan penuh harap.
...🍒🍒🍒🍒...
Di kediaman Akles, raja yang sudah tidak muda lagi itu mendapati kejelasan keberadaan Grace. Akles segera mengirim signal telepati kepada putra tampan nya itu.
Tak lama kemudian Arthur segera kembali pulang setelah mendapat signal telepati dari ayahandanya.
Arthur baru saja kembali ke dalam kediamannya, "Apa ayah juga mendengar suara Grace?" Tanya nya yang baru saja melangkahkan kaki nya melewati ambang pintu.
"Tidak, tapi permata yang ada pada nya merespon" Jelas Akles.
"Benarkah? Lalu dimana?...
Jangan lupa like setiap episode nya ya guys🥰🥰🥰 klik favorit 💞 biar gak ketinggalan up date nya, see yoi di bab selanjut nya...