The Guard

The Guard
Angel



Grace berlari keluar dari kamar ia bersembunyi di balik guci besar yang ada di sisi kiri pintu kamar nya, ia melihat suami tampan nya tengah berlari keluar dari kamar, berusaha sekuat tenaga ia tidak bersuara padahal nafas nya sangat ngos-ngosan, apa lagi kini detak jantung nya taj dapat di kontrol nya.


"Apakah Arthur tidak tau aku di sini?" Batin nya ketika Arthur lari menjauh dengan sesekali berteriak menyerukan nama Grace.


"Maaf Yank, aku tidak mau kau memisahkan ku dengan calon baby kita" Gumam Grace dengan berdiri dan berjalan menuju jendela yang ada di arah yang berseberangan dengan arah Arthur berjalan.


Setiba nya di depan jendela Grace kembali menoleh ke arah Arthur, "Maaf Yank, jika kau tidak mau calon baby ini bersama ku, lebih baik aku pergi saja" Gumam Grace yang segera melompat keluar dari jendela.


Tak menyangka Grace memilih jalan yang salah ternyata ia berada di tempat yang sangat tinggi ia melayang di ketinggian, mata nya terpejam berusaha menahan suara agar tak sedikit pun ia bersuara.


"Maafkan Momy sayang" Gumam Grace dengan mata yang terpejam, ia sudah siap dengan keadaan terburuk yang akan ia hadapi.


WHUT!!!


PHAK! PHAK! PHAK!!


Grace merasa ada sesuatu yang menyambar tubuh nya, dan ia mendengar kepakan-kepakan sayap yang sangat keras.


"Secepat itu kah aku tertangkap lagi? Ah aku lupa kalau suami ku bukan manusia" Batin Grace, namun aneh nya mata Grace sedikit pun tak bisa terbuka seolah rasa kantuk menguasai diri nya.


...🍒🍒🍒🍒...


Di aula kerajaan Arthur berjalan dengan tergesa-gesa keringat kini sudah menghiasi wajah tampan nya.


"Ada apa pangeran ku?" Irina yang duduk di sisi Akles segera berdiri dan mendekati putra sulung nya.


"Grace hilang ibunda" Lirih nya dengan mata yang mulai berkaca-kaca, bukan nya cengen sebagai laki-laki tapi ketika kita kehilangan seseorang yang sangat kita sayangi sangatlah terasa sakit di hati.


"Sudah kau cari?" Tanya Akles yang mulai beranjak dari singgah sana nya.


"Sudah ayahanda, Arthur sudah mencari ke seluruh penjuru Mansion ini" Sahut Arthur.


"Duduk lah dulu kau lelah" Ucap Irina dengan menuntun putra sulung nya itu agar duduk di salah satu kursi.


"Arthur takut jika dia tersesat, ini bukan dunia manusia dimana dia hafal setiap gang nya, tapi ini dunia kita dunia para Guradian Angel" Arthur mengusap satu bulir bening yang tak tau malu berselancar di pipi nya.


"Iya bunda ngerti perasaan mu, tapi kamu tenang dulu nanti kita cari Grace, kita kerahkan semua Nya untuk mencari Gracelina mu" Dengan mendekap kepala sang putra di pundak nya Irina berusaha membuat Arthur tenang.


"Kau tidak minta tolong penjaga yang ada di dalam Mansion?" Tanya Akles dengan berjalan mendekati putra nya.


"Tidak ayahanda, Arthur kira, Arthur bisa menemukan nya sendiri" Sahut Arthur dengan memandang Akles.


"Aku kan sudah pernah bilang, kemampuan mu akan semakin melemah dan melambat jika janin itu masih di dalam kandungan Grace!" Ucap Akles.


Arthur hanya menghela nafas dan sesekali berusaha menembus bayangan gelap yang ada di otak nya ketika ia berusaha mencari keberadaan Grace. Sama-samar Arthur melihat keberadaan Grace namun lagi-lagi bayangan itu tertutup kabut hitam.


...🍒🍒🍒🍒...


Di sebuah taman yang indah, bunga mekar dengan warna-warna yang mampu memanjakan mata setiap wanita pecinta bunga yang memandang nya.


Di bawah pohon maple seorang wanita terbaring lemah dengan perut yang sedikit membuncit, ia sangat nyaman dengan suasana di sana, angin semilir yang membuat udara semakin sejuk untuk dihirup.


Perlahan netra dengan bulu mata lentik itu terbuka sipit, silau sinar mentari yang menghangatkan taman itu membuat nya terbangun.


"Aku dimana?" Gumam nya dengan melihat hamparan taman bunga yang begitu indah.


"Apakah ini gambaran syurga? Apakah aku benar-benar menjadi ibu hamil yang mati terus masuk syurga seperti di cerita-cerita yang pernah ku dengar?" Mulai meraba perut nya yang sudah terlihat semakin membesar.


"Oh masih ada" Gumam nya dengan melihat perut buncit nya.


"Apakah baby juga akan lahir di sini? Tunggu-tunggu-tunggu! Apakah di syurga juga melahirkan seperti di dunia?" Masih berpikir dengan segudang tebakan nya, Tiba-tiba datang makhluk bersayap dengan rambut putih yang memanjang wajah nya tampan tapi dengan rambut yang tergerai panjang ia terlihat cantik dilengkapi dengan sayap yang mengepak indah bagai tarian burung camar.


"Kau sudah bangun nona?" Tanya nya dengan suara yang sopan juga lembut.


"Siapa kau?!" Kagum namun tetap memiliki rasa takut ibu hamil itu bertanya dengan sejuta kewaspadaan nya.


"Aku yang bertugas menjaga tempat ini, juga aku yang menyelamatkan mu saat kau terjut dari menara Mansion pangeran Arthur" Tutur nya lembut.


"Kau mengenal suami ku?" Tanya Grace dengan terkejut.


"Jadi kau istri pangeran Arthur?" Tanya nya lagi.


"I... iya" Sahut Grace dengan malu-malu.


"Putra mu sangat hebat, dia yang mengirim ku signal untuk segera mendekat ke arah menara saat kau terjatuh" Ucap nya.


"Apa?!" Grace mengerutkan kening nya.


Makhluk serba putih itu melipat sayap nya dan menangkap salah dua daun maple yang jatuh.


"Lihat lah" Ucap nya dengan berjalan mendekati Grace.


Ia memperlihatkan gambaran jika Grace tetap nekat mengandung janin nya di dalam perut, di sana ia melihat pertumbuhan janin yang begitu cepat, kemudian ia melihat Arthur yang semakin lemah, di sana juga di tampilkan kalau banyak sekali siluman yang mengincar nya, bahkan ada adegan Arthur tak mampu melawan siluman ular yang menjelma menjadi wanita cantik dan tak henti-henti nya siluman itu menggoda suami nya.


"CUKUP!!" Ucap Grace menutup daun maple itu. Mungkin rasa cemburu menguasai hati dan pikiran nya saat ini.


"Baiklah cukup untuk yang kiri, coba lihatlah yang kanan" Ucap makhluk itu dengan menunjukkan daun maple yang lain.


Grace dengan keraguan juga ketakutan yang menguasai hati nya, "Aku nggak sanggup melihat nya" Ucap Grace.


"Kau tidak penasaran? Kau yakin?" Kembali rasa penasaran Grace membuat nya mendekat dan melihat daun maple yang di ulurkan oleh makhluk itu.


Di Sana masih sama Grace melihat diri nya yang mengandung namun perut nya tak sebesar yang di daun yang sebelum nya.


Di Sana ia melihat Arthur menuntun nya bertemu dengan makhluk yang kini ada di samping nya, sejenak Grace menatap makhluk putih itu.


"Kau di sana?" Tanya Grace namun makhluk itu tersenyum, "Lihatlah sampai selesai, baru nanti komentar!" Ucap makhluk itu.


Kemudian Grace kembali melihat adegan di daun maple, di sana dilihat diri nya sudah kembali ke dunia manusia, ya saat ia berkomentar tadi ada beberapa adegan yang terlewat dan itu membuat Grace hendak mengucap lagi namun makhluk di samping nya lebih dulu berucap.


"Stop menjadi netizen yang budiman Grace, jadi lah manusia cerdas yang melihat semua sisi baru lah tentukan pilihan mu" Ucap makhluk itu, dan kembali Grace menutup mulut nya kemudian fokus dengan adegan di daun maple.


Ia melihat bayi mungil yang tumbuh dengan normal di dalam gelembung, juga melihat diri nya dan Arthur yang bolak-balik mengunjungi bayi mungil itu.


"Grace? ternyata kau di sini sayang" Grace tersentak karena tiba-tiba tubuh nya dipeluk oleh seseorang dari belakang.


Grace menoleh dan ia melihat Arthur lah yang kini menempel di punggung nya.


"Arthur?" Ucap Grace lirih.


"Terimakasih Angel" Ucap Arthur dengan masih memeluk tubuh istri nya.


"Jadi kau Angel?" Tanya Grace dengan mata terbelalak.


"Iya" Sahut Angel yang ada di samping Grace.


"Lebih tepat nya Angel Chrisa" Ucap Angel itu mengenalkan nama nya, karena Angel ada banyak.


"Oh jadi Angel bukan nama mu? Tunggu kau ini laki-laki atau perempuan?" Tanya Grace dengan memicingkan mata nya.


SRING!!!


Cahaya mengelilingi Chrisa dan Grace melihat Makhluk itu menjadi dua, satu perempuan dan satu nya lagi laki-laki.


"Kalian sepasang yang menjadi satu?" Terkagum Grace menganga.


"Iya nona, jadi saat kemarin nona menolak saya itu sebenar nya aura istri saya yang terpancar" Jelas Chrisa laki-laki.


Setelah Grace mengerti kembali lagi Angel Chrisa menjadi satu kembali.


Arthur melepaskan pelukan nya dan Grace berbalik menatap suami tampan nya.


Air mata kembali menghujani pipi nya, "Maaf, kau pasti kesulitan mencari ku" Grace tersedu-sedu, kemudian Arthur membenamkan kepala istri cengeng nya itu di belahan dada bidang nya.


"Maaf karena pasti selalu ada langit di atas langit" Ucap Arthur dengan membelai surai panjang itu...


Jangan lupa like dan komentar 🥰🥰🥰